Rabu, 8 April 2026

Freeport Indonesia

PT Freeport Indonesia: Pabrik Pemurnian Logam Mulia di Gresik Jadi Percepatan Hilirisasi Nasional

Pabrik pemurnian logam mulia Smelter PT Freeport Indonesia di Gresik ini menjadi percepatan hilirisasi nasional.

Penulis: Willy Abraham | Editor: irwan sy
willy abraham/surya.co.id
HILIRISASI - Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas (dua dari kanan), mendampingi Presiden Prabowo Subianto saat peresmian Produksi Pabrik Pemurnian Logam Mulia di Smelter PTFI Gresik, Senin (17/3/2025). Tony Wenas mengatakan fasilitas Precious Metal Refinery (PMR) ini mendukung percepatan program hilirisasi industri logam mulia nasional. 

SURYA.co.id | GRESIK - Pabrik pemurnian logam mulia Smelter PT Freeport Indonesia di Gresik yang diresmikan langsung Presiden Prabowo Subianto ini menjadi percepatan hilirisasi nasional.

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, mengatakan fasilitas Precious Metal Refinery (PMR) ini mendukung percepatan program hilirisasi industri logam mulia nasional.

"Fasilitas PMR percepat hilirisasi industri logam mulia menjadi bahan baku industri lanjutan. Menciptakan efek berganda yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Tony Wenas, Senin (17/3/2025).

Baca juga: Resmikan Pabrik Pemurnian Logam Mulia Smelter PTFI Gresik, Presiden Prabowo: Tambah Kekayaan Negara

Lebih lanjut fasilitas yang dibangun dengan biaya sekitar USD 630 juta atau setara Rp 10 triliun ini menggunakan teknologi hydrometallurgy, proses ekstraksi dan pemurnian logam mulia secara efisien dan efektif.

"PMR PTFI menjadi fasilitas pemurnian lumpur anoda terbesar di dunia yang mengadopsi teknologi tersebut," katanya.

Dia menjelaskan, proses pemurnian PMR tersebut melibatkan lima tahap utama, yaitu slime handling (pengambilan lumpur anoda), chlorination (pelarutan logam dengan asam klorida), gold recovery (ekstraksi emas), gold reduction (perubahan fase emas menjadi bubuk murni), dan pencetakan emas murni menjadi batangan.

Pada produksi perdananya di 30 Desember 2024, lanjutnya, PMR berhasil menghasilkan emas dengan kemurnian 99,99 persen.

Produksi emas diproyeksikan mencapai 50 ton per tahun dengan nilai Rp 80 triliun.

Ia menambahkan, selain emas, PMR juga memproduksi perak berkadar 99,9 persen dengan berat 1.000 ons (setara 31,1 kilogram) per batang.

Produk lainnya meliputi platinum, paladium, selenium, bismut, dan timbal yang dipasarkan secara domestik maupun ekspor.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved