Rabu, 15 April 2026

Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan Masyarakat Pasuruan Raya Capai Rp 7,5 Miliar

Dari catatan BPJS, saat ini tunggakan iuran BPJS Kesehatan peserta mandiri di wilayah Pasuruan Raya mencapai Rp 77,5 miliar. 

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Galih Lintartika
PROGRAM REHAB - Angka tunggakan iuran BPJS Kesehatan sangat tinggi di Pasuruan Raya, Jawa Timur. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan, dr Dina Diana Permata, mendorong peserta mandiri yang menunggak iuran untuk mengikuti program Rencana Pembayaran Bertahap (REHAB), Selasa (18/3/2025). 

SURYA.CO.ID, PASURUAN - Catatan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, angka tunggakan iuran BPJS Kesehatan sangat tinggi di Kota Pasuruan dan Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (Jatim). 

Dari catatan BPJS, saat ini tunggakan iuran peserta mandiri di wilayah Pasuruan Raya mencapai Rp 77,5 miliar. 

Wilayah Kota Pasuruan dengan total peserta menunggak 4.809 jiwa. Jumlah tunggakan mencapai Rp 4,5 miliar. 

Sedangkan wilayah Kabupaten Pasuruan dengan jumlah peserta menunggak 101.904 jiwa, tunggakan mencapai Rp 73 miliar.

BPJS mengimbau kepasa para peserta yang menunggak iuran dapat mengikuti program Rencana Pembayaran Bertahap (REHAB), atau membayar dengan sistem cicil.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan, dr Dina Diana Permata, mendorong peserta mandiri yang menunggak iuran untuk mengikuti program REHAB. 

Menurutnya, ini adalah cara tepat untuk membantu peserta agar bisa melunasi tunggakan, sehingga tetap mendapatkan jaminan kesehatan,

Dijelaskan Dina, program REHAB ini memungkinkan peserta untuk melunasi tunggakan secara bertahap, bahkan hingga 24 bulan atau dua tahun. 

Tujuannya, agar peserta tidak mengalami masalah saat dirawat di rumah sakit. Nanti kalau tidak lunas di rumah sakit akan jadi masalah, karena pembayaran membengkak. 

Sampai saat ini, masyarakat selalu meremehkan terkait BPJS Kesehatan, karena dianggap tidak sakit. Dan itu yang menjadi kendala. 

Dina mengakui, bahwa sebagian besar penunggak iuran adalah warga dengan ekonomi di bawah rata-rata yang belum memahami pentingnya jaminan kesehatan.

BPJS Kesehatan juga melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Seperti halnya menghubungi peserta menunggak melalui telekonseling, 

Selain itu, bekerja sama dengan kader JKN untuk edukasi door to door.

"Kami juga datang ke rumah dan melakukan edukasi. Penjangkauan Sisir Advokasi Registrasi (Pesiar) yang kerja sama dengan perangkat desa," pungkasnya.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved