Persebaya Surabaya

Respons Paul Munster Soal Ultimatum Manajemen Pasca Persebaya Kalah dari Dewa United

Laga pekan ke-24 Liga 1 2024/2025 ini memang menjadi laga penentu bagi masa depan pelatih kepala Persebaya, Paul Munster.

Penulis: Khairul Amin | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa Persebaya Surabaya
MENUNGGU KEPUTUSAN - Pelatih Persebaya Paul Munster saat pertandingan. Ia menyerahkan nasibnya pada manajemen setelah Persebaya kalah 2-0 dari Dewa United. 

SURYA.CO.ID, BOGOR - Kekalahan Persebaya 2-0 dari Dewa United di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jumat (21/2/2025) malam berbuntut panjang.

Pasalnya, laga pekan ke-24 Liga 1 2024/2025 ini memang menjadi laga penentu bagi masa depan pelatih kepala Persebaya, Paul Munster.

Dimana sebelumnya manajemen Persebaya sudah memberi ultimatum akan menentukan nasib Paul Munster hingga laga menghadapi Dewa United.

Ultimatum itu diberikan pasca rentetan hasil buruk Persebaya, dimana 6 pertandingan tidak menang 5 kalah 1 imbang.

Sebelum kalah dari Dewa United, Persebaya sempat menang 1-0 dari PSBS Biak (15/2/2025). Namun tim tidak dipimpin langsung Paul Munster karena akumulasi kartu.

"Saya hanya menyiapkan yang terbaik yang saya bisa untuk pertandingan, seperti pertandingan malam ini, yang terbaik saya lakukan," kata Paul Munster.

"Bisa dilihat, babak kedua tim bermain sangat baik, kami terus berkembang, tapi kami tidak bisa mencetak gol," tambahnya.

Kesulitan mencetak gol disebut pelatih asal Irlandia Utara itu menjadi persoalan utama tim.

Ia mencontohkan, pencetak gol terbanyak di tim Persebaya hingga pekan ke-24 hanya mampu mencetak 6 gol (M Rashid dan Flavio Silva).

"Pemain sebenarnya sudah terus berusaha, mereka berjuang sampai akhir di pertandingan, tapi ini tentang kualitas di final third," ucapnya.

Fokus utamanya adalah meningkatkan kualitas pemain agar lebih baik. Secara total fokus pada pertandingan.

"Ini tentang detail, jika berhasil mencetak gol, bukan tidak mungkin hasil laga ini akan imbang atau menang," kata pelatih 43 tahun itu.

"Tapi peluang besar menjadi gol gagal, apa yang bisa saya lakukan? Saya tidak bisa mencetak gol. Saya hanya memberi solusi bagaimana mereka mencetak gol," tambah Paul Munster.

Jadi fokus utamanya adalah terus berbicara dengan pemain dan melakukan upaya agar kualitas pemain lebih baik, terutama dalam mencetak gol.

"Untuk bersaing di papan atas, kami harus mencetak gol dan malam ini kami tidak bisa melakukannya, itu poin utama," pungkas Paul Munster.

Pasca kalah 2-0 dari Dewa United, manajemen Persebaya belum memberikan keterangan terkait masa depan Paul Munster.

Apakah dipecat atau masih sesuai dengan kontrak awal, yaitu sampai musim ini selesai

BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved