Selasa, 19 Mei 2026

Persebaya Surabaya

Berita Persebaya Hari Ini Populer: Alasan Andhika Ramadhani Ingin Hengkang dan Persaingan 2 Kiper

Berikut berita Persebaya hari ini populer, Kamis (18/7/2024), di antaranya alasan Andhika Ramadhani nyaris hengkang dan persaingan dua kiper Bajul Ijo

Tayang:
Penulis: Arum Puspita | Editor: Musahadah
Kolase Instagram
Kiper Persebaya Surabaya 

SURYA.CO.ID - Berita Persebaya hari ini populer, Kamis (18/7/2024), di antaranya alasan Andhika Ramadhani nyaris hengkang dan persaingan dua kiper Bajul Ijo.

Kiper Persebaya Surabaya, Andhika Ramadhani, sempat terpikir untuk hengkang.

Hal itu terbesit saat Andhika Ramadhani masih menjadi pemain trial pada 2020 silam.

Beruntung, ada sosok pelatih kiper Persebaya, Coach Benyamin Van Breukeleun yang memberikan wejangan.

Di sisi lain, dua kiper Persebaya Surabaya rupanya sedang bersaing secara sehat. 

Dua kiper yang dimaksud adalah Ernando Ari dan Andhika Ramadhani.

Keduanya saling bersaing untuk mendapatkan spot utama di bawah mistar gawang Bajul Ijo. 

Berikut ulasan berita Persebaya Surabaya selengkapnya. 

Baca juga: Eks Wonderkid Persebaya Surabaya, Samsul Arif Resmi Kembali Perkuat Persela Lamongan

Andhika Ramadhani Nyaris Hengkang

Andhika sempat terpikir hengkang dari Persebaya karena status trial yang terlampau lama. 

"Sempet trial setahun aku, trial aja. Itu sempat ingin cabut dari Persebaya awalnya," ujar pemain yang sempat dipanggil Timnas Indonesia itu

Bayaran yang didapatkan dari masa trial juga tak banyak. 

"Dikasih uang makan perhari, belum kontrak."

Menjalani masa trial selama setahun tentu membuat Andhika saat itu merasa lelah, terutama tidak ada kejelasan terkait masa depannya.

Kegundahan itu akhirnya ia ungkapkan ke pelatih kiper Persebaya, Benyamin Van Breukeleun.

"Coach, mohon maaf ini ada gak ya klub liga 2. Saya pengen ke Liga 2," ujar Andhika ke Coach Benny waktu itu.

Pertanyaan itu lantas direspons negatif oleh Coach Benny, bahkan Andhika menyebutkan pelatihnya itu marah.

"Ngapain kamu buru-buru, jangan buru-buru, disini aja dulu," ucap Andhika menirukan wejangan dari Coach Benny.

Pemain Asing Persebaya Surabaya Francisco Rivera saat sesi latihan di Lapangan ABC, Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
Pemain Asing Persebaya Surabaya Francisco Rivera saat sesi latihan di Lapangan ABC, Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. (Persebaya)

"Rejeki kalau buru-buru itu makin gak enak. Aku itu pengennya kamu disini, fokus aja kamu latihan disini."

"Kalau kamu saya rekomen masuk disini, udah ikutin aja nanti kalau pelatih kepala suka sama kamu ya alhamdulillah itu rejekimu. Saya cuma menolong kamu tok, ujarnya.

Wejangan dari Coach Benny rupanya tertanam betul di benak Andhika. 

Ia kemudian terus bekerja keras demi menggapai impiannya untuk memperkuat Persebaya

Impian itu akhirnya terwujud saat ia mendapatkan panggilan. 

Setelah lama menunggu giliran tampil, Andhika akhirnya mendapatkan kesempatan saat penjaga gawang utama Ernando Ari dipanggil Timnas Indonesia. 

Penampilan perdananya dicatatkan pada saat melawan PSIS Semarang pekan ke-6 Liga 1 2021/2022 silam. 

Debut seorang Andhika Ramadhani nyatanya tak berjalan mulus. 

Ia harus memungut bola 3 kali dari sarangnya, membuat Bajul Ijo kalah 3-2 oleh Laskar Mahesa Jenar kala itu. 

Debut pahitnya itu berakhir dengan hujatan dari Bonek, pendukung Persebaya

"3 hari hapeku ngedrop (karena hujatan di media sosial), pengalaman pertama. Mental pasti down, tapi mau gimana lagi." 

Salah seorang pemain asing Persebaya Surabaya, Slavko Damjanovic menjalani tes fisik dalam sesi latihan tim di Lapangan ABC Kompleks Stadion GBT, Surabaya.
Salah seorang pemain asing Persebaya Surabaya, Slavko Damjanovic menjalani tes fisik dalam sesi latihan tim di Lapangan ABC Kompleks Stadion GBT, Surabaya. (Istimewa/Persebaya)

Debut pahit tak membuatnya patah arah. 

Andhika berkeyakinan bahwa ini merupakan kesempatan emasnya untuk tampil, terutama melihat Ernando yang harus absen. 

"Kalau gak dimulai dari sekarang, mumpung Ernando di timnas, siapa lagi yang mau main?" Ungkapnya

Hujatan demi hujatan nampak menempa seorang Andhika Ramadhani dalam prosesnya. 

Setelah dihujat, Andhika justru menuai pujian kala performa gemilangnya pada laga melawan Persija Jakarta di pekan ke-9 Liga 1 2021/2022 silam. 

Saat itu Persebaya Surabaya berhasil menang tipis 1-0 atas Macan Kemayoran. 

Pemain jebolan klub internal El Faza itu berhasil tampil gemilang dan mencatatkan penyelamatan demi penyelamatan di bawah mistar gawangnya. 

Penampilan apik itu juga membuatnya dipuji oleh pelatih Persija kala itu yaitu Angelo Alessio. 

Sejak saat itu, Andhika selalu menjadi andalan Persebaya Surabaya kala Ernando Ari absen. 

Ia bahkan tampil lebih banyak daripada Ernando Ari di musim 2023/2024 lalu. 

Pemain bertinggi 184cm itu total mencatatkan 47 pertandingan, 15 kali nirbobol dan 54 kali kebobolan sepanjang karirnya bersama Persebaya.

Kisah dari Andhika Ramadhani tentu mempunyai pelajaran penting bagi generasi penerus.

Ia mengajarkan bahwa untuk menjadi pemain sepak bola, keinginan kuat dan dedikasi yang tinggi harus dijunjung tinggi oleh pemain.

Persaingan 2 Kiper

Andhika Ramadhani mengaku, persaingannya dengan Ernando Ari dilakukan secara sehat. 

Meski dirinya hanya tampil saat Nando-sapaan akrab Ernando Ari, sibuk memenuhi panggilan Timnas Indonesia.

Seperti diketahui, Ernando Ari  kerap menjadi pilihan utama sebagai kiper saat Persebaya bertanding.

"Kita bersaing secara sehat," ucap pria berusia 25 tahun, dikutip dari Youtube GS Pedia. 

Andhika memberikan salah satu contoh persaingan sehat antara dirinya dan Ernando Ari, yaitu saat pertandingan pembuka musim lalu. 

"Pernah kejadian musim kemarin lawan (Persis) Solo."

"Itu sebenernya aku yang main, karena Nando fokus Timnas. Yang latihan cuma aku, Adit, Yunan sama Lalu." 

"Pas Hari H, Nando datang. Aku gak mikir siapapun yang main itu yang dipercaya buat jaga gawang Persebaya."

Akhirnya ada pertemuan mendadak untuk menentukan penjaga gawang, yaitu antara Ernando Ari, Andhika Ramadhani dan Coach Benny.

"Dik, mohon maaf ini regulasinya harus ada Usia 23 yang harus main di menit awal. Dan pemainnya di sini gak ada," ucap Andhika menirukan ucapan Coach Benny waktu itu. 

Di skuad saat itu, sebenarnya masih ada Toni Firmansyah namun pemain berposisi gelandang itu tak dibawa ke Solo.

Pilihan untuk memenuhi regulasi itu akhirnya jatuh kepada Ernando yang baru bergabung dengan tim.

Mengetahui pilihan pelatih untuk memasangnya secara tiba-tiba, Nando justru merasa tak enak dengan Andhika yang sebelumnya ditunjuk lebih dulu.

"Bro maaf ya bro, kalau kamu diganti dan aku yang main, [cap Andhika meniru perkataan dari Ernando.

Sontak Andhika langsung kaget dengan pernyataan itu.

"Kamu itu kayak gak kenal aku aja, apa pernah aku njegal atau minta aku yang main? Siapa aja yang main, yang penting Persebaya main aku senang," ucap Andhika.

Mendengar ucapan itu, Nando malah menawarkan bonusnya untuk diberikan jika berhasil menang.

Namun tawaran itu jelas ditolak mentah-mentah oleh Andhika.

Bagi penjaga gawang asal Perak, Surabaya itu, ia sudah cukup dengan bonusnya sendiri. 

>>>Update berita terkini di Googlenews Surya.co.id

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved