Magetan Kembali Diusik Teror Gerombolan Bermotor, Kabur Saat Ditantang Warga Yang Merekam
Dalam video kedua, perekam berjalan kaki mencoba menantang gerombolan pemuda berboncengan sepeda motor.
Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO.ID, MAGETAN - Keamanan di jalanan Kabupaten Magetan di malam hari semakin rawan dan menuntut polisi bertindak tegas.
Belum lama ada dua kejadian penganiayaan oleh gerombolan bermotor, Magetan kembali diramaikan melintasnya kelompok tidak dikenal di Kecamatan Parang dan Kecamatan Nguntoronadi, Sabtu (21/12/2024) malam lalu.
Aksi kedua ini juga terekam dalam beberapa video amatir berdurasi pendek. Video pertama direkam oleh seorang pengendara mobil yang kemudian mengejar gerombolan pemuda berboncengan sepeda motor itu.
Dalam video kedua, perekam tampak berjalan kaki mencoba menantang gerombolan pemuda berboncengan sepeda motor. Sembari berteriak, perekam menantang gerombolan itu agar tidak melarikan diri.
Video terakhir menampilkan beberapa remaja tengah diamankan dan diinterogasi oleh perekam video agar tidak berbuat onar.
Informasi yang dihimpun, aksi sekelompok pemuda itu terjadi di jalan raya wilayah Kecamatan Parang dan Kecamatan Nguntoronadi, Sabtu (22/12/2024) malam.
Diduga video itu merupakan rencana serangan balasan atas kejadian Jumat (23/12/2024) malam.
Menanggapi peristiwa tersebut, Kapolres Magetan, AKBP Satria Permana, berjanji akan menindak tegas agar menjadi pembelajaran dan tidak terulang.
Mengenai upaya pencegahan, kapolres mendorong peran serta kelompok masyarakat untuk lebih ketat mengawasi anak-anaknya terutama agar tidak keluar malam.
“Peran kelompok sosial bisa membenahi perilaku adik-adik remaja. Mulai dari orangtua, sekolah, organisasi kemasyarakatan termasuk pemerintah daerah, kepolisian dan TNI,” kata kapolres, Senin (23/12/2024).
Ia menegaskan, para orangtua wajib mengawasi serius anak-anaknya, kemudian pihak sekolah mendidik dengan benar, agar anak didik tidak terjerumus pada aksi brutal. “Tentunya adik-adik yang berpotensi untuk berprestasi tidak akan melakukan hal seperti ini,” tegasnya.
“Karena yang melakukan hal seperti ini, memang tidak memiliki motivasi untuk prestasi. Peran serta orangtua sangat penting, jangan mengizinkan anak-anaknya keluar di atas pukul 23.00 WIB,” imbuhnya.
Di satu sisi, lanjut Satria, pihaknya juga mempunyai peran dan fungsi penegakan hukum. Harapannya muncul efek jera pada para pelaku.
“Kami terus memberikan imbauan baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun kelompok-kelompok sosial agar tidak ada peristiwa ini lagi,” pungkasnya. *****
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/aksi-gerombolan-motor-di-Magetan.jpg)