Otomotif
Lebih Dekat dengan Yamaha Lexi LX 155 yang Punya Tenaga Besar, Berkat Teknologi Ini
GM Servis Yamaha STSJ Ilham Wahyudi, menuturkan, kejutan yang dibawa lexi LX 155 adalah penggunaan mesin Bluecore 155cc generasi terbaru
Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID SURABAYA - Tenaga besar dan napas panjang yang dimiliki Lexi LX 155 tak lepas dari sentuhan teknologi terkini yang disematkannya.
GM Servis Yamaha STSJ Ilham Wahyudi, menuturkan, kejutan yang dibawa lexi LX 155 adalah penggunaan mesin Bluecore 155cc generasi terbaru yang punya sentuhan peningkatan pada bagian camshaft, piston, head, serta jalur oli.
"Sehingga motor ini paling punya tarikan atau napas yang panjang dan tenaganya juga lebih besar di kelas Maxi 155 cc,” ujar Ilham Wahyudi di Yamaha Basuki Rahmat Surabaya, Jumat (6/9/2024).
Ia menjelaskan, peningkatan kubikasi mesin pada LEXi LX 155 tentunya membuat Body Cylinder dan Forged Piston menjadi berubah, khususnya pada ukuran diameter yang kini lebih besar, yaitu 58 x 58,7 (bore x stroke).
Bahkan, kata Ilham, dinding cylindernya pun juga turut dibuat sehalus mungkin untuk meminimalisir gesekan dan mengurangi oil loss.
Kemudian, perubahan jeroan mesin juga turut menyasar area Head Cylinder yang kini mampu menghasilkan kompresi rasio lebih besar, menjadi 11,6 dari sebelumnya hanya 11,2.
"Peningkatan Head Cylinder ini datang dari ukuran dome capacity yang dibuat menjadi lebih kompak. Selain itu, perubahan Design Head cylinder juga dibarengi dengan perubahan dimensi desain pada diameter kepala Valve yang menjadi lebih besar," jelasnya.
Dikatakannya pula, mesin LEXi LX 155 memiliki ukuran Crankshaft yang lebih pendek dari LEXi yang sebelumnya, yaitu 277,8 mm berbanding 283,8 mm serta dimensi dan berat Rotor Assy yang lebih ringan, yaitu 1.130 gr berbanding 1.250 gr.
"Dengan adanya efisiensi dari sisi ukuran dan berat pada komponen-komponen tersebut, maka berimbas pada akselerasi motor yang menjadi lebih baik," imbuhnya.
Adapun pada bagian Camshaft pada mesin LEXi LX 155 juga turut mendapat sentuhan pembaruan.
Dimana, lanjut Ilham, jika sebelumnya pin dowel yang berfungsi sebagai dudukan sprocket cam chain dibuat terpisah, maka kini menjadi satu kesatuan (build in) dengan Camshaft. Efek baiknya, tentu menjadi lebih rigid sehingga lebih minim gesekan.
Sementara saat ditanya perubahan yang paling signifikan pada mesin Blue Core generasi terbaru yang dipakai oleh LEXi LX 155, Ilham mengatakan ada pada bagian tensionernya.
"Jika pada mesin generasi sebelumnya gate stopper (bantalan untuk menekan rantai keteng) hanya ditekan oleh per dan tuas, kali ini proses penekanan dilakukan degan mengkombinasikan per dan juga oli, atau disebut dengan istilah Hydraulic Tensioner. Penggunaan Hydraulic Tensioner, membuat kinerja mesin menjadi lebih minim vibrasi dan suara lebih halus," terang Ilham.
Perubahan signifikan yang terakhir juga terjadi pada jalur oli.
Pada mesin Blue Core generasi sebelumnya, jalur oli hanya untuk menyuplai pelumasan di bagian Cylinder Head dan Cylinder Body, namun kini ditambah ke bagian Hydraulic Tensioner.
"Dengan adanya jalur oli baru ini, maka desain Crankcase menjadi berbeda dengan mesin Blue Core 155cc lainnya," pungkasnya.
Sekadar informasi, bagi yang tertarik dengan motor ini, maka bisa membelinya dengan menghubungi Yamaha STSJ selaku main diler resmi Yamaha area Jatim, Nusra, dan Kalseltengtim di 08228 – 7777 – 898.
BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS
SURYA.co.id
surabaya.tribunnews.com
Ilham Wahyudi
Running News
Yamaha Lexi LX 155
Yamaha Jatim
PT Surya Timur Sakti Jatim
Trial Game Dirt 2025 Hari Pertama, Langsung Geber Pertarungan Tensi Tinggi |
![]() |
---|
Menjajal dan Menikmati Mobil Listrik BYD ATTO 1 Surabaya-Malang PP |
![]() |
---|
Bikin Mudah Memiliki Mobil, Astra Financial Beri Program Ini Di GIIAS Surabaya 2025 |
![]() |
---|
Duel Rider Elite di Trial Game Dirt 2025 Makin Memanas Di Sirkuit Karya Bhakti Probolinggo |
![]() |
---|
GIIAS Surabaya Digelar Tanggal 27 Agustus 2025, Berikut Peserta dan Harga Tiketnya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.