Ibadah Haji 2024

Jelang Puncak Haji, Jemaah Indonesia Diimbau Tidak Keluar Kota Makkah

Jemaah haji Indonesia diimbau untuk tetap berada di Makkah sampai selesai menjalani puncak haji.

Penulis: M Taufik | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/M Taufik
Jemaah Haji Indonesia saat tiba di Makkah. 

SURYA.CO.ID, MAKKAH - Jemaah haji Indonesia diimbau untuk tetap berada di Makkah sampai selesai menjalani puncak haji.

Selain agar fokus berhaji dan tidak memforsir fisik, imbauan itu juga bertujuan untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan.

Apalagi, belakangan ini aparat keamanan Arab Saudi semakin memperketat orang yang masuk ke Tanah Suci.

Titik pemeriksaan dilakukan di berbagai wilayah, utamanya lokasi-lokasi keluar-masuk wilayah Makkah.

"Kami mengimbau agar jemaah tidak melakukan perjalanan di luar kota perhajian, agar jemaah bisa fokus beribadah di Kota Suci Makkah," kata Kepala PPIH Arab Saudi Daker Mekkah Khalilurrahman, Rabu (5/6/2024).

Disebutnya, bahwa jemaah yang melaksanakan ziarah di luar Kota Makkah diperkirakan akan kesulitan saat kembali. Makanya jemaah diminta hanya beraktivitas di dalam Kota Mekkah.

Hal ini penting juga untuk menjaga kesehatan, keselamatan dan kenyamanan jemaah haji Indonesia menjelang pelaksanaan puncak haji.

Bagi jemaah yang belum melaksanakan ibadah umrah wajib, diminta untuk segera menunaikannya.

Setelah itu, Khalilurrahman meminta jemaah haji Indonesia mengurangi intensitas ibadah umrah sunah di Masjidil Haram.

Mengingat pelaksanaan puncak hai 12 hari lagi, sebaiknya jemaah mengutamakan pelaksanaan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).

"Kami mengimbau agar mengurangi ibadah umrah sunnh di Masjidil Haram, mengingat puncak haji masih 12 hari lagi dan utamakan bapak ibu melaksanakan wukuf di Arafah dalam keadaan sehat walafiat," pesannya.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi juga telah mengeluarkan Surat Edaran, ditujukan kepada jemaah yang telah berada di Makkah maupun yang akan tiba untuk tidak melakukan perjalanan ke luar kota perhajian menjelang puncak haji.

Edaran ini diterbitkan, seiring dengan kebijakan Pemerintah Saudi yang semakin memperketat pemeriksaan di check point pintu masuk Kota Makkah.

“Karenanya, demi keselamatan dan kenyamanan jemaah, PPIH melalui perangkat kloter, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) dan petugas lainnya mengimbau jemaah agar tidak keluar Kota Makkah sebelum puncak haji,” kata Anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda.

Selain itu, ketika ke luar hotel atau ke Masjidil Haram, jemaah diminta membawa identitas pengenal berupa smart card, gelang identitas atau paspor. Sehingga ketika ada pemeriksaan oleh aparat Arab Saudi bisa menunjukkan identitas lengkapnya, terutama ketika jemaah terpisah dari rombongan.

Ikuti Update Berita Menarik Lainnya di Google News SURYA.co.id

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved