Sabtu, 11 April 2026

SOSOK Mahasiswi Unair Balqis Bamenda, Wujudkan Mimpi Belajar di Luar Negeri Lewat Program IISMA

Mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Balqis Bamenda, berhasil kuliah di luar negeri melalui program IISMA

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: irwan sy
ist
Mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Balqis Bamenda, berhasil mewujudkan mimpinya untuk belajar di luar negeri melalui program Indonesia International Student Mobility Award (IISMA). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Balqis Bamenda, berhasil mewujudkan mimpinya untuk belajar di luar negeri melalui program Indonesia International Student Mobility Award (IISMA).

Program IISMA yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) membuatnya bisa merasakan berkuliah selama satu semester di Taipei Medical University (TMU) Taiwan.

Dikatakan Balqis, TMU menawarkan fasilitas dan sistem pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhannya sebagai mahasiswa psikologi. 

“Saya merasa TMU memiliki banyak keunggulan yang bisa mendukung saya selama mengikuti IISMA, terutama dari segi fasilitas dan pembelajaran,” ujar Balqis.

Selama di TMU, Balqis mengambil beberapa mata kuliah, di antaranya Nanomaterial & Device Design, Theory of Organization & Management, Programming Languages for Biomedical Engineering, Health Information Management, dan Basic Computer Programming. 

Dari semua mata kuliah yang diikutinya, Balqis mengaku paling menikmati kelas Health Information Management karena suasananya yang interaktif dan melibatkan mahasiswa internasional dari berbagai negara.

“Budaya belajar di sini sangat aktif. Dosen-dosen sangat kooperatif, dan mahasiswa di kelas berasal dari berbagai negara sehingga menambah wawasan saya,” tuturnya.

Aktivitas akademiknya tersebar di dua lokasi kampus TMU, yaitu Xinyi Campus di Taipei City dan Shuangho Campus di New Taipei City.

Meskipun harus berpindah-pindah lokasi, Balqis tetap merasa antusias menjalani setiap aktivitasnya.

Tidak hanya fokus pada pembelajaran akademik, Balqis juga menjadikan pengalaman ini sebagai sarana untuk memperdalam bahasa Mandarin. 

Meski sudah memiliki kemampuan dasar, ia mengakui masih perlu menggunakan Google Translate untuk berbicara dengan warga lokal. 

Namun, ia merasa terbantu karena IISMA bekerja sama dengan universitas yang menyediakan kelas dalam bahasa Inggris.

“Saya juga ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk melatih kemampuan berbahasa asing, tidak hanya bahasa Inggris, tetapi juga Mandarin. Ini penting untuk memperluas wawasan saya di bidang linguistik,” ungkapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved