UMKM Surabaya

Kisah SWK Tunjungan di Surabaya, Berdayakan Ibu-Ibu Rumah Tangga, Dapet THR dari Komunitas

Sentra Wisata Kuliner Tunjungan Kota Surabaya bisa menjadi inspirasi bagi para wanita di Surabaya. Selain membantu ekonomi keluarga

|
Editor: Adrianus Adhi
Dok SWK Tunjungan Surabaya
SWK TUNJUNGAN - Para anggota SWK Tunjungan saat menggelar acara buka puasa bersama pada Ramadhan 2025 

SURYA.co.id, Surabaya – Sentra Wisata Kuliner Tunjungan Kota Surabaya bisa menjadi inspirasi bagi para wanita di Surabaya. Selain membantu ekonomi keluarga, SWK Tunjungan ini juga menunjukkan bagaimana berdayanya komunitas para perempuan.

Untuk diketahui, SWK Tunjungan ini berada di Jalan Genteng Besar. Kelompok usaha ini berdiri di tahun 2021, dan kini berjumlah 26 UMKM.

Mereka merupakan warga di Kecamatan Genteng, Kota Surabaya yang berasal dari beragam latar belakang.

Asnariya, kordinator para pedagang kepada SURYA.co.id mengatakan pemilik usaha ini kebanyakan adalah ibu rumah tangga, di mana suami mereka banyak yang tak memiliki penghasilan tetap, seperti buruh, ojek, bahkan adapula yang bercerai dari suaminya.

“Usaha di sini yang kemudian menjadi salah satu tumpuan ekonomi keluarga,” kata Asna kepada SURYA.co.id.

PEREMPUAN BERDAYA - Pedagang di Sentra Wisata Kuliner Tunjungan Surabaya kebanyakan perempuan. Sentra ini memberi nilai lebih bagi para pengunjung di Jalan Genteng Besar.
PEREMPUAN BERDAYA - Pedagang di Sentra Wisata Kuliner Tunjungan Surabaya kebanyakan perempuan. Sentra ini memberi nilai lebih bagi para pengunjung di Jalan Genteng Besar. (SURYA/Adrianus Adhi)

Yang juga menarik, aktivitas para anggota SWK Tunjungan Surabaya tidak hanya berjualan saja. Mereka juga menggelar sejumlah pertemuan, pemberdayaan yang lain seperti pelatihan untuk membantu usaha mereka.

“Sebelum lebaran kemarin, kami juga membagi bingkisan dan uang lebaran Rp 500.000 bagi anggota,” tambah Asna.

Asna menambahkan SWK Tunjungan ini diusahakan dikelola secara profesional meski anggotanya berasal dari beragam latar belakang. 

Asna menyadari anggota SWK Tunjungan yang berasal dari latar belakang yang berbeda, baik dari pendidikan ataupun ekonomi, swasta atau bank tentu berpikir berulang-ulang untuk memberikan bantuan.

Oleh karena itu mereka membuat organisasi khusus, di mana ada ketua, sekretaris, bendahra serta bidang yang lainnya.

Para pengurus SWK Tunjungan, Asnariyah (kiri), Yuyun Nurul  Hikmiyah. Sekretaris SWK
PENGURUS SWK TUNJUNGAN - Para pengurus SWK Tunjungan, Asnariyah (kiri), Yuyun Nurul Hikmiyah. Sekretaris SWK (Tengah) dan Mujiana, Bendahara SWK (Kanan) saat ditemui SURYA.co.id beberapa waktu lalu.

Dengan cara seperti ini, mereka berharap SWK Tunjungan bisa terus exist di masyarakat.

Usaha ini juga mendapat apresiasi dari masyarakat, pemerintah hingga swasta. Saat ini ada banyak instansi yang mau bekerja sama dengan SWK Tunjungan, seperti BRI. 

Bank BRI bahkan memperlakukan khusus para pedagang di SWK Tunjungan, seperti pembuatan QRIS, bahkan membuat sayembara bagi mereka yang melakukan transaksi terbanyak.

Bank BRI juga membuat klaster khusus untuk para pedagang di SWK Tunjungan

“Untuk pinjaman memang belum, tapi kami berharap ini bisa difasilitasi agar kami berkembang,” kata Ana.

===

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Whatsapp Channel Harian Surya. Melalui Channel Whatsapp ini, Harian Surya akan mengirimkan rekomendasi bacaan menarik Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Persebaya dari seluruh daerah di Jawa Timur.Klik di sini untuk untuk bergabung

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved