Timnas Indonesa
Teka-teki Maarten Paes Jelang Bahrain vs Indonesia
Timnas Indonesia masih menunggu kepastian apakah Maarten Paes akan diturunkan sebagai penjaga gawang Garuda saat menghadapi Bahrain
SURYA.co.id - Timnas Indonesia masih menunggu kepastian apakah Maarten Paes akan diturunkan sebagai penjaga gawang Garuda saat menghadapi Bahrain di laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Bahrain National Stadium, Kamis (10/10) Pukul 23.00 WIB.
Karena belum mengetahui kondisi cederanya dan karena perjalanan panjang dari Dallas ke Bahrain, Maarten Paes masih belum bisa dipastikan untuk bisa tampil di laga melawan Bahrain.
Manajer Timnas Indonesia, Sumardji membeberkan, kondisi kiper skuad Garuda, Maarten Paes. Setelah menempuh perjalanan panjang dari Amerika Serikat menuju Bahrain, Kiper Indonesia tersebut dijadwalkan tiba di Bahrain pada Selasa (8/10), pukul 14.00 waktu Bahrain.
Sumardji membeberkan untuk saat ini pihaknya belum tahu pasti mengenai kondisi Maarten Paes. Seperti diketahui, Maarten Paes sebelumnya dikabarkan tengah mengalami cedera pergelangan tangan.
Maarten Paes pun bahkan harus menghuni bangku cadangan saat timnya, FC Dallas menghadapi Portland Timbers pada Senin, 7 Oktober 2024. “Maarten Paes besok siang (Selasa) kira-kira 14.40 sampai di Bahrain tapi tadi dokter tim saya minta untuk koordinasi cek kondisi terakhir sebelum terbang,” kata Sumardji.
“Kalau kondisinya makin hari makin baik tapi ketika di datang lagsung akan kita cek kondisi realnya seperti apa, Setelah itu akan kita lihat apakah bisa dimainkan atau tidak. Kemungkinan sih Insya Allah kondisinya membaik dan bisa dimainkan,” terangnya.
Shin Tae-yong mengungkapkan ada satu hal yang bisa menjadi kendala pemain Timnas Indonesia di Bahrain.
Maarten Paes adalah pemain terakhir yang bergabung dengan timnas Garuda. Kiper FC Dallas itu menempuh total waktu tempuh penerbangan yakni 34 jam.
Ia akan menjalani sesi latihan bersama timnas Indonesia malam harinya. Sudah mulai terkumpulnya banyak pemain ke timnas Indonesia membuat Shin Tae-yong memikirkan satu hal. Juru taktik asal Korea Selatan itu menilai jarak waktu tempuh untuk mencapai Bahrain membuat anak-anak asuhnya bisa kelelahan.
"Paling yang menjadi masalah itu cuma jetlag saja," kata Shin Tae-yong.
Adapun untuk cuaca, Shin Tae-yong tidak mempermasalahkan. Ia yakin cuaca saat ini di Bahrain tidak membuat para pemainnya kesulitan untuk mengembangkan permainan.
"Untuk cuaca tidak jadi masalah. Kami menggelar latihan pukul 18.00 sore dan kami main di pertandingan nanti pukul 19.00," kata Shin Tae-yong.
Sementara itu, skuad Garuda yang sudah menjalani dua kali latihan di Bahrain kini sudah diperkuat sebanyak 26 pemain – tinggal menunggu kehadiran Maarten Paes.
Jay Idzes terus mempersiapkan diri jelang menghadapi Bahrain dalam lanjutan pertandingan grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Kamis (10/10) di Stadion Nasional Bahrain.
Dalam latihan di Bahrain, Manajer Timnas Indonesia, Sumardji membeberkan skuad Garuda sudah diperkuat 26 pemain – tinggal menunggu kehadiran Maarten Paes. Kondisi 26 pemain yang sudah menjalani latihan pun dalam keadaan prima.
“Alhamudlillah kalau keseluruhan tim kondisinya sangat baik, ini latihan kedua dan ini paling lengkap karena sudah 26 pemain yang hadir kalau kemarin baru 15 saja,” kata Sumardji.
“Kita lihat semua kondisinya riang, kondisnya gembira dan Alhamdulillah sudah tidak ada yang cedera. Semua sudah bisa ditangani tim dokter terapi PSSI dengan sangat baik,” sambungnya.
Tak hanya itu, Sumardji juga mengatakan suport penuh dari Ketua Umum PSSI, Erick Thohir juga membuat para pemain bisa fokus menghadapi Bahrain.
Dirinya berharap saat menghadapi Bahrain nanti, Jay Idzes CS setidaknya bisa mencuri poin.
“Suport dari Ketua Umum kepada kita semua, kepada yang ada di sini itu sangat luar biasa sehingga harapannya tanggal 10 lawan Bahrain bisa tampil all outm bisa ambil poin untuk bangsa dan negara kita,” katanya.
Timnas Indonesia patut mewaspadai permainan non-teknis yang diusung oleh Bahrain. Tim asuhan Dragan Talajic tersebut kerap melakukan permainan yang rawan memancing emosi lawan saat jumpa Australia di laga perdana ronde ketiga.
Bahrain kerap melakukan aksi pura-pura cedera demi keuntungan untuk mereka sendiri, meski hanya mendapatkan sentuhan kecil saja. Satu kartu merah dari wasit untuk Australia jadi bukti keberhasilan strategi tersebut.
Selain itu, Taktik tersebut sukses membuat mereka bawa pulang tiga poin dari markas Australia pada laga perdana. Tindakan provokasi dari Bahrain tidak berhenti sampai sini saja.
Pada laga lawan Jepang, suporter yang memadati Bahrain National Stadium juga menyalakan laser ke arah para pemain Samurai Biru. Beruntung, Jepang tak terpengaruh dengan tindakan terpuji tersebut.
Tim asuhan Hajime Moriyasu berhasil mengalahkan Bahrain dengan skor 5-0. Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji pun angkat bicara soal taktik non-teknis yang diusung oleh Bahrain.
Pihaknya mengaku sudah mengantisipasi sepenuhnya taktik provokatif yang diusung Bahrain. Tim analis skuad Timnas Indonesia juga sudah memetakan siapa saja yang kerap melakukan provokasi.
"Ya kita ini tim analis sudah betul-betul mempelajari ya," ujar Sumardji di acara Kompas Petang bersama Kompas TV pada Senin (7/10) malam WIB.
"Bagaimana cara main Bahrain ya termasuk individu masing-masing itu. Sudah di sudah dipelajari betul. Dicek betul dianalisa betul, Seperti apa (permainan Bahrain). Siapa yang suka buat provokasi dan lain sebagainya."
"Termasuk itu kalau lawan Australia termasuk bagaimana kemarin dari suporter Bahrain juga ketika melawan Jepang juga menyalahkan laser dan lain sebagainya," lanjutnya.
Pihaknya mengaku bahwa tim analis sudah memberikan analisa kepada para pemain Timnas Indonesia. Informasi tersebut jadi penting sebagai bagian dari antisipasi dari permainan provokatif Bahrain. "Itu juga bagian terpenting yang kita analisa ya," ujar Sumardji.
"Sehingga dengan segala hal itu tadilah yang kita berikan kepada para pemain. Segala antisipasi yang harus dilakukan seperti itu," ujarnya.
Setelah menghadapi Bahrain, skuad Garuda langsung bergegas menuju China. Pasalnya, pertandingan China vs Indonesia akan bergulir pada 15 Oktober 2024. (tribunnews/abdul majid/bolasport)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Kiper-Timnas-Indonesia-Maarten-Paes-sudah-sembuh-cedera-tangan.jpg)