Bocah Bondowoso Dipulangkan Akibat Tiada Biaya Obati Luka Bakar, Dirujuk ke Jember Usai Viral di FB

Kini KU sudah dibawa kembali oleh pemerintah dan kepolisian ke RS Bhayangkara setelah kondisinya diviralkan di medsos. 

Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Deddy Humana
surya/Sinca Ari Pangistu (Sinca)
WARGA MISKIN BONDOWOSO - Tangkapan layar video viral bocah 7 tahun berinisial KU tertidur di rumahnya dengan luka bakar. Bocah anak warga Bondowoso itu dipulang paksa karena keluarga mengalami kesulitan ekonomi, Senin (14/4/2025). 

SURYA.CO.ID, BONDOWOSO - Pengentasan kemiskinan ekstrem di daerah memang tidak mudah. Riwayat sakit yang dialami KU (7), anak dari warga Desa Sumber Tengah, Kecamatan Binakal, Kabupaten Bondowoso ini bisa menjadi pelajaran.

Akibat mengalami luka bakar cukup parah, bocah itu harus menjalani perawatan di Puskesmas lalu dirujuk ke RSUD dr Koesnadi Bondowoso.

Tetapi setelah sepekan dirawat, orangtua KU mengajukan pulang paksa karena tak memiliki uang untuk biaya berobat. Dan selama sekitar 3 pekan di rumah, luka anak tersebut tidak kunjung sembuh bahkan mengeluarkan aroma tak sedap.

Video yang menggambarkan kondisi anak tersebut viral di media sosial (medsos). Menurut Syaiful Fadli, tetangga korban, saat KU mengalami luka bakar dari dada hingga sebagian paha, orangtuanya langsung membawanya ke Puskesmas dan dirujuk ke RSUD dr Koesnadi.

Bahkan KU telah mendapatkan perawatan sekitar 8 hari hingga 27 Maret 2025. Hanya saja karena harus menjalani operasi besar maka KU harus dirujuk ke Jember

Semua biaya saat itu gratis, menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Namun saat akan dirujuk ke Jember, orangtuanya meminta anak tersebut dipulang paksa karena faktor ekonomi.

Bisa dimaklumi, orangtua KU memang warga miskin. Ayahnya sehari-hari hanya bekerja sebagai penjual tempe keliling, dan ibunya menjadi perajin besek. Penghasilan hariannya bahkan kadang tidak cukup untuk makan sehari-hari.

Lebih-lebih, bibinya juga baru jatuh saat bekerja dan lumpuh. Kemudian ada anggota keluarga yang juga baru meninggal dunia.

 "Tempe-tempe di dapurnya membusuk karena tidak dijual orangtuanya, ya selama menjaga anaknya itu," jelas Syaiful, Senin (14/4/2025).

Kini KU sudah dibawa kembali oleh pemerintah dan kepolisian ke RS Bhayangkara setelah kondisinya diviralkan di medsos. 

"Langsung saya minta bantuan teman-teman di Facebook dan WA. Tadi malam juga KU langsung dibawa ke rumah sakit oleh pemerintah dan polisi. Sekarang katanya sudah dirujuk ke Jember," ujarnya.

Ia menjelaskan, luka bakar itu dialami KU pada 19 Maret 2025 lalu saat bermain kembang api bersama dua temannya. Namun nahas, apinya kemudian mengenai KU hingga terjadi luka bakar.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos PPPAKB) Bondowoso, Anisatul Hamidah mengatakan, karena penyebab luka akibat kembang api, biaya penanganannya tidak bisa menggunakan BPJS Kesehatan. Meski orangtua korban terdaftar sebagai peserta PBI JKN aktif.

Karena itulah, biaya pengobatannya diusulkan melalui Kesmas Pemprov Jatim. “Dari sisi pembiayaan kesehatan gak ada masalah,” jelas Anisa.

Hanya saja, karena orangtuanya menolak untuk dirujuk ke Jember maka anak tersebut dibawa pulang dan menggunakan obat-obatan tradisional. 

Dan Minggu (13/4/2025) kemarin, KU sudah dibawa ke RS Bhayangkara dan dirujuk ke Jember. Menurut informasi dari RS Bhayangkara, biayanya saat ini bisa menggunakan BPJS Kesehatan karena sudah lanjutan.

"Sudah dibawa ke RS Bhayangkara. Apalagi korban mengeluarkan bau tidak sedap dari kulitnya," pungkasnya. ****

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved