Hikmah Ramadan 2025
Puasa Ramadhan di Indonesia, Indah dan Nikmat !
Indonesia, dengan keberagaman budaya, suku dan tradisi, menjadikan bulan Ramadhan memiliki keindahannya tersendiri.
Penulis: Abdullah Faqih | Editor: Cak Sur
Tak hanya itu, tradisi mudik atau pulang kampung juga menjadi salah satu fenomena menarik yang tak terpisahkan dari Ramadhan di Indonesia.
Banyak orang yang berbondong-bondong pulang ke kampung halaman, untuk merayakan Hari Raya bersama keluarga besar, memberikan nuansa kebersamaan yang sangat terasa.
Berpuasa Ramadhan di Indonesia memang memiliki keindahan tersendiri.
Di tengah kesibukan dan dinamika kehidupan, bulan Ramadhan memberikan kesempatan untuk berhenti sejenak, introspeksi diri dan memperbanyak amal kebaikan.
Dari kebersamaan saat berbuka puasa hingga malam-malam penuh ibadah, setiap momen selama Ramadhan selalu memberikan kesan yang mendalam.
Inilah yang membuat Ramadhan di Indonesia selalu dirindukan dan dihormati oleh umat Islam di seluruh tanah air.
Lebih dari sekedar keindahan. Puasa Ramadhan di Indonesia terasa lebih nikmat dan indah karena cuaca yang bersahabat dan durasi waktu yang normal.
Cuaca di Indonesia terasa lebih nikmat, karena tidak mengalami cuaca ekstrem seperti negara-negara di benua biru, cuaca ekstremnya hingga mencapai minus, atau panasnya di atas rata-rata (kisaran 47-50°C).
Dari aspek waktu, juga terasa lebih nikmat, karena lebih singkat dan hampir sama antara siang dan malam, yaitu di kisaran 13 hingga 14 jam. Hal ini dikarenakan bentangan garis khatulistiwa atau ekuator yang melewati cakrawala bumi Indonesia.
Bandingkan dengan negara-negara bercuaca ekstrem seperti Melbourne - Australia,, siang di musin panas hingga mencapai 17-18 jam. Tentu, durasi waktu yang lebih lama dari rata-rata waktu siang di Indonesia, terasa sangat memberatkan jika bertepatan dengan bulan Ramadhan.
Akhir kata, Indonesia adalah negara yang sangat indah dan nikmat untuk dijadikan sebagai tempat beribadah, tak terkecuali ibadah puasa Ramadhan.
Bersyukur dan berbanggalah menjadi bagian dari Indonesia, dan jangan engkau dustakan nikmat nya hidup di Indonesia. (*)
| Renungan Spiritual dan Sosial di Penghujung Ramadhan : Sudahkah Kita Menjadi Pribadi yang Fitri ? |
|
|---|
| Merawat Kemabruran Puasa - Dari Salam, Islam dan ke Istislam |
|
|---|
| Merawat Kemabruran Puasa - Dari Sufi Palsu ke Sufi Sejati |
|
|---|
| Kebutuhan Ramadhan Meningkat, Pinjol Solusinya? |
|
|---|
| Merawat Kemabruran Puasa - Dari Ta'abbud ke Isti'anah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Dr-Holis-2832025.jpg)