Berita Viral

Tak Tahan Kena Omel Menantu, Mbah Surani Pilih Tidur di Becak Tiap Hari, Kondisinya Memprihatinkan

Mbah Surani memilih tidur di becak setiap hari karena tak tahan kena omel menantunya. Kondisinya memprihatinkan

Penulis: Arum Puspita | Editor: Musahadah
KOLASE INSTAGRAM
Mbah Surani tinggal di becak 

SURYA.CO.ID - Sungguh pilu nasib Mbah Surani, pria berusia 77 tahun yang memilih tidur di becak setiap hari.

Keputusan Mbah Surani tidur di becak bukanlah tanpa alasan. 

Ia takut bertemu menantunya yang cerewet.

Kisah Mbah Surani ini terungkap dalam unggahan TikTok @mashericahwelerireal milik Heri Prasetyo, pegawai Dinas Perhubungan PIP Semarang.

Awalnya, Heri bertanya mengenai asal Mbah Surani. Ternyata, Mbah Surani berasal dari daerah yang tak jauh dari rumah Heri, yakni wilayah Sukorejo, Sapen.

"Di Semarang tinggal di mana? Tidur di becak ini sudah berapa tahun?" tanya Heri.

"Sudah lama," jawab Mbah Surani.

Sehari-hari Mbah Surani tinggal di becaknya yang terparkir di pinggir jalan dekat Tugu Muda Semarang, Jawa Tengah.

Menantu Cerewet

Baca juga: Curhat Pria Beli Sepatu Rp 10 Juta Malah Kena Pajak Rp 31 Juta, Faktanya Tak Seperti yang Diviralkan

Disinggung kenapa tak pulang ke rumah, Mbah Surani bercerita singkat.

Bahwa ia takut pulang ke rumah karena cemas nanti dimarahi sang menantu.

Diakui Mbah Surani, ia tidak betah tinggal di rumah karena sering dimarahi menantu.

"Kalau saya pulang ke rumah, menantu saya begini (cerewet)," ungkap Mbah Surani.

Saking tak beraninya pulang ke rumah, Mbah Surani bercerita bahwa sang anak saja tidak berani dengan istrinya.

Daripada terus menerus ribut, Mbah Surani pilih mengalah dan rela tinggal di becak kumuh yang ia miliki.

"Anak saya sudah memisahkan, tapi menantu saya mengomel terus, saya enggak betah," tambah Mbah Surani.

Alhasil, Mbah Surani pun sehari-hari hidup di becak yang terparkir di pinggir jalan.

Baca juga: Kekayaan Mooryati Soedibyo Pendiri Mustika Ratu dan Yayasan Puteri Indonesia, Totalnya Rp 18 M

Mbah Surani tinggal di becak
Mbah Surani tinggal di becak

Ketika siang hari, Mbah Surani membersihkan becaknya guna mencari nafkah.

Saat malam tiba, becak tersebut beralih fungsi menjadi tempat tidur.

Kondisi Memprihatinkan

Di dalam becak tersebut ada selimut lusuh yang dipakai Mbah Surani untuk menghangatkan tubuhnya yang dingin.

Melihat kondisi Mbah Surani yang memprihatinkan, Heri pun menahan tangis.

"Kita melihat kondisinya sangat memprihatinkan."

"Kasihan sudah tua, tapi apa boleh buat, semua demi mencari nafkah, siapa yang mau seperti ini," kata Heri.

Kepada warganet, Heri pun memuat pengumuman khusus.

Baca juga: Cerita Tukang Cukur Dulu Tinggal di Rumah Kayu bak Kandang Kambing, Kini Punya Bisnis Menggurita

Yakni agar keluarga Mbah Surani bisa membawa pulang lagi kakek tua renta tersebut ke rumah.

Atau jika keluarga tak berkenan, Heri meminta agar netizen yang lewat di jalanan Tugu Muda, Semarang, untuk memberikan bantuan kepada Mbah Surani.

"Barangkali ada saudara dan tetangganya yang melihat video ini bisa dibantu sampaikan ke anak-anaknya atau keluarga dan jika berkenan pas lewat dari tugu mudah arah ke jakarta monggo bisa berbagi sedikit rejeki beliau kalau malam tidur di di becak lokasi tepatnya di sebelah toko sepatu bata sebelum swalayan ADA bulu," tulis Heri.

Dapat Makanan

Nasib Mbah Surani pun membuat Heri terkenang.

Dalam kunjungan pertamanya, Heri memberikan makanan, minuman, serta uang untuk Mbah Surani.

Lalu di pertemuan keduanya, mata Heri kembali berkaca-kaca saat melihat kondisi Mbah Surani.

Masih tinggal di becak, Mbah Surani terlihat kumal dan kotor.

Sambil meringkuk kedinginan, Mbah Surani tak beranjak dari becaknya padahal malam itu sedang turun hujan deras.

"Begini kondisinya, hujan, beliau tidur di becak," kata Heri.

Ogah Tinggal di Panti

Mengetahui hal itu, Heri pun mengajak Mbah Surani pun pindah tempat tidur dan tinggal di panti.

Namun sayang, tawaran Heri tersebut ditolak mentah-mentah oleh Mbah Surani.

"Hujan, simbah tidur di becak, kami tawarkan pulang atau tinggal di panti tidak mau," ujar Heri.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved