Kamis, 23 April 2026

Rahasia Digital Parenting

Anak-anak tumbuh di lingkungan dengan teknologi yang memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari. 

Foto Istimewa
Wimmie Handiwidjojo, Dosen Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta 

Oleh : Wimmie Handiwidjojo
Dosen Program Studi Sistem Informasi
Fakultas Teknologi Informasi
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Digital parenting merupakan hal yang sangat penting bagi orang tua di era modern ini. 

Anak-anak tumbuh di lingkungan dengan teknologi yang memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari. 

Digital parenting tidak hanya menyoroti manfaat positifnya bagi pendidikan anak-anak, tetapi juga memberikan panduan praktis terkait metode komunikasi terbuka dan pendidikan teknologi. 

Oleh karena itu, orang tua harus memahami betapa esensialnya membimbing anak dalam penggunaan teknologi dengan bijak dan produktif.

Anak-anak zaman now, sering disebut sebagai digital natives, memiliki keahlian alami dalam menggunakan teknologi. 

Mereka terhubung ke dunia secara global melalui internet, tetapi juga rentan terhadap ketergantungan pada teknologi. 

Oleh karena itu, orang tua perlu memantau dan mengatur aktivitas online anak, terutama terhadap konten yang tidak pantas atau risiko seperti cyberbullying (perundungan).

Lima metode digital parenting akan dijelaskan sebagai berikut. 

Pertama, digital parenting memerlukan komunikasi terbuka antara orang tua dan anak mengenai penggunaan teknologi, yang menjadi kunci utama dalam pendekatan ini. 

Orang tua dapat membantu mereka memahami pentingnya penggunaan yang bertanggung jawab sekaligus mengetahui manfaat dan risiko teknologi. 

Melalui dialog, ditetapkan aturan bersama dan melibatkan anak dalam keputusan terkait teknologi untuk memberikan arahan yang sesuai. 

Orang tua perlu terlibat aktif dalam memantau aktivitas online anak dengan berinteraksi dan bermain bersama.

Dengan demikian, orang tua dapat memberikan bimbingan yang tepat terkait penggunaan teknologi kepada anak-anak mereka. 

Orang tua yang merasa kurang akrab dengan teknologi dapat memanfaatkan sumber daya eksternal seperti kursus online atau bantuan dari individu yang memiliki pengetahuan teknologi untuk mengajarkan anak-anak cara menggunakan teknologi dengan bijak.

Kedua, orang tua dapat melindungi anak-anak dari potensi risiko online dengan menerapkan Parental Control Software (PCS), yaitu perangkat lunak yang memungkinkan orang tua mengendalikan kegiatan online anak. 

Beberapa aplikasi PCS seperti NetNanny, Qustodio, dan Kaspersky Safe Kids memungkinkan orang tua untuk memantau aktivitas online anak, mengatur waktu penggunaan layar, memblokir konten yang tidak sesuai, dan menerima laporan tentang aktivitas online anak. 

Dengan menginstal perangkat lunak itu, pengawasan yang lebih efektif dapat dilakukan. 

Sebagai hasilnya, anak-anak dapat menjelajahi dunia digital dengan aman, mengakses konten yang bermanfaat, dan berada dalam lingkungan online yang mendukung perkembangan mereka secara positif.

Ketiga, perilaku orang tua dalam menggunakan internet dapat memengaruhi anak karena mereka cenderung meniru tingkah laku orang tua. 

Misalnya orang tua terlalu sering menggunakan ponsel sepanjang hari, kurang memberikan perhatian pada anak, atau jarang melibatkan anak dalam kegiatan di luar rumah untuk memenuhi kebutuhan sosial mereka, kemungkinan besar orang tua akan mengalami kesulitan dalam memberikan pedoman yang tepat kepada anak-anak mereka.

Keempat, pemilihan lokasi untuk penempatan komputer dalam akses online juga harus dilakukan dengan bijaksana. 

Disarankan agar komputer ditempatkan di area publik seperti ruang keluarga sehingga dapat dipantau dengan mudah dan tidak memberikan kesempatan kepada anak untuk menggunakan internet secara tersembunyi di dalam kamar. 

Dengan menempatkan komputer di area publik keluarga, orang tua dapat dengan mudah mengawasi aktivitas online anak-anak. 

Hal itu juga dapat membuat anak lebih berhati-hati dan enggan mengakses situs-situs online yang tidak pantas seperti konten pornografi dan kekerasan.

Kelima, penting bagi orang tua untuk memiliki kebijakan yang jelas terkait pemberian perangkat elektronik kepada anak. 

Meskipun mungkin tergoda untuk memberikan perangkat itu kepada anak demi menghindari gangguan dari anak terhadap aktivitas orang tua, namun penting untuk tidak memberikannya terlalu dini. 

Menurut rekomendasi American Academy of Pediatrics (AAP) 2016, pemberian perangkat elektronik kepada anak harus mempertimbangkan usia anak dan tingkat pengawasan yang dapat diberikan.

AAP merekomendasikan, anak di bawah usia 18 bulan sebaiknya tidak menggunakan layar elektronik. 

Anak usia 18-24 bulan perlu diawasi dan terbatas pada konten pendidikan berkualitas serta harus melibatkan interaksi bersama orang tua. 

Pada anak usia 2-5 tahun, disarankan agar waktu layar dibatasi maksimal 1 jam per hari, dengan fokus pada konten yang edukatif dan berkualitas. 

Sementara itu, untuk anak usia 6 tahun ke atas, disarankan untuk menetapkan batasan waktu layar yang sesuai dengan usia, aktivitas fisik, dan kebutuhan tidur anak.

Digital parenting merupakan dasar yang sangat penting bagi orang tua dalam mengarahkan anak-anak menuju penggunaan teknologi yang cerdas. 

Dengan mengutamakan komunikasi yang terbuka, pendidikan teknologi, pemasangan PCS, menunjukkan contoh perilaku yang positif dari orang tua, serta menahan diri dari memberikan perangkat elektronik terlalu dini tanpa pengawasan yang ketat, orang tua dapat menciptakan lingkungan yang mendukung anak-anak dalam menjelajahi dunia digital dengan aman dan cerdas. (*)

BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved