Berita Viral

Penjelasan Kemlu RI soal Video Gerombolan WNI Berbaju Hitam Bikin Resah Warga Osaka Jepang

Beredar sebuah video memperlihatkan sejumlah warga negara Indonesia (WNI) berbaju hitam bergerombol di jalanan di Osaka, Jepang. Ini kata Kemenlu

Penulis: Arum Puspita | Editor: Musahadah
Kolase Kompas.com/X
Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Judha Nugraha di Ruang Palapa Kemenlu, Jakarta Pusat, Jumat (9/8/2024) (kiri) Tangkap layar gerombolan WNI bikin resah warga di Osaka, Jepang (kanan) 

SURYA.CO.ID - Beredar sebuah video memperlihatkan sejumlah warga negara Indonesia (WNI) berbaju hitam bergerombol di jalanan di Osaka, Jepang.

Video itu kali pertama diunggah oleh akun @personalsecret, Sabtu (31/8/2024).

Dalam unggahannya, para WNI itu terlihat menutup jalan para pejalan kaki di Jepang.

"Mereka berkumpul untuk mengganggu orang yang lewat dan mengancam orang yang mengomentari postingan mereka," tulis akun tersebut.

Video tersebut juga memperlihatkan seorang membawa celurit untuk dipamerkan dan ada yang menggunakan sepeda sambil menggunakan kaos bertuliskan "Pemulih Harga Diri".

Penjelasan Kemlu

Terkait hal tersebut, Kementerian Luar Negeri RI mendalami video viral itu.

Gerombolan WNI bikin resah di Jepang
Gerombolan WNI bikin resah di Jepang

"Beredar informasi di media sosial mengenai sekelompok orang yang diduga WNI melakukan kegiatan yang meresahkan masyarakat setempat."

"Lokasi kejadian diduga terjadi di Osaka, Jepang," ujar Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha dalam pesan singkat, Minggu (1/9/2024).

"KBRI Tokyo dan KJRI Osaka saat ini sedang mendalami kebenaran dan akurasi informasi tersebut, termasuk berkomunikasi dengan simpul simpul masyarakat Indonesia di Jepang," sambung Judha.

Ia pun mengimbau agar WNI yang berada di luar negeri mematuhi hukum yang berlaku di negara tempat mereka berkunjung.

"Kemludan Perwakilan RI terus mengimbau masyarakat Indonesia di luar negeri agar selalu mematuhi hukum negara setempat, termasuk menjaga ketertiban dan menghormati budaya lokal," tandasnya. 

Ikuti berita selengkapnya di Google News Surya.co.id

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved