Longsor di Batu
Ayah Seperti Ada Firasat Sebelum Longsor, Ingatkan Penumpang Granmax Berhati-Hati Menuju Blitar
Yasid mengatakan sebelum kejadian nahas tersebut, korban berpamitan hendak halal bihalal ke rumah saudaranya di Blitar.
Penulis: Dya Ayu | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO.ID, KOTA BATU - Bencana tanah longsor di Jalur Pacet Mojokerto-Cangar Batu menewaskan 10 orang yang menjadi penumpang 2 mobil.
Yaitu mobil Innova abu-abu yang ditumpangi 7 orang asal Sidoarjo dan mobil pikap Granmax yang ditumpangi 3 orang sekeluarga asal Trawas Mojokerto.
Korban tewas dalam pikap Granmax S 9137 NI putih itu diketahui merupakan pasangan suami istri bernama Ahmad Fiki Muzaki (28) dan Fitria Handayani (27) asal Urung-urung Jati Jejer Trawas Mojokerto, serta anaknya bernama Mikaila (3,5).
Keluarga korban, Yasid mengatakan sebelum kejadian nahas tersebut, korban berpamitan hendak halal bihalal ke rumah saudaranya di Blitar.
“Awalnya berkumpul di rumahnya, kemudian pamit mau halal bihalal ke Blitar, lanjut ke Tulungagung dan Trenggalek. Sudah diingatkan ayahnya supaya berhati-hati karena ban mobilnya tipis agar pelan-pelan saja. Tidak tahu sudah merasa atau gimana,” kenang Yasid, Jumat (4/4/2025).
Kemudian keluarga baru mendapat kabar setelah kepala desa setempat datang untuk menanyakan plat nomor kendaraan Granmax yang dikendarai korban.
“Sekitar pukul 13.00 WIB kami hubungi, tetapi tidak bisa. Kemudian pukul 16.00 WIB dikabari Pak Lurah untuk mengecek nopol kendaraan. Awalnya bilang bukan, ternyata benar," kata Yasid.
Selanjutnya, kata Yasid, ada kabar barang bawaan yang dievakuasi dikenali sebagai milik korban Muzaki. "Kemudian diketahui korban itu terdiri dari Mas Ahmad, Mbak Fitri dan anaknya yang masih 3 tahun namanya Mikaila,” jelasnya. *****
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/evakuasi-longsor-Batu-22.jpg)