Berita Entertainment
Ingat Komeng Komedian yang Sukses Jadi Anggota DPD? Kini Makin Bersinar, Bakal Dapat Jabatan Baru
Masih ingat dengan Komeng komedian yang jadi anggota DPD RI dengan perolehan 5 juta suara? Kabarnya kini makin bersinar, bakal dapat jabatan baru.
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Putra Dewangga Candra Seta
SURYA.co.id - Masih ingat dengan Komeng komedian yang jadi anggota DPD RI dengan perolehan 5 juta suara?
Kabarnya kariernya kini di dunia politik semakin bersinar.
Komeng bakal mendapat jabatan baru, yakni sebagai Wakil Ketua MPR dari unsur DPD.
Jabatan baru ini santer terdengar jelang pelantikan Komeng ebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI terpilih periode 2024-2029.
Komeng rencananya akan dilantik pada 1 Oktober 2024 mendatang.
Baca juga: Profil dan Biodata Komeng Komedian yang Sukses Melenggang ke Senayan dengan Perolehan 5 Juta Suara
Sejumlah anggota DPD RI terpilih periode 2024-2029 mengusulkan Alfiansyah Komeng alias Komeng sebagai Wakil Ketua MPR dari unsur DPD.
Kabarnya ada sekitar 20 orang anggota DPD terpilih mengusulkan Komeng menjadi Wakil Ketua MPR.
Lantas, apa kata Komeng tentang aspirasi yang mengusungnya ke kursi Wakil Ketua MPR?
Komeng pun tak masalah dengan adanya aspirasi tersebut.
Sebagai warga negara, mereka memiliki hak untuk menyampaikan dukungan.
"Ya terserah, mereka warga negara. Punya hak untuk dipilih dan memilih," ungkapnya, melansir dari Tribunnews.
Lantas, mengapa harus Komeng jadi Wakil Ketua MPR?
Baca juga: Pesan Jarwo Kwat Pada Sahabatnya Komeng Usai Dilantik Jadi DPD RI “Kerja Betul Enggak Usah Korupsi”
Akbar Supratman saat konferensi pers di The Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (24/9/2024) malam membeberkan alasan para senator memilih Komeng.
"Kenapa kita memilih Bang Komeng? Karena yang pertama faktor Bang Komeng ini dengan cara beliau berkomunikasi, suasananya cair," kata senator muda asal Sulawesi Tengah,
Akbar menjelaskan, dirinya mewakili Timur 1 yang memberikan dukungan kepada pelawak tersebut.
"Nah, jadi kalau bicara mengenai dukungan ke Bang Komeng, ini kan tentu, dukungannya itu ada dari Barat 1, Barat 2, Timur 1, Timur 2," ujarnya.
Dia menegaskan, dukungan yang mereka berikan tak bermaksud untuk melangkahi proses pemilihan pimpinan DPD.
"Kita tidak melangkahi proses pemilihan pimpinan DPD RI, tetapi untuk pimpinan MPR RI, karena ini gerakan organik, terutama dari teman-teman pendatang baru, yang jumlahnya kurang lebih 88," ucap Akbar.
Sementara Al Hidayat Samsu, anggota DPD terpilih asal Sulawesi Selatan, menilai Komeng layak untuk menjadi Wakil Ketua MPR.
"Karena yang pertama, secara hak pilih, Bang Komeng sudah mendapatkan 5 juta di Jawa Barat," ujarnya.
Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah mengesahkan hasil perolehan suara pemilihan calon anggota DPD untuk Provinsi Jawa Barat (Jabar) pada Rabu (20/3/2024) dini hari.
Dari hasil perolehan yang diketok palu Ketua KPU RI Hasyim Asyari, komedian Alfiansyah Komeng mengamankan satu tiket ke Senayan dengan perolehan suara yang cukup tinggi di antara calon lainnya, yakni 5.399.699 suara.
Awalnya, rapat pleno rekapitulasi suara nasional Provinsi Jawa Barat untuk calon anggota legislatif DPR yang berlangsung di Kantor KPU RI, Jakarta, berjalan alot dan diwarnai keberatan para saksi.
Namun, suasana berubah saat pihak KPU Jabar membacakan perolehan Komeng.
Baca juga: Profil dan Biodata Komeng Komedian yang Sukses Melenggang ke Senayan dengan Perolehan 5 Juta Suara
Usai perolehan suara anggota klub lawak Diamor itu diumumkan, sontak peserta rapat pleno menyahuti dengan jargon khas Komeng “uhuy”.
”Calon nomor 10, 5.399.699,” kata Anggota KPU Jawa Barat.
”Uhuy,” sahut peserta rapat pleno yang dihadiri oleh para saksi paslon, parpol, serta Bawaslu ini.
Menyusul Komeng, Aanya Rina Casmayanti yang juga pendatang baru sebagai senator menempati posisi kedua dengan perolehan 1.976.561 suara.
Urutan ketiga ditempati oleh istri dari pesinetron sekaligus politisi dari PAN Primus, Jihan Farida yang meraih 1.823.907 suara.
Kemudian, urutan keempat ditempati Agita Nurfianti dengan 1.168.837 suara.
Sesuai peraturan perundang-undangan, jumlah perwakilan anggota DPD tiap provinsi adalah sebanyak 4 orang.
Lantas, seperti apa profil dan biodata Komeng?
Nama: Alfiansyah Bustami
Tempat Lahir: Jakarta
Tanggal lahir: 25 Agustus 1970
Pekerjaan: Pemeran, pelawak, pengisi suara, penyiar radio dan pembawa acara televisi
Komeng, seorang komedian terkenal di Indonesia, memiliki latar belakang pendidikan yang menarik sebelum terjun ke dunia hiburan.
Sebelum menjadi komedian, ia mengikuti pendidikan di Akademi Bisnis Indonesia, meskipun tidak berhasil menyelesaikannya.
Pada masa kuliahnya, Komeng pernah menjadi anggota HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Komisariat ABA-ABI pada tahun 1990.
Pengalaman ini memberinya kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan organisasi dan memperluas jaringan sosialnya.
Setelah meninggalkan dunia perkuliahan, Komeng memulai karirnya sebagai penyiar radio.
Ia menjadi penyiar di Radio SK Jakarta dari tahun 1993 hingga 1996, dan kemudian pindah ke Bens Radio Jakarta pada tahun 1996.
Pengalaman sebagai penyiar radio memberinya kesempatan untuk mengasah kemampuan komunikasinya dan meraih popularitas di dunia hiburan.
Pada tahun 1999, Komeng menikah dengan seorang wanita bernama Aprilliana Indra Dewi.
Meskipun memiliki kehidupan pribadi yang stabil, ia tetap berfokus pada karirnya di dunia hiburan.

Komeng telah membintangi beberapa sinetron komedi yang sukses, seperti "Kompor Diamor" (TPI, 1991), "Akal-Akalan" (Indosiar, 1996), "Otak-Otak Kuda" (TPI, 1996), "Malioboro" (TPI, 1996), "Liliput" (2001), dan "Puteri Duyung" (SCTV, 2001).
Selain itu, ia juga sering tampil di televisi sebagai komedian dan presenter.
Pada pertengahan 2009, Komeng berperan dalam salah satu komedi situasi yang berjudul "Kungfu Komeng".
Di acara ini, ia beradu akting dengan aktris Tessa Kaunang, menciptakan momen lucu dan menghibur bagi penonton.
Selain itu, Komeng juga pernah menjadi bintang iklan produk sepeda motor Yamaha bersama Valentino Rossi.
Keikutsertaannya dalam iklan ini menunjukkan popularitas dan pengakuan yang ia peroleh dalam dunia hiburan.
Meskipun terjun ke dunia hiburan sejak awal kariernya, Komeng tidak melupakan pendidikan.
Pada bulan April 2018, ia berhasil meraih gelar Sarjana Ekonomi (S.E.) dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tribuana Bekasi.
Skripsinya berjudul "Pengaruh Disiplin dan Pemberdayaan terhadap Profesionalisme Anggota Persatuan Seniman Komedi Indonesia Jawa Barat".
Keberhasilannya dalam meraih gelar sarjana menunjukkan dedikasinya terhadap pendidikan dan upaya untuk mengembangkan diri di luar dunia hiburan.
Karier Komeng sebagai komedian dimulai dengan mengikuti festival lawak bersama teman-temannya dan membentuk grup lawak bernama 'Diamor' pada tahun 1990-an.
Grup ini terdiri dari Rudi Sipit, Mamo, dan Jarwo Kuat, dan mereka sering tampil dalam berbagai acara.
Keahlian komedi mereka membawa mereka meraih lebih dari 10 gelar juara dalam festival lawak.
Kepopuleran Komeng semakin meningkat ketika ia mulai muncul di layar kaca sebagai pembawa acara 'Drama Komedi' di TVRI.
Ia juga mendapatkan kesempatan untuk mengisi beberapa program komedi seperti 'Kompor Diamor' di TPI (1991) dan 'Opera Diamor' di TVRI (1991-1995). Namanya semakin dikenal ketika ia menjadi pembawa acara dalam program 'Spontan' di SCTV dan Trans TV dari tahun 1995 hingga 2004.
Komeng telah mencapai banyak prestasi dan kesuksesan dalam karirnya sebagai komedian.
Dengan gaya komedi yang unik dan kehadirannya yang menghibur, ia terus mempertahankan popularitasnya di dunia hiburan Indonesia.
Dilaporkan Ahmad Dhani ke Polisi, Lita Gading Santai: Sebaiknya Introspeksi |
![]() |
---|
Pantas Enteng Beli Mobil Seharga Rp 6 Miliar untuk Maia Estianty, Ini Sumber Kekayaan Irwan Mussry |
![]() |
---|
Hubungan Ahmad Dhani dan Maia Estianty Tak Akur, Putra Mereka Al, El, Dul Kompak Ogah Ikut Campur |
![]() |
---|
Duduk Perkara Kiesha Anak Pasha Ungu Diduga Ditampar Aktor Dimas Anggara, Dipicu Adegan Syuting |
![]() |
---|
Penyanyi Ayu Ting Ting Terbaring Lemas di Rumah Sakit Usai Kejutan Ulang Tahun, Ibunda: Gak Tega |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.