Belasan Mahasiswa Chuo University Jepang Eksplorasi Destinasi Sejarah dan Budaya di Surabaya

Mahasiswa Chuo University melakukan eksplorasi sejarah dan budaya di Kampung Peneleh, Surabaya pada 26 Februari 2025.

Penulis: Eko Darmoko | Editor: Cak Sur
Istimewa/FIB Unair
JELAJAH SURABAYA - Mahasiswa dan mahasiswi Chuo University, Jepang, saat berkunjung dan berdoa pada salah satu makam orang Jepang di Makam Peneleh, Surabaya pada 26 Februari 2025. Selama berkunjung ke Surabaya, mereka menjelajahi destinasi yang sarat budaya dan sejarah. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menerima kunjungan mahasiswa inbound asal Chuo University, Jepang.

Pada kunjungan ini, Mahasiswa Chuo University melakukan eksplorasi sejarah dan budaya di Kampung Peneleh, Surabaya pada 26 Februari 2025.

Sebanyak 12 mahasiswa dan satu dosen pendamping dari Chuo University mengunjungi berbagai situs bersejarah di kawasan Peneleh.

Mereka didampingi oleh dua dosen FIB Unair, yakni Dwi Anggoro Hadiutomo PhD dan Antonius Rahmat Pujo Purnomo SS MA PhD.

Rombongan berangkat dari kampus FIB Unair pada pukul 12:00 WIB menuju destinasi pertama, yaitu Museum HOS Tjokroaminoto.

Di museum ini, mereka mempelajari lebih dalam tentang perjalanan hidup Pahlawan Nasional HOS Tjokroaminoto beserta murid-muridnya yang berperan dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia.

Selanjutnya, mahasiswa Chuo University mengunjungi Masjid Peneleh, salah satu masjid tertua di Surabaya yang memiliki nilai sejarah penting.

Kemudian, mereka melanjutkan perjalanan ke Makam Rokaya Cempo yang merupakan satu-satunya makam di dalam Perkampung Peneleh yang mempunyai prasasti pada nisannya.

Selanjutnya ke Makam Peneleh, di mana mereka mendapatkan wawasan mengenai sejarah masa kolonial serta keberagaman etnis yang pernah tinggal di Surabaya.

Di Makam Peneleh, mahasiswa Chuo University secara khusus berfokus pada makam orang Jepang yang ada di sana dan turut menyempatkan diri untuk berdoa.

Perjalanan diakhiri dengan kunjungan ke Sumur Jobong, yang memiliki nilai historis sebagai sumber air bersih di masa kerajaan.

Sepanjang kunjungan, mahasiswa Chuo University dipandu oleh warga lokal menggunakan bahasa Indonesia, sehingga memberikan kesempatan bagi mereka untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia secara langsung.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program studi inbound yang diikuti oleh mahasiswa Chuo University setelah mengambil mata kuliah pilihan tentang bahasa dan kebudayaan Indonesia.

Selain memperdalam pemahaman mereka mengenai sejarah Indonesia, kunjungan ini juga bertujuan untuk memperkaya pengalaman budaya mereka secara langsung.

Dengan adanya program ini, diharapkan mahasiswa Chuo University semakin tertarik untuk mendalami sejarah, budaya, dan bahasa Indonesia.

FIB Unair terus berkomitmen untuk memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya Indonesia kepada mahasiswa asing melalui berbagai program akademik dan budaya yang bermanfaat serta mendalam.

Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 17, yaitu partnership for the goals.

 

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved