Berita Viral

Rekam Jejak Laksda Hersan, Eks Ajudan Jokowi Batal Gantikan Letjen Kunto Arief Anak Try Sutrisno

Berikut rekam jejak Laksda TNi Hersan, mantan ajudan Jokowi yang batal gantikan Letjen Kunto Arief Wibowo sebagai Pangkogabwilhan I.

istimewa/Tribun Medan
MUTASI TNI - (kiri) Laksda TNI Hersan dan (kanan) Letjen Kunto Arief Wibowo. Hersan batal menggantikan Kunto sebgaai Pangkogabwilhan I. 

SURYA.co.id - Berikut rekam jejak Laksda TNi Hersan, mantan ajudan Jokowi yang batal gantikan Letjen Kunto Arief Wibowo sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I TNI.

Diketahui, pembatalan mutasi tujuh perwira TNI yang sebelumnya diatur berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor KEP 554/IV/2025 tanggal 29 April 2025, berimbas pada sosok perwira penggantinya.

Salah satunya Eks Ajudan Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo, Laksamana Muda Hersan,  

Sebelumnya Laksda Hersan sudah diplot akan menggantikan Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, anak Try Sutrisno, sebagai Pangkogabwilhan I TNI.

Sempat tersiar kabar mutasi Letjen Kunto terkait dengan dukungan ayahnya, Try Sutrisno bersama Forum Purnawirawan TNI-Polri agar Gibran Rakabuming Raka dicopot dari jabatan Wakil Presiden RI.

Baca juga: Rekam Jejak Letjen Kunto Arief yang Dimutasi Usai Try Sutrisno Tandatangani Usulan Gibran Diganti

Try Sutrisno sempat disebut sebagai salah satu purnawirawan TNI yang menandatangani dokumen dukungan pencopotan Gibran.

Namun, hal ini dibantah oleh Kepala Pusat Penerangan TNI Brigjen Kristomei Sianturi. 

Menurutya, pembatalan mutasi Letjen Kunto tak ada kaitannya dengan sikap orangtuanya.

“Tidak ada persepsi apa-apa kepada publik, memang organisasi dan perkembangan dinamika,” kata Kristomei.

Dengan pembatalan ini, berarti Letjen teta[ menjabat sebagai Pangkogabwilhan I TNI. 

Lalu bagaimana nasib Laksamana Muda Hersan?

Kristomei memastikan Laksda Hersan tetap menduduki jabatan semula. 

 "Dari alur rangkaian yang mengikuti mutasi Letjen Kunto ternyata belum seluruhnya dapat bergeser saat ini. Dengan pertimbangan adanya tugas-tugas yang masih harus diselesaikan oleh pejabat saat ini dan perkembangan situasi,” kata Kepala Pusat Penerangan TNI Brigjen Kristomei Sianturi, Jumat (2/5/2025).

“Oleh karena itu, diputuskan untuk menunda atau meralat perubahan tersebut,” ujar dia.

Kristomei menjelaskan, dalam mutasi TNI, apabila seorang perwira tidak dapat digeser dari jabatannya, perwira-perwira lainnya pun tidak dapat digeser pula.

Baca juga: Benarkah Mutasi Letjen Kunto Arief Wibowo Anak Try Sutrisno Tak Lazim? Begini Penjelasan TNI: Wajar

Dalam hal ini, karena Kunto tidak digeser, Hersan pun tidak ikut digeser untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Kunto dan begitu seterusnya.

"Kalau misalnya Pak Kunto bergeser, berarti yang ini sudah diberikan ke Kunto terus selanjutnya," kata Kristomei.

"Nah, dari rangkaian tadi itu, ada beberapa perwira yang memang masih dibutuhkan organisasinya saat ini untuk melakukan sesuai dengan perkembangan situasi dan ancaman saat ini," ujar dia menegaskan.

Rekam Jejak Laksda Hersan

Laksamana Muda TNI Hersan adalah perwira tinggi TNI Angkatan Laut kelahiran Toboali, Bangka Selatan, pada 7 Juli 1970.

Ia merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-40 tahun 1994.

Sejak lulus dari AAL, Hersan memulai kariernya di KRI Oswald Siahaan-354 pada tahun 1994.

Ia kemudian menjabat sebagai komandan di beberapa kapal perang, termasuk KRI Diponegoro-365 dan KRI Slamet Riyadi-352.

Pada tahun 2014 hingga 2016, Hersan dipercaya sebagai ajudan Presiden Joko Widodo.

Setelah itu, ia menjabat sebagai Komandan Lanal Palembang (2016–2017), Koordinator Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Laut (2017–2019), Asisten Perencanaan Kaskogabwilhan II (2019–2021), dan Komandan Gugus Tempur Laut Koarmada II (2021–2022).

Pada tahun 2022 hingga 2023, Hersan menjabat sebagai Sekretaris Militer Presiden.

Kemudian, ia diangkat sebagai Panglima Komando Armada III pada November 2023.

Selama karier militernya, Hersan telah menerima berbagai penghargaan dan brevet, termasuk Wing Penerbang TNI AL, Brevet Hiu Kencana, Brevet Manusia Katak Kopaska, dan UNIFIL Badge.

Pengamat Sebut Prabowo Tak Merestuinya

Batal dimutasinya Letjen TNI Kunto Arief anak Try Sutrisno dan dikembalikan ke posisi semula Pangkogabwilhan menarik perhatian sejumlah pihak.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga melansir Tribunnews.com, menyoroti pengembalian Letjen TNI Kunto Arief Wibowo ke posisi semula sebagai Pangkogabwilhan I setelah sebelumnya disebut akan menjabat sebagai Staf Khusus KSAD. 

Menurutnya, perubahan keputusan ini tak lazim terjadi di tubuh TNI dan menuai sejumlah pertanyaan publik.  Sebab, jarang ada penganuliran keputusan dalam waktu singkat.

“Perubahan itu tentu mengagetkan, karena tak lazim terjadi di TNI. Umumnya keputusan di TNI sudah melalui pertimbangan sangat matang, dan karenanya belum pernah terdengar keputusan Panglima TNI dianulir dalam waktu singkat,” kata Jamiluddin, saat dikonfirmasi Sabtu (3/5/2025).

Ia menilai, perubahan mendadak itu menguatkan dugaan adanya kepentingan di luar institusi militer. 

"Kesannya, perubahan keputusan itu diambil tergesa-gesa dan bernuansa politis,” ungkapnya.

Jamiluddin juga menyoroti keterkaitan waktu pergantian jabatan Kunto Arief dengan dinamika politik nasional, termasuk desakan sejumlah purnawirawan TNI agar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dicopot. 

“Ketepatan salah satu jenderal yang menyetujui wapres Gibran dicopot adalah ayahanda Kunto Arief, Tri Sutrisno,” jelasnya.

Ia mengatakan spekulasi pun berkembang bahwa pembatalan mutasi Kunto Arief bisa berkaitan dengan intervensi Presiden terpilih Prabowo Subianto. 

"Ada kemungkinan, dianulirnya pergantian Kunto Arief karena Presiden Prabowo Subianto tak merestuinya. Bisa jadi Prabowo yang meminta langsung ke Panglima TNI agar jabatan Kunto Arief dikembalikan,” ujarnya.

Jamiluddin menekankan bahwa hanya Presiden sebagai Panglima Tertinggi yang memiliki kewenangan untuk menganulir keputusan Panglima TNI. 

Jika benar demikian, maka hal itu menunjukkan posisi kuat Prabowo di tubuh militer.

“Kalau hal itu benar, berarti Prabowo tetap kuat di TNI. Tidak ada sosok lain yang cawe-cawe lebih kuat daripada Prabowo,” tegasnya.

Ia menyebut langkah ini justru menunjukkan sikap tegas dan kontrol penuh Prabowo sebagai Presiden.

“Hal ini tentu melegakan karena Prabowo sudah menunjukkan sebagai presiden sesungguhnya. Sikap dan ketegasan seperti ini memang yang diinginkan rakyat dari Prabowo,” pungkasnya.

>>>Update berita terkini di Googlenews Surya.co.id

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved