Kamis, 28 Mei 2026

Latihan Perdana Tim Musik Hardiknas 2025 Jatim, Libatkan 175 Siswa SMA

Latihan perdana ini melibatkan total 175 siswa yang terdiri dari 25 siswa Grup Orkestra SMAMX sebagai pengiring utama

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id/Sulvi Sofiana
GRUP ORKESTRA - Latihan perdana tim musik penampil Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 tingkat Provinsi Jawa Timur di SMAM X Surabaya, Selasa (29/4/2025). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - SMA Muhammadiyah 10 Surabaya (SMAMX) menjadi tuan rumah latihan perdana tim musik penampil Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 tingkat Provinsi Jawa Timur, Selasa (29/4/2025).

Latihan perdana ini melibatkan total 175 siswa yang terdiri dari 25 siswa Grup Orkestra SMAMX sebagai pengiring utama, dan 150 siswa anggota paduan suara dari empat sekolah negeri di Surabaya

Mereka akan tampil dalam Upacara Hardiknas yang digelar di Gedung Negara Grahadi pada 2 Mei 2025.

“Jumlah keseluruhan tim musik penampil dalam Hardiknas di Grahadi nanti 175 orang. Di mana 25 orang pemain musiknya adalah siswa SMAMX dari grup orkestra, sementara 150 orang siswa anggota paduan suara berasal dari empat sekolah negeri yang ada di Surabaya,” ujar Alief Lestari, guru pembina Orkestra SMAMX.

Dalam latihan yang berlangsung di aula SMAMX, para siswa berlatih memainkan delapan lagu, terdiri dari empat lagu wajib dan empat lagu hiburan. 

Lagu wajib akan dibawakan secara kolaboratif antara orkestra dan paduan suara, sementara lagu hiburan akan ditampilkan secara mandiri oleh tim orkestra.

“Empat lagu wajib akan dibawakan secara kolaborasi, sedangkan empat lagu hiburan akan dilantunkan oleh tim orkestra kami,” jelas Alief. 

Hal ini merupakan kesempatan kedua kalinya bagi tim Orkestra SMAMX, karena tahun kemarin juga tampil dalam peringatan Hardiknas di Grahadi. 

"Tentunya, ini menjadi pengalaman yang berharga bagi para siswa kami,"kesannya.

Kepala SMAMX, Salim Bahrisy, mengungkapkan kebanggaannya atas keterlibatan siswa dalam kegiatan tersebut.

Ia menilai partisipasi siswa dalam acara kenegaraan semacam ini sebagai bentuk pembelajaran langsung yang bermakna.

“Bagi kami, pembelajaran yang sebenarnya dan otentik adalah kegiatan seperti ini. Para siswa dapat secara langsung mengenali kegiatan yang memiliki manfaat besar dan dirasakan oleh masyarakat umum,” ujar Salim. 

BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved