Minggu, 12 April 2026

Mahasiswa UC Surabaya Manfaatkan AI Buat Chatbot Yucca untuk Bantu Mahasiswa Baru

Mahasiswa Universitas Ciputra (UC) Surabaya memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk menciptakan chatbot interaktif bernama Yucca.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: irwan sy
UC
ASISTEN VIRTUAL - Mahasiswa Universitas Ciputra (UC) Surabaya mendesain asisten virtual berbentuk maskot Yucca dengan memanfaatkan AI untuk membantu mahasiswa baru. Chatbot ini dirancang untuk membantu mahasiswa baru dalam mendapatkan informasi penting seputar kampus, termasuk fasilitas, jadwal, hingga rekomendasi tempat kos. 

SURYA.co.id | SURABAYA – Mahasiswa Universitas Ciputra (UC) Surabaya memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk menciptakan chatbot interaktif bernama Yucca.

Chatbot ini dirancang untuk membantu mahasiswa baru dalam mendapatkan informasi penting seputar kampus, termasuk fasilitas, jadwal, hingga rekomendasi tempat kos.

Director AI and Technology Transformation UC Surabaya, Dr Trianggoro Wiradinata MEngSc CDSS, mengungkapkan bahwa proyek ini lahir dari sebuah kompetisi yang diadakan oleh UC.

"Kompetisi tersebut bertujuan untuk menciptakan asisten virtual berbentuk maskot kampus, Yuka, yang dapat memberikan informasi dalam bentuk suara dan teks melalui website resmi UC," urainya, Senin (24/3/2025).

Kolaborasi ini melibatkan dua program studi, yakni Informatika dan Visual Communication Design (VCD).

Mahasiswa Informatika memanfaatkan teknologi AI dalam perkuliahan mereka, sedangkan mahasiswa VCD mengembangkan tampilan dan animasi karakter Yuka.

"Dengan inovasi ini membuktikan bahwa kolaborasi lintas disiplin ilmu dapat menghasilkan solusi berbasis teknologi yang bermanfaat bagi komunitas kampus," pungkasnya.

Willas Daniel Rorrong Lomban Tobing, salah satu anggota tim Informatika, menjelaskan bahwa chatbot ini dikembangkan menggunakan Application Programming Interface (API).

"Teknologi AI yang kami gunakan mencakup GBT AI untuk menghasilkan respons cerdas serta Eleven Labs AI untuk membuat visual Yucca mengeluarkan suara," imbuh Willas.

Sementara itu, data yang digunakan dalam chatbot dikumpulkan melalui website internal UC, termasuk tambahan informasi mengenai tempat kos di sekitar kampus.

"Kesulitan utama kami adalah menyesuaikan desain agar menarik dan bisa diterima oleh kedua tim," ujar Willas.

Di sisi lain, Gerald Hartanto dari tim Visual menjelaskan bahwa pembuatan karakter Yuka dimulai dengan menentukan sifat dan wataknya.

Proses pengembangan mencakup pembuatan storyboard, rigging untuk memberikan pergerakan pada model karakter, serta penyesuaian ukuran dan format agar kompatibel dengan sistem yang dikembangkan tim programmer.

“Proses rigging dan storyboard memakan waktu sekitar satu bulan, sementara integrasi dengan sistem pemrograman memakan waktu sekitar satu minggu,” jelas Gerald.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved