Jumat, 1 Mei 2026

Berita Viral

4 WNI Terjebak Jaringan Scammer di Myanmar, Salah Satunya Eks Anggota DPRD Indramayu

Robiin, mantan anggota DPRD Indramayu periode 2014-2019 dari Partai NasDem, kini terjebak dalam jaringan scammer di Myanmar

Tayang:
Editor: Adrianus Adhi
Dok Tribun Jabar
Empat WNI yang meminta tolong kepada Presiden Prabowo Subianto karena disekap di Myanmar. Satu di antaranya adalah mantan anggota DPRD Indramayu, Robiin. 

SURYA.co.id - Robiin, mantan anggota DPRD Indramayu periode 2014-2019 dari Partai NasDem, kini terjebak dalam jaringan scammer di Myanmar. Robiin bersama tiga WNI lainnya telah disekap dan dipaksa menjadi scammer online selama dua tahun terakhir.

Kronologi Kejadian

setelah tidak lagi menjabat sebagai anggota DPRD, Robiin mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Dilansir dari Tribun Jabar, Robiin tergiur dengan tawaran pekerjaan dengan gaji menggiurkan yang didapatnya dari media sosial. 

Robiin kemudian kemudian berangkat ke Thailand dengan harapan mendapatkan pekerjaan yang layak.

Baca juga: Gelagat Anak Majikan Sebelum Bunuh Satpam Rumahnya di Bogor, Profesinya Mentereng, Dipicu Hal Sepele

Namun, setibanya di Thailand, Robiin justru dibawa ke perbatasan Myanmar dan dipaksa bekerja sebagai scammer online.

Selama dua tahun, Robiin dan tiga WNI lainnya mengaku mengalami siksaan fisik dan psikis.

Situasi di Myanmar

Robiin dan WNI lainnya dipaksa bekerja dalam kondisi yang tidak manusiawi. 

Mereka dijadikan scammer online dan dipaksa untuk menipu orang-orang di seluruh dunia melalui internet. 

Dalam kondisi tersebut, mereka mengalami tekanan dan ancaman yang sangat besar dari para penyekap.

Baca juga: Kisah Nursalim Tukang Becak di Pasuruan Sukses Sekolahkan 3 Anak hingga Jadi PNS dan Lulus S2

Permintaan Tolong yang Viral

Baru-baru ini, sebuah video berdurasi 53 detik yang diunggah di TikTok memperlihatkan Robiin dan tiga WNI lainnya meminta tolong kepada Presiden Prabowo Subianto untuk segera memulangkan mereka ke Indonesia.

Video tersebut telah viral dan ditonton jutaan kali. 

Dalam video tersebut, terlihat wajah Robiin yang tampak lelah dan putus asa, meminta bantuan segera dari pemerintah Indonesia.

Tindakan Pemerintah Daerah

Menanggapi video tersebut, Kabid Penempatan Tenaga Kerja pada Disnaker Kabupaten Indramayu, Asep Kurniawan, menyatakan bahwa pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan keluarga Robiin dan KBRI setempat untuk upaya penyelamatan.

Baca juga: Sherina Munaf Gugat Cerai Baskara Mahendra, Minggu Depan Sidang Pertama

Asep Kurniawan juga berharap, pemerintah pusat punya skema terbaik untuk segera memulangkan Robiin termasuk WNI lainnya ke Indonesia.

“Kita doakan semoga pemerintah Indonesia punya skema pemulangan yang cepat,” ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Jumat (17/1/2025).

Asep menyampaikan, Robiin diduga kuat menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Pemkab Indramayu, dalam hal ini juga melakukan koordinasi dengan KBRI setempat.

Upaya Penyelamatan

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Indramayu akan bersurat kembali ke Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI untuk upaya penyelamatan Robiin. Surat yang sama juga akan dikirimkan ke KemP2MI dan Kemenaker RI.

Baca juga: Ingat Rumah Mewah Pak Tarno yang Dulu Pernah Viral? Usai Sakit Stroke, Kini Dikuasai Sosok Ini

Adapun progres upaya penyelamatan Robiin dan WNI lainnya, masih menunggu perkembangan lebih lanjut. 

Dugaan TPPO

Asep menyampaikan, Robiin diduga kuat menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Kasus TPPO sendiri memang marak terjadi, lanjut Asep, tidak sedikit warga Indramayu yang jadi korbannya.

TPPO ini biasanya diawali karena iming-iming gaji besar dan proses cepat.

Asep pun meminta agar masyarakat yang hendak bekerja ke luar negeri untuk waspada dan berhati-hati. Cek kembali informasi tawaran kerja apakah prosedural atau non prosedural.

Baca juga: Kelakuan Raffi Ahmad Disorot Usai Polemik Mobil Dinas RI 36, Diduga Dikawal Patwal saat Ngonten

"Sebenarnya masyarakat sendiri sudah tahu bagaimana berangkat sesuai prosedural, tapi memang alasannya itu lama prosesnya," ujar dia.

Asep menyampaikan, proses lama tersebut sebenarnya untuk memastikan kelancaran calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) saat bekerja nanti.

"Karena Calon PMI itu wajib punya skill, menguasai bahasa, dan budaya negara penempatan," ujar dia.

===

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Whatsapp Channel Harian Surya. Melalui Channel Whatsapp ini, Harian Surya akan mengirimkan rekomendasi bacaan menarik Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Persebaya dari seluruh daerah di Jawa Timur. Klik di sini untuk untuk bergabung

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved