Rabu, 29 April 2026

Bupati Situbondo Awasi Pembersihan Jalan Tertutup Longsor, 800 Warga Bebas Setelah 2 Bulan Terisolir

Waktu ada sekirar 300 warga yang bergotong royong, tetapi hanya bisa membuka akses jalan kecil untuk sepeda motor saja

Penulis: Izi Hartono | Editor: Deddy Humana
surya/izi hartono (izi hartono)
BUKA AKSES JALAN - Bupati Situbondo, Yusuf Rio WahyuPrayogo meninjau proses pengerukan material longsor yang menutupi akses jalan Desa Alas Bayur, Kecamatan Mlandingan, Jumat (18/04/2025) 

SURYA.CO.ID, SITUBONDO - Penderitaan ratusan warga Desa Alas Bayur, Kecamatan Mandingan, Kabupaten Situbondo akibat bencana tanah longsor dua bulan lalu, berakhir sudah.

Menyusul pembersihan material longsor di akses jalan desa itu, Jumat (18/4/2025), warga bisa bermobilitas kembali.

Pengerukan material longsor dilakukan Pemkab Situbondo melalui Dinas PUPR untuk mengeruk longsoran yang menutupi akses jalan di kawasan pegunungan itu.

Pengerukan material longsor sepanjang 100 meter dengan ketinggian 1 meter itu menggunakan alat berat, agar akses  jalan kembali normal dan dapat dilalui.

Bahkan Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo datang untuk mengawasi langsung proses pengerukan jalan yang yang menghubungkan Dusun Campoan dengan Dusun Kalompangan itu.

Akibat bencana tanah longsor tersebut, selama kurang lebih dua bulan sekitar 800 warga Dusun Campoan itu terisolir.

Kepala Desa Alas Bayur, Relawati mengatakan, sejak terjadinya longsor pada Februari 2025 lalu, jalan yang menghubungkan dua dusun itu tertutup.

Sebelumnya masyarakat sempat bergotong royong membuka jalan namun kemudian dihentikan karena kesulitan akibat banyaknya material bebatuan yang besar.

"Waktu ada sekirar 300 warga yang bergotong royong, tetapi hanya bisa membuka akses jalan kecil untuk sepeda motor saja," kata Relawati.

Relawati mengatakan, pihaknya bersyukur karena bupati telah membantu dan mendatangkan alat berat untuk membersihkan material longsor. "Alhamdulillah berkat bantuan Pak Bupati, jalan di desa kami bisa dilalui," ujar Relawati.

Selama ini, kata Relawati, akibat tanah longsor warganya merasa terganggu karena akses jalan itu tidak dapat dilalui kendaraan roda dua dan empat. "Kalau warga pergi ke pasar harus melalui jalan memutar yang jaraknya sangat.jauh," jelasnya.

Sementara Bupati Rio mengatakan, pemda baru mengirimkan alat berat untuk mengeruk tanah longsor karena bersamaan musim kemarau.

"Kami baru mengirim alat berat itu sekarang, karena saat ini sudah memasuki musim kemarau. Kalau ditangani saat musim hujan itu tidak mungkin, apalagi jalannya licin dan sangat curam," kata Mas Rio.

Dikatakan, pemda melakukam perbaikan jalan itu untuk menyambung akses Dusun Campoan ke Dusun Klompangan.

"Tidak hanya jalan tertutup longsor yang diperbaiki, namun ada jembatan yang mulai terkikis. Jadi jembatan itu juga akan diperbaiki untuk mitigasi bencana," ucapnya. *****

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved