SURYA Kampus
FK UINSA Buka Pendaftaran Jalur Mandiri Tanpa Uang Pangkal
Fakultas Kedokteran Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya membuka penerimaan mahasiswa baru melalui jalur seleksi Mandiri
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, SURABAYA- Fakultas Kedokteran Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya membuka penerimaan mahasiswa baru melalui jalur seleksi Mandiri untuk tahun akademik 2025.
Rektor UINSA, Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D., menyampaikan, UINSA berkomitmen memberikan akses pendidikan kedokteran berkualitas dengan biaya yang lebih terjangkau.
Dengan demikian mahasiswa FK tidak akan dibebankan biaya pungutan selain Uang Kuliah Tunggal (UKT).
"Fakultas Kedokteran UINSA menetapkan biaya kuliah sebesar Rp 37.700.000 per semester. Namun, yang membedakan kami dengan fakultas kedokteran lainnya adalah tidak adanya pungutan tambahan seperti IPI, SPI, atau uang gedung. Ini adalah bentuk komitmen UINSA dalam memberikan akses pendidikan yang lebih inklusif dan terjangkau bagi calon dokter masa depan," ungkap Prof. Muzakki dalam pers konferensi peresmian FK UINSA di kampus UINSA Gunung Anyar, Senin (17/3/2025) sore.
Dikatakannya, pendaftaran FK ini dilakukan di jalur mandiri karena izin FK baru keluar setelah penetapan SNBT 2025.
Sehingga pendaftaran FK baru diterima setelah dibuka mulai 24 Maret 2025 melalui jalur seleksi Mandiri yang terbagi dalam tiga gelombang.
PendaftaR FK bisa mengikuti seleksi mandiri dalam tiga gelombang. Gelombang pertama, seleksi mandiri tes, berlangsung pada 24-30 Maret 2025.
Gelombang kedua menggunakan nilai UTBK dan tes psikologi, yang dibuka pada 3-6 Juni 2025.
Sementara itu, gelombang ketiga kembali menerapkan seleksi mandiri tes pada 3-5 Juli 2025.
"Calon mahasiswa yang dapat mendaftar adalah lulusan SMA/MA/SMK Kesehatan, Pondok Pesantren, atau yang sederajat dari tahun 2023, 2024, dan 2025,"lanjutnya.
Selain itu, calon mahasiswa juga harus sehat jasmani dan rohani serta melampirkan hasil medical check-up dari instansi kesehatan resmi.
"Kami ingin mencetak dokter yang tidak hanya memiliki keahlian medis yang mumpuni, tetapi juga memahami nilai-nilai keislaman dan mampu berkontribusi pada kesehatan berbasis komunitas. Oleh karena itu, seleksi yang kami lakukan tidak hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga psikologi dan potensi bidang yang sesuai dengan visi FK UINSA," tambahnya.
| Sosok Mantan Ojek Online di Makassar Jadi Supervisor Perusahaan Nikel, Dulu Raih Beasiswa LPDP |
|
|---|
| Sosok Anak Penjual Es Teh asal Palembang Jadi Wisudawan Terbaik UNY dan Sarjana Pertama di Keluarga |
|
|---|
| Kisah Satu Keluarga Wisuda Bareng di UB Malang, Ayah-Ibu dan Anak Lulus FH dari Jenjang Berbeda |
|
|---|
| Ali Kuncoro Lulus Cumlaude dan Raih Gelar Doktor Ilmu Keolahragaan dari Unesa |
|
|---|
| ITS Kembangkan Sistem Monitoring Tanah untuk Tingkatkan Efisiensi Pemupukan Petani Tuban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Uang-Kuliah-Tunggal-tanpa-uang-gedung-atau-pungutan-lainnya.jpg)