Hari Santri Nasional

Sumringahnya Mahasiswi Jombang Ini saat Dapat Beasiswa Baznas di Hari Santri Nasional 2024

Beasiswa kuliah strata 1 (S1) saat momentum Hari Santri Nasional (HSN) dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Jombang

surya.co.id/anggit pujie widodo
Penyerahan Beasiswa S1 dari Badan Amil Zakat (Baznas) Jombang Kepada 25 Mahasiswa PTS se Kabupaten Jombang. 

SURYA.CO.ID, JOMBANG - Sumringahnya mahasiswi asal Kecamatan Diwek, Jombang ini dapat beasiswa kuliah strata 1 (S1) saat momentum Hari Santri Nasional (HSN) dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Jombang selama satu tahun kedepan. 

Dia adalah Ilfi Mariana (19) mahasiswi yang kini tengah melanjutkan studi di  Universitas Hasyim Asy'ari (Unhasyi) asal Kecamatan Diwek, Jombang. Di hari istimewa, memperingati HSN 2024 ia bak kejatuhan durian runtuh, setelah terpilih menjadi salah satu mahasiswa yang menerima Beasiswa dari Baznas. 

Mahasiswi yang kini sudah menginjak emester 7 Fakultas Pendidikan Agama Islam (PAI) Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) itu begitu bahagia. Raut wajah kebahagiaannya tidak bisa ditutupi, setiap pertanyaan yang dilontarkan awak media selalu ia jawab dengan senyuman. 

"Saya sangat seneng dapat beasiswa ini, jadi ingin terus melanjutkan belajar di kampus. Apa yah, saya jadi tambah semangat untuk mengejar cita-cita karena sekarang juga sudah semester 7, jadi tinggal selangkah lagi," ucapnya sembari melempar senyum. 

Ilfi melanjutkan, dirinya tidak begitu saja mendapatkan beasiswa dari Baznas Jombang ini. Ada proses yang harus ia lewati mulai dari mengumpulkan berkas untuk pengajuan, hingga tes baca tulis Al-Qur'an. 

"Pastinya awal itu saya mengumpulkan berkas dulu untuk mengajukan, setelah diajukan dan lolos kemudian ada dari tim Baznas Jombang yang melakukan survei 
ke rumah. Setelah di survei itu tidak langsung diterima tapi saya harus menunggu lagi pengumuman lolos atau tidaknya dan akhirnya lolos," ujarnya. 

Setelah lolos, barulah ia menerima informasi untuk mengikuti tes baca dan tulis Al-Qur'an, dilanjutkan dengan interview. 

"Tesnya itu bertahap dari berkas diumumkan kemudian diberi informasi yang lolos itu rumahnya akan dilakukan verifikasi faktual atau dicek. Setelah itu diumumkan untuk tes wawancara dan baca tulis Al-Qur'an," katanya. 

Ia berkali-kali menyebut jika sangat gembira bisa menerima beasiswa S1 dari Baznas Jombang ini. Menurutnya, hal itu sedikit banyaknya membantunya untuk terus melanjutkan studi. Di sisi lain, juga meringankan beban kedua orangtuanya. 

Sebagai informasi, penyerahan Beasiswa S1 ini diselenggarakan oleh Baznas Kabupaten Jombang untuk para mahasiswa atau mahasiswi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di seluruh Kabupaten Jombang. Total ada sebanyak 25 anak dari berbagai kampus yang menerima beasiswa terserah. 

Penerima berasal dari beberapa kampus yang tersebar di Jombang, seperti Universitas Wahab Chasbullah (Unwaha), Universitas Darul Ulum (Undar), STKIP PGRI Dewantara, Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) dan IAI Bani Fattah. Masing-masing komposisinya tidak sama, karena penerima beasiswa diambil berdasarkan seleksi yang telah diselenggarakan oleh Baznas Jombang 

Menurut Ketua Baznas Kabupaten Jombang Ahmad Zainuri saat dikonfirmasi awak media di lokasi saat penyerahan Beasiswa di Gedung Serbaguna Masjid Baitul Mukminin Jombang pada Selasa (22/10/2024) menyebut jika di hari spesial memperingati HSN ini, pihaknya ingin berbagi berkah kepada mahasiswa yang kurang mampu. 

Pihak Baznas pun tidak asal memberikan beasiswa tersebut. Ada kriteria dan seleksi yang harus dilalui oleh para pengaju sampai di titik bisa mendapatkan beasiswa tersebut. 

"Kriterianya itu, pertama ada seleksi administrasi, kemudian yang kedua itu ada tes baca tulis Al-Qur'an, kemudian ada wawancara interview, setelah itu ada verifikasi faktual kondisi real di rumah masing-masing. Memang ini program pendampingan dari Baznas kepada mahasiswa yang kurang mampu, kita support untuk pendidikannya," ungkapnya. 

Ahmad menyebut jika beasiswa yang diberikan dalam bentuk pembayaran UKT.  Program beasiswa S1 dari Baznas Jombang ini hanya sampai 1 tahun. 

"Nantinya setiap 1 tahun, akan selalu kami buka. Sehingga mereka boleh mendaftar ikut berkompetisi lagi jika masa program beasiswanya sudah habis. Jadi, jika dalam satu tahun itu sudah selesai dan program dibuka kembali, mereka yang pernah mendapatkan beasiswa ini bisa mendaftar kembali dengan proses seleksi yang sama," jelasnya. 

Ia menjelaskan, pada program beasiswa S1 Baznas Jombang tahun ini, peminatnya mencapai ratusan mahasiswa. Namun, sampai di proses seleksi terakhir, hanya ada 25 mahasiswa yang lolos dan berhak mendapatkan beasiswa tersebut. 

"Karena peminatnya banyak sekali jadi 25 anak ini yang lolos, awalnya ada 110 pendaftar. Mungkin yang tahun ini kebetulan tidak masuk, bisa untuk tahun berikutnya mengikuti seleksi lagi. Karena bagi kami itu bagian dari pemerataan karena setiap tahun kita selenggarakan," tandasnya. 

Ditanya perihal bentuk beasiswa berupa pembayaran UKT yang diberikan, ia menyadari jika setiap kampus pembayaran UKT nya berbeda-beda. Karena itu, pihaknya mampu memberikan maksimal Rp 2 juta. 

"Karena memang di setiap kampus UKT nya itu berbeda-beda, maka kami dari Baznas hanya mampu memberikan maksimal Rp 2 juta. Kalau mereka yang UKT nya kurang dari Rp 2 juta, tetap akan kita berikan sesuai dengan UKT masing-masing," imbuhnya. 

Ia berharap, Beasiswa yang diberikan saat HSN 2024 ini bisa membantu masyarakat Kabupaten Jombang, terutama kepada bagi mahasiswa yang membutuhkan bantuan UKT. 

"Artinya teman-teman yang mendaftar pada program ini benar-benar membutuhkan, karena di dalam seleksinya pun kami ada verifikasi faktual ke tempat rumah masing-masing mahasiswa yang mengajukan. Harapan kami bisa membantu keluarga mereka dalam rangka meneruskan studi anak di perguruan tinggi ini," pungkasnya. 

BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved