Rabu, 22 April 2026

Bocil di Ponorogo Tewas Tersetrum, Gara-garanya Perbaiki Stop Kontak Pakai Gunting

Nasib nahas dialami bocah cilik di Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo, Jatim. Ia tewas seusai tersetrum listrik.

Penulis: Pramita Kusumaningrum | Editor: Cak Sur
Istimewa/Humas Polsek Sooko
BOCIL TERSETRUM - Petugas inafis dari Satreskrim Polres Ponorogo dan Polsek Sooko melakukan olah TKP di rumah bocah korban tersetrum di Desa Desa Jurug, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (21/3/2025). Korban tewas setelah tersengat listrik, akibat memperbaiki stop kontak menggunakan gunting. 

SURYA.CO.ID, PONOROGO - Nasib nahas dialami bocah cilik (bocil) berinisial CH (12) warga Desa Jurug, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur (Jatim), ia tewas seusai tersetrum listrik.

Disebutkan, korban sebelumnya diketahui memperbaiki stop kontak hanya dengan menggunakan gunting.  

“Iya benar ada anak tewas tersetrum,” ungkap Kapolsek Sooko, AKP Moh Isa Latip, Jumat (21/3/2025).

Dia menjelaskan, bahwa awalnya korban mengecas handphone miliknya yang tersambung stop kontak. Namun, daya handphone miliknya tidak bertambah.

“Korban CH kemudian mencoba memperbaiki stop kontaknya menggunakan  gunting. Saat memperbaiki korban tersengat aliran listrik," urai AKP Latip.

Menurutnya, korban tidak memiliki keahlian kelistrikan, langsung tewas seketika setelah tersengat aliran listrik. 

“Ibunya yang mengetahui, berusaha menolong anaknya dengan meminta bantuan pertolongan warga sekitar dan mengevakuasi korban ke Puskesmas Sooko,” tambahnya.

Namun, imbuh AKP Latip, korban tidak bisa terselamatkan. Korban mengalami luka di ibu jari sebelah kanan akibat sengatan listrik. 

“Setelah dilakukan pemeriksaan, jenazah korban kemudian dipulangkan ke rumah duka," tambahnya

AKP Latif mengaku, bahwa Korps Bhayangkara telah menggelar olah TKP bersama tim Inafis Polres Ponorogo. Juga dilakukan pemeriksaan saksi,serta mengamankan barang bukti di lokasi kejadian. 

“Hasilnya murni tersetrum. Korban meninggal dunia lantaran tersengat arus listrik. Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah, dan menolak dilakukannya autopsi dengan menandatangani surat pernyataan," pungkasnya.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved