Berita Viral

Misteri Artis Diduga Jadi Dalang Pagar Laut Tangerang, Said Didu Singgung Sosok Ini: Semoga Terbuka

Sosok artis yang diduga jadi dalang pagar laut Tangerang kembali jadi perbincangan setelah Said Didu menyinggungnya.

Kolase Freepik dan Tribunnews
DALANG PAGAR LAUT - Ilustrasi sosok artis yang jadi dalang pagar laut Tangerang (kiri) dan penampakan pagar laut Tangerang (kanan). 

SURYA.co.id - Sosok artis yang diduga jadi dalang pagar laut Tangerang kembali jadi perbincangan setelah Said Didu menyinggungnya.

Seperti diketahui, hingga kini sosok artis tersebut masih misterius.

Said Didu melalui unggahan akun medsos X pribadinya, menyinggung salah satu nama artis yakni Raffi Ahmad.

Ia mengunggah pemberitaan yang mengaitkan nama Raffi Ahmad dengan kasus pagar laut di Tangerang.

Meski demikian, Said tak menyebut secara gamblang pemberitaan tersebut benar atau tidak.

Baca juga: Benarkah Ada Suap di Balik SHGB Pagar Laut Tangerang? Ini Kata Nusron, Eks Penyidik KPK Minta Usut

Ia cuma berharap agar semuanya bisa segera terbuka.

"Apakah ada kaitan? Semoga semua akan terbuka," kata Said Didu di X @msaid_didu (2/2/2025).

Sebelumnya, sosok artis dalang pagar laut ini diungkap oleh seorang nelayan Pulau Cangkir bernama Heru yang menyebutkan bahwa sosok artis Tanah Air diduga menjadi pemiliknya.

"Sepengetahuan bapak, siapa sih dalangnya?" tanya wartawan.

"Wah semua juga tahu itu, anak kecil juga tahu dalangnya, siapa lagi kalau bukan selebriti sekarang yang lagi booming, kalau disebutin satu persatu takutnya banyak abcd-nya, yang jelas semua orang pasti tahu," ungkap Heru sembari tersenyum, dari tayangan YouTube Wartakotalive, Minggu (12/1/2025).

Heru pun mengatakan, dirinya telah mengetahui pemasangan pagar laut itu cukup lama.

Dia bahkan mengaku syok saat mengetahui ada pemasangan pagar bambu di laut tersebut.

Baca juga: Kekayaan Joko Susanto Eks Kakantah Tangerang yang Diduga Terjerat Penerbitan SHGB Area di Pagar Laut

Pasalnya, tidak pernah ada pemberitahuan dari pemerintah daerah perihal hal itu.

"Kalau memang buat budidaya di laut, itu ada spek masing-masing, misalnya budidaya kerapu ada panjang lebar tinggi, budidaya kerang hijau rancangannya bukan begitu."

"Saya juga budidaya kerang hijau. Misalnya spek menangkap cumi atau udang, bukan begitu, kayak bagan apung. Makanya bukan alasan pagar itu buat budidaya masyarakat, saya rasa jauh dari harapan masyarakat," ungkap Heru.

Sejak awal pembangunan pagar laut tersebut, tidak pernah ada sosialisasi dari siapapun.

Hingga akhirnya, Heru dan warga setempat pun bertanya langsung ke pekerja yang membangun pagar laut tersebut.

"(Harusnya) awalnya koordinasi dulu, sosial dulu ke warga sekitar, kan ada masyarakatnya di sini. Gimana nih masyarakat, kita mau bikin pagar, biar ada hasilnya pemberdayaannya, paling tidak kan ada masukan, itu salah besar," kata Heru.

Perihal upah dari pekerja yang diminta untuk membangun pagar laut, Heru mengatakan bahwa bayaran pekerja tersebut adalah ratusan ribu sehari.

"Kalau menurut taksiran upah si kalau standar pekerja Tangerang Utara ini sekitar Rp100-125 ribu perhari. Saya dengar juga ada yang borongan, ada yang upah harian, paling tidak dia kejar target," ujar Heru.

SERTIFIKAT PAGAR LAUT - Pagar laut sepanjang 30,16 Kilometer yang belum diketahui pemiliknya membentang di 6 kecamatan perairan Kabupaten Tangerang, Banten. Terungkap penyebab Sertifikat HGB dan SHM area pagar laut Tangerang bisa terbit.
SERTIFIKAT PAGAR LAUT - Pagar laut sepanjang 30,16 Kilometer yang belum diketahui pemiliknya membentang di 6 kecamatan perairan Kabupaten Tangerang, Banten. Terungkap penyebab Sertifikat HGB dan SHM area pagar laut Tangerang bisa terbit. (KKP)

Dengan adanya kejadian ini, Heru berharap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) segera mencabut pagar laut tersebut.

“Harapan saya sih simpel, cabut lagi seperti semula. Ngapain ditunda-tunda kelamaan, 20 hari lagi ditunda, nanti masuk angin lagi enggak jadi lagi."

"Kegiatan itu bukan 1-2 bulan, 5 bulan mah udah ada. Bukannya enggak tahu, saya pernah dari awal dia survey ke sini, pernah sidak, tapi kok enggak ada tindak lanjutnya," pinta Heru.

"Yang masangnya siapa? dia yang cabut, jangan sampai ngebebanin masyarakat lagi yang nyabut. Apalagi sampai TNI Polri yang nyabut, malu-maluin. Kalah berarti sama perusahan swasta, negara kalah sama perusahan swasta," sambungnya.

Baca juga: Sindir Kades Kohod Naik Rubicon saat Bahas Pagar Laut Tangerang, Ternyata Segini Kekayaan Dede Yusuf

Respon Refly Harun

Pengamat politik sekaligus pakar hukum tata negara, Refly Harun menduga, sosok artis dalang pembangunan pagar laut sepanjang 30 KM di perairan Tangerang, Banten merupakan artis yang sedang booming.

Tak hanya itu saja, Refly juga menduga, sosok artis tersebut mempunyai bisnis dan pastinya dekat dengan kekuasaan.

"Kita bisa membayangkan kalau clue-nya adalah selebriti yang lagi booming, kemudian yang berbisnis, maka harus tambah yang dekat dengan kekuasaan pastinya."

"Karena yang seperti ini hanya orang yang dekat dengan kekuasaan yang berani melakukan ini," ujar Refly Harun, dikutip dari YouTube Channel-nya yang tayang pada Senin (13/1/2025). 

Apabila pemilik pagar laut itu benar merupakan sosok artis terkenal, Refly merasa miris karena menurutnya tidak ada siapapun yang bisa membeli laut.

"Kalau ini tidak dilakukan oleh pemerintah, tapi dilakukan oleh selebriti, wah luar biasa, dia bisa memiliki laut, padahal tidak ada orang yang paling kaya di Republik Indonesia ini pun yang bisa membeli laut."

"Karena laut itu belongs to the republic, belongs to the people, belongs to indonesian people yang berjumlah 270 juta lebih. Not belongs to even prabowo himself," ujar Refly.

>>>Update berita terkini di Googlenews Surya.co.id

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved