Sabtu, 11 April 2026

Himpun Rp 7,4 Miliar Selama 2024, Baznas Kediri Diminta Susun Program Yang Berdampak ke Masyarakat

Program-program tersebut diharapkan dapat membantu mengatasi berbagai isu krusial seperti kemiskinan, kesehatan, dan pendidikan

Penulis: Isya Anshori | Editor: Deddy Humana
Humas Pemkab Kediri
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana bertemu komisioner Baznas Kabupaten Kediri, Senin (20/1/2025). 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kediri mencatat pencapaian luar biasa dengan mengumpulkan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yaitu mencapai Rp 7,4 miliar pada tahun 2024. 

Jumlah ini melampaui target yang ditetapkan oleh Baznas Provinsi Jawa Timur sebesar Rp 4,5 miliar, atau meningkat lebih dari 65 persen.  

Menanggapi keberhasilan ini, Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana mendorong Baznas untuk menyusun program prioritas yang lebih berdampak pada masyarakat. 

Program-program tersebut diharapkan dapat membantu mengatasi berbagai isu krusial seperti kemiskinan, kesehatan, dan pendidikan.  

Bupati disapa Mas Dhito itu juga menekankan pentingnya sinergitas antara Baznas dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kediri

Dengan adanya sinkronisasi, diharapkan tidak terjadi tumpang tindih program sehingga manfaat dari dana ZIS dapat lebih dirasakan oleh masyarakat secara optimal.  

"Kalau sinergitas program bisa dirembuk dengan OPD, goalnya adalah tidak hanya ASN pemkab, namun masyarakat merasa aman menaruh ZIS di Baznas," jelas Mas Dhito usai bertemu komisioner Baznas Kabupaten Kediri, Senin (20/1/2025). 

Dalam kesempatan tersebut, Mas Dhito mengapresiasi kinerja Baznas yang terus menunjukkan kemajuan signifikan dari tahun ke tahun. 

Salah satu indikator keberhasilan ini adalah meningkatnya jumlah penghimpunan ZIS serta pelaporan yang lebih transparan dan akuntabel. "Baznas sudah melakukan lompatan luar biasa, sudah mulai hidup Baznasnya, pelaporannya sudah akuntable," imbuhnya. 

Mas Dhito juga menilai pentingnya peran Baznas dalam mempercepat pembangunan daerah. Ia mencontohkan bahwa Pemkab Kediri telah memberikan BPJS bagi tenaga pendidik seperti guru madin.

Maka Baznas dapat menyusun program bantuan serupa untuk marbot atau takmir masjid yang belum tercover oleh pemda. "Silakan diformulakan program-program di 2025 ini seperti apa," ujar Mas Dhito  

Sementara Ketua Baznas Kabupaten Kediri, Iffatul Lathoif, mengungkapkan bahwa pada 2025, pihaknya menargetkan penghimpunan ZIS sampai Rp 4,6 miliar. 

Berdasarkan arahan dari Baznas RI, alokasi dana tersebut akan difokuskan pada program pemberdayaan masyarakat dengan komposisi 60 persen untuk pemberdayaan dan 40 persen untuk kebutuhan konsumtif.  

"Instruksi dari baznas pusat. Untuk distribusi 2025 komposisinya 60 persen pemberdayaan 40 persen konsumtif," jelasnya. 

Sebagaimana diketahui, selama 2024, Baznas Kediri telah melakukan berbagai program di antaranya pemberian sembako, bantuan untuk pedagang, beasiswa, penanganan stunting, hingga melakukan Jumat Berkah dan bantuan untuk Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). ****

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved