4 Pengedar Uang Palsu di Sidoarjo Tertangkap, Ketahuan Gara-gara Transaksi Pembayaran KUR
4 orang pengedar uang palsu di Sidoarjo, Jawa Timur, tertangkap. Mereka ketahuan mengedarkan uang palsu di beberapa wilayah Kota Delta.
SURYA.CO.ID, SIDOARJO - 4 orang pengedar uang palsu (upal) di Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), tertangkap.
Mereka ketahuan telah mengedarkan sejumlah upal di beberapa wilayah Kota Delta.
Para pengedar itu terdiri dari 3 orang pria dan 1 wanita. Yakni S dan AY asal Bangil, Pasuruan, kemudian SBU asal Tanggulangin serta TC asal Pandaan, Pasuruan.
Menurut Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing, pengungkapan kasus peredaran uang palsu di wilayah hukum Polresta Sidoarjo ini, bermula dari laporan masyarakat.
Pada 20 Februari 2025, tersangka S melakukan transaksi pembayaran KUR di sebuah toko di Desa Pamotan, Kecamatan Porong, Sidoarjo, menggunakan 6 lembar uang pecahan Rp 100.000.
Pemilik toko curiga uang yang diserahkan S adalah palsu. Sehingga uang tidak diterima. Selanjutnya oleh pengelola toko dilaporkan ke Polsek Porong beserta bukti rekaman CCTV di tokonya.
Berdasarkan informasi tersebut, anggota Unit Reskrim Polsek Porong dengan di back up Unit Pidum Satreskrim Polresta Sidoarjo, melakukan penyelidikan dan hasilnya pada 27 Februari 2025 siang tersangka S dan tersangka AY diamankan di tempat kos di Porong.
"Pada saat penggeledahan di tempat kos pelaku S dan AY, ditemukan barang bukti berupa 40 lembar uang kertas pecahan Rp 100.000 tahun emisi 2016, ada 68 lembar uang kertas pecahan Rp 50.000 tahun emisi 2022," kata Kapolresta Christian Tobing.
Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui uang yang diduga palsu tersebut didapatkan dari tersangka T C alias MJ, dan uang yang diduga palsu didapatkan dari tersangka SBU.
Dari keterangan tersebut, kemudian dilakukan penyelidikan lebih lanjut oleh Unit Reskrim Polsek Porong dengan di back up Satreskrim Polresta Sidoarjo, hingga berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka TC alias MJ pada 27 Pebruari 2025 di tempat kos di Gempol, Pasuruan.
Kemudian, tersangka SBU ditangkap pada hari yang sama di rumahnya di Tanggulangin, Sidoarjo.
Pengakuan para tersangka, mereka mendapatkan uang palsu dari seorang bernama Abah Soleh (DPO) dan seseorang dari Bandung dengan transaksi COD.
Terhadap tersangka, dikenakan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara, sesuai dimaksud dalam pasal 36 ayat (2) dan ayat (3) UU RI No.7 Tahun 2011 tentang Mata Uang Jo Pasal 245 KUHP.
Melalui kesempatan ini, Kapolresta Sidoarjo menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar lebih teliti dan hati-hati saat bertransaksi. Terlebih lagi jelang Idul Fitri 1466 Hijriah marak peredaran pertukaran uang baru.
pengedar uang palsu di Sidoarjo
uang palsu
Sidoarjo
Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing
surabaya.tribunnews.com
Idul Fitri 1446 Hijriah
Dinas PUPR Kab Kediri Sebut Progres Pembangunan Jalan Stadion Gelora Daha Jayati Capai 17 Persen |
![]() |
---|
Pasar Janti Dibongkar, Wakil Ketua DPRD Ponorogo Evi Dwitasari: Semoga Tidak Ada Lagi Tempat Asusila |
![]() |
---|
Intip Tampilan dan Fitur AION UT Mobil Listrik Berbasis AI di GIIAS Surabaya 2025 |
![]() |
---|
Dispora Alokasikan Rp550 Juta untuk Pembangunan Tahap 2 GOR Bela Diri Mastrip Kota Blitar |
![]() |
---|
Kota Blitar Butuh 20 SPPG untuk Penuhi 40 Ribu Penerima Manfaat Program Makan Bergizi Gratis |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.