Berita Viral

Pantas Saja Emak-emak di Bogor Dapat Ilmu Kebal Tusuk, Ternyata Suaminya Berasal dari Desa Jawara

Pantas saja emak-emak di Bogor bisa dapat ilmu kebal tusukan senjata tajam, ternyata suaminya berasal dari desa para jawara.

kolase Tribun Bogor
Mak Titin (kanan), emak-emak di Bogor yang viral ditusuk malah pisaunya yang patah. Ternyata Suaminya Berasal dari Desa Jawara. 

SURYA.co.id - Pantas saja emak-emak di Bogor bisa dapat ilmu kebal tusukan senjata tajam, ternyata suaminya berasal dari desa para jawara.

Hal ini diungkapkan sendiri oleh Mak Titin (55), emak-emak di Bogor yang kena tusuk berkali-kali tapi malah pisaunya yang patah.

Diketahui, Mak Titin viral di media sosial karena berhasil selamat dari tusukan pisau seorang remaja berinisial T (17).

Yang lebih mengejutkan, pisau tersebut malah patah setelah dihujamkan pelaku berkali-kali ke tubuh Mak Titin.

Titin pun mengungkap asalmuasal ilmu yang dimilikinya hingga membuat pisau pelaku patah.

Baca juga: Pantesan Ditusuk Malah Pisaunya yang Patah, Emak-emak di Bogor Ungkap Kesaktiannya: Dari Suami

Kemungkinan ia mendapat ilmu dari sang suami yang berasal dari Desa Jampang.

"Mungkin dari suami. Dia kan orang Jampang Surade," kata Titin.

Menurut penelusuran SURYA.co.id, Desa Jampang ternyata dikenal sebagai daerah para jawara silat, bahkan sejak zaman kolonial belanda.

Silat sejatinya sudah menjadi nafas bagi masyarakat Desa Jampang, sebuah desa yang terletak di utara Kabupaten Bogor, tepatnya di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Konon, nama Jampang diambil dari kisah Si Jampang, seorang jago silat yang melawan penjajah Belanda kala itu, seperti halnya Si Pitung.

Seiring perkembangannya, melalui budaya, pengembangan Desa Jampang mulai diinisiasi oleh masyarakat dengan menjadikan Desa jampang menjadi desa wisata yang berbasis pada budaya, khususnya silat.

Sejauh ini, sudah banyak perguruan silat yang tergabung dalam wadah Kampung Silat Jampang.

Ketua Kampung Silat Jampang Saptadji menjelaskan, perkembangan silat di Desa Jampang tidak lepas dari para leluhur yang tinggal disana. Dulu, kata Saptadji, banyak ahli pendekar silat berasal dari Jampang.

"Silat adalah warisan asli budaya Indonesia. Dulu, banyak pendekar silat yang tinggal di sini (Jampang). Kemudian, mereka pergi ke daerah-daerah lain untuk menyebarkan ilmu silatnya," ucap Saptadji saat ditemui Kompas.com, Selasa (3/5/2016).

Baca juga: Cerita Lengkap Titin, Nenek Sakti di Bogor yang Kebal Ditusuk Pisau Berkali-kali, Pelaku Ketakutan

Pengembangan silat Jampang pun kian pesat. Anak-anak di kampung itu pun mulai diperkenalkan silat sejak dini.

Maka tak heran, jika bocah-bocah disana sudah bisa menguasi beberapa jurus silat.

Tidak hanya itu saja, seluruh sekolah yang berada di Desa Jampang pasti memiliki kegiatan ekstrakulikuler silat.

Hal itu untuk menjaga, melestarikan, dan memperkenalkan silat kepada anak-anak.

"Dimulai dari menjadikan silat sebagai bagian dari dunia pendidikan.

Ekskul silat menjadi sebuah sistem pengembangan karakter positif yang prestasi," katanya.

Seiring waktu berjalan, banyak wisatawan baik dalam dan luar negeri datang ke Kampung Silat Jampang untuk menonton atau pun belajar silat.

Kampung Silat Jampang pun kian masif memperkenalkan silat ke seluruh Nusantara lewat event rutin yang bernama Festival Kampung Silat.

Dalam festival tersebut, sudah pasti banyak jawara-jawara silat berkumpul untuk memperlihatkan keindahan seni bela diri asli Indonesia ini. "

Festival silat itu kan tujuannya untuk lebih mengenalkan bela diri silat ke masyarakat. Ya, pastinya kita bisa bersilaturahmi dengan pesilat-pesilat yang lain. Kalau bukan kita yang melestarikannya, siapa lagi coba," pungkas Saptadji. 

Diberitakan sebelumnya, Insiden penusukan yang dialami Titin terjadi saat kumandang adzan subuh terdengar di rumahnya.

Titin kaget saat terbangun melihat ada R yang masuk ke dalam rumahnya yang berlokasi di Kelurahan Ciwaringin, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/5/2024).

“Saya kaget karena dia sudah ada di dalam, mukanya dia tutupin pakai baju.

Saya ngomong ‘heh, heh, mau ngapain’,” ujar Titin, dikutip dari Tribun Bogor.

Pelaku R langsung membabi buta menusuk perut Titin menggunakan pisau.

“Dia (pelaku) tusuk perut saya sampai berkali-kali sampai pisaunya aja patah,” ucap Titin.

Anehnya, Titin hanya mengalami sedikit luka meskipun pisau yang digunakan pelaku untuk menusuk perut Titin sampai patah.

Bahkan, saat ditemui Tribun Bogor ketika diperiksa polisi sebagai korban penusukan, Titin masih bisa tersenyum.

Ia pun sempat menyapa awak media yang saat itu mendatangi Polsek Bogor Tengah.

"Mau wawancara yah," kata Titin singkat.

Titin merupakan seorang emak-emak yang tinggal di wilayah Kampung Cimanggu Kecil, Gang Pasama, Kecamata Bogor Tengah, Kota Bogor.

Baca juga: KRONOLOGI Remaja Surabaya Ditusuk Anak Punk saat Berangkat Selawatan di Gresik

Di rumahnya yang sederhana, ia tinggal bersama sang suami yang menderita sakit stroke.

Titin juga merupakan seorang nenek yang sudah memiliki cucu dari anak perempuannya bernama Nur (40).

Emak-emak sakti asal Bogor ini berprofesi sebagai ibu rumah tangga.

Wanita berusia 55 tahun ini bersyukur tusukan pisau yang dihunuskan remaja mabuk ke perutnya tak sampai membuat tubuhnya terkapar.

“Alhamdulillah masih ada yang ngelindungin lukanya enggak terlalu parah, enggak sampai harus dijahit, hanya dibersihkan karena ada darah, dikasih obat sama dokter, terus dikasih perban buat nutup lukanya,” kata Titin.

Meski berdarah, namun Titin tak mengalami luka serius.

Bahkan, lukanya hanya diperban tanpa dijahit.

"Hanya dibersihkan karena ada darah.

Dikasih obat sama dokter, terus dikasih perban," kata Titin.

Titin saat itu sempat berteriak minta tolong setelah pelaku kabur.

Pelaku yang saat itu ketautan rupanya bersembunyi di mushala dekat rumah Titin.

Bahkan, remaja mabuk ini sempat menjadi sasaran amukan warga hingga diserahkan kepada aparat polisi.

Titin, nenek sakti di Bogor yang tak mempan ditusuk pisau berkali-kali.
Titin, nenek sakti di Bogor yang tak mempan ditusuk pisau berkali-kali. (kolase tribunnews Bogor)

Titin pun akhirnya mengungkap ilmu yang dimilikinya hingga membuat pisau pelaku patah.

"Mungkin dari suami. Dia kan orang Jampang Surade," kata Titin.

Titin mengaku hanya mengalami luka sedikit di bagian perut sebelah kanan.

Itupun luka yang tak terlalu parah dan tanpa jahitan dari dokter.

"Ya seruas gini lah dalamnya. Tapi ibu sadar," katanya.

Sementara itu, usai insiden tersebut, Titin harus dilarikan ke klinik.

Sesampainya di klinik, Titin merasa seperti kembali ada yang menjaganya.

Di klinik, luka ini tidak dijahit sama sekali. Saat itu Titin merasa ada sosok yang menemaninya.

“Ibumah gitu aja ngerasanya. Kaya ada yang ngelihatin sama nemenin gitu,” ungkapnya.

Titin terus berdoa saat itu agar lukanya tidak parah.

“Berdoa mah terus di dalam hati kan. Supaya dipermudah dan ga parah lukanya,” ungkapnya.

Di sisi lain, Titin mengaku luka bekas tusukan tersebut sama sekali tak berasa sakit ditubuhnya.

Padahal, luka tusukan pisau ini kedalamannya hampir satu ruas jarinya.

“Ya seruas gini lah dalamnya. Tapi, ibumah sadar aja gitu,” sambung Titin sambil menunjukan jarinya.

Kini, Titin pun sudah mulai beraktifitas kembali.

“Alhamdulillah sudah tidak sakit. Sekarang (Jumat) hari pertama lagi aktifitas,” tandasnya.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Desa Jampang, Tempat Lahirnya Jawara Silat".

>>>Update berita terkini di Googlenews Surya.co.id

Sumber: Tribun Bogor
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved