Sabtu, 18 April 2026

Lebaran 2025

Tradisi Ambengan Bandeng di Duduksampeyan Gresik setelah salat Idul Fitri 1446 H

Tradisi Ambengan yang digelar setelah salat Idul Fitri masih dijaga sebagian besar masyarakat Gresik. Salah satunya di Desa Ambeng-ambeng

Editor: Wiwit Purwanto
Surya.co.id/willy
TRADISI AMBENGAN - Warga membawa ambengan bandeng untuk disantap bersama setelah salat ied di Desa Ambeng-ambeng, Jalan Raya Duduksampeyan, Gresik, Senin (31/3/2025). 

SURYA.CO.ID GRESIK - Tradisi ambengan bandeng masih terus dilestarikan di Kabupaten Gresik. Warga di Kabupaten Gresik tetap antusias menjalankan tradisi Ambengan, makan bandeng bersama di hari Raya Idul Fitri 1446 H.

Tradisi Ambengan yang digelar setelah salat Idul Fitri masih dijaga dengan baik oleh sebagian besar masyarakat Gresik. Salah satunya di Desa Ambeng-ambeng Duduksampeyan, Gresik.

Ambengan sendiri berasal dari Ambeng yang artinya sego lengser. Setiap rumah akan membawa ambeng yang berisi lauk pauk (ikan bandeng dan lain-lain) dan juga nasi.

Nasi tersebut kemudian diletakkan pada sebuah lengser atau nampan berukuran besar. Para warga ramai berbondong-bondong ke Masjid atau Musala dengan membawa Ambeng.

Di sana mereka kemudian akan membaca do'a bersama yakni bacaan tahlil. Selanjutnya warga akan saling bertukar makanan dan menyantapnya secara bersama-sama.

Baca juga: Lebaran, Seni Kaligrafi Serbuk Kayu di Probolinggo Banjir Pesanan, Ayat Kursi & Asmaul Husna Laris

Hal tersebut menjadi wujud kerukunan dan rasa syukur warga usai melaksanakan ibadah puasa Ramadan selama satu bulan penuh.

"Ambengan bandeng sebelum di makan bersama, tokoh masyarakat desa setempat memimpin bacaan doa terlebih dahulu, Sebagai ungkapan syukur lalu makan bareng-bareng," kata Zainul, Senin (31/3/2025).

Tujuan diadakan tradisi unik Ambengan yakni sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala karunia yang diberikan. Hal yang sama diungkapkan Khoirur Rosyidi mengatakan, tradisi Ambengan mengandung nilai religius, dalam bentuk rasa syukur kepada Tuhan usai melakukan ibadah puasa.

Baca juga: Tumplek Blek Warga Dan Wali Kota Eri Cahyadi Salat Idulfitri 1446 H di Balai Kota Surabaya 

Ambeng tersebut juga disertai dengan membawa uang selawat atau sedekah seikhlasnya. Uang selawat disisipkan diatas makanan.

"Nanti sisa Ambeng bisa dibawa pulang untuk keluarga di rumah," tutupnya. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved