Misi Situbondo Naik Kelas Terkendala Efisiensi, Anggaran Dinsos Terkoreksi Rp 1,7 Miliar
Dengan kebijakan ini, maka Dinsos harus selektif dalam penyaluran bantuan ke masyarakat
Penulis: Izi Hartono | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO.ID, SITUBONDO - Anggota Komisi IV DPRD Situbondo melakukan kunjungan khusus ke kantor Dinas Sosial (Dinsos) Situbondo, Kamis (20/2/2025) untuk mengetahui program-program yang disiapkan saat berlakunya efisiensi anggaran tahun ini.
Dari kunjungan itu, terungkap bahwa anggaran di Dinsos Situbondo terkoreksi atau mengalami pengurangan Rp 1,7 miliar.
Semula pagu anggaran Dinsos mencapai Rp 9,9 miliar, tetapi kemudian dipangkas menjadi Rp 8 miliar.
"Jadi pengurangan anggaran itu sebesar Rp 1,7 miliar atau sekitar 18 persen," kata Kepala Dinsos Situbondo, Timbul Suriyanto.
Timbul berharap efisiensi anggaran itu tidak berdampak besar ke daerah dan tidak ada pengurangan pada biaya operasional di dinasnya.
"Misalnya biaya untuk pengiriman ODGJ atau pemulangan orang telantar. Jika dinas lain dikurangi itu tidak masalah dan pemberitahuannya bisa dilakukan dengan Zoom. Tetapi tidak di Dinsos, masak mau mengirim ODGJ pakai Zoom. Kan tidak mungkin," kata Timbul.
Dikatakan, sejauh ini belum diketahui perubahan anggaran untuk bantuan sosial di masyarakat itu.
Di tahun 2025 ini, bantuan program kemasyarakatan itu meliputi bantuan langsung tunai, beras dan pelatihan disabilitas dan pemberdayaan.
"Yang menjadi program pemda bukan hanya bantuan, tetapi pemberdayaan juga menjadi prioritas sesuai program Situbondo naik kelas," bebernya.
Dengan kebijakan ini, maka Dinsos harus selektif dalam penyaluran bantuan ke masyarakat.
"Kami sudah antisipasi, salah satunya melakukan mapping dan pendataan yang selektif, serta melakukan verifikasi lebih ketat pada penerima bantuan," jelas Timbul.
Sedangkan program bantuan yang melekat di Dinsos tahun ini meliputi bantuan kebencanaan dan DBHCT.
"Kemudian program Ramadhan bersama rakyat belum tentu berlanjut, karena menunggu kebijakan kepala daerah baru," kata Timbul.
Sementara Ketua Komisi IV DPRD Situbondo, M Faisol mengatakan, kunjungan ini tidak hanya ingin membahas efisiensi anggaran, tetapi juga memastikan bantuan pasca banjir untuk masyarakat.
"Kami butuh langkah kongkret Dinsos, jadi ingin mendengar pendapatnya seperti apa sekarang," kata Faisol.
Kemudian Komisi IV ingin mengetahui langkah Dinsos guna mendukung misi Situbondo naik kelas. "Bagaimana ke depan menunjang kebijakan pemerintahan Situbondo," ujarnya.
Berkaitan realisasi efisiensi anggaran pada program Dinsos, Faisol menegaskan, pihaknya belum mengetahui secara pasti. Karena itulah kami cek dulu, dampak efisiensi anggaran itu," pungkasnya. *****
efisiensi anggaran
efisiensi anggaran Dinsos Situbondo
Dinsos Situbondo
anggaran dinsos dipangkas Rp 1.7 miliar
Situbondo naik kelas
efisiensi hambat Situbondo naik kelas
Situbondo
| Kabar Duka dari Tanah Suci, Jemaah Haji Asal Situbondo Meninggal Dunia di Mekkah |
|
|---|
| Enam Kali Masuk Bui, Pria Bondowoso Ditangkap Lagi Usai Curi Motor Warga Banyuwangi |
|
|---|
| Aliansi Pelaku Industri Event Curhat Keluhkan Dampak Efisiensi Anggaran |
|
|---|
| Pemkot Surabaya Tekankan Efisiensi Anggaran di Hari Otoda 2026 |
|
|---|
| Ribuan Penikmat Gowes Sepeda Gunung Uji Adrenalin di Jalur Situbondo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/anggaran-Dinsos-Situbondo-berkurang.jpg)