Berita Viral
Nahas! Bapak dan Anak Balitanya Hanyut Bareng Motornya Saat Naik Perahu Tambang Di Kalimas Gresik
Peristiwa maut itu menimpa korban Nanda Freda Eryansyah (27) warga Driyorejo, Gresik dan Erlangga (2,5) tahun. Korban berboncengan mengendarai motor
Penulis: Willy Abraham | Editor: Wiwit Purwanto
SURYA.CO.ID, GRESIK - Seorang bapak dan anaknya yang masih balita jatuh dan tenggelam di Kalimas, Gresik saat menggunakan jasa perahu tambangan, Kamis (18/4/2024) malam. Kedua korban masih dalam pencarian hingga pukul 22.38 malam.
Peristiwa maut itu menimpa korban Nanda Freda Eryansyah (27) warga Driyorejo, Gresik dan Erlangga (2,5) tahun. Korban berboncengan mengendarai sepeda motor Honda Beat.
Mereka menggunakan jasa perahu Tambangan milik Tuso. Warga Dusun Banjarpertapan, Taman, Sidoarjo. Hendak menyeberang dari Taman, Sidoarjo ke Driyorejo, Gresik sekitar pukul 19.00 Wib.
Syahkur salah seorang warga mengatakan, pada saat di atas perahu tambangan, mesin motor dalam kondisi hidup, kemudian tuas gas motor tersebut ditarik oleh balita yang berada di atas motor.
"Sepeda motor tersebut kecebur di sungai," ujarnya.
Perahu karet dari BPBD sudah tiba di lokasi melakukan pencarian. Hingga pukul 22.30 masih belum juga ditemukan keberadaan kedua korban.
Dihubungi melalui sambungan seluler, Kapolsek Driyorejo AKP Mushiram membenarkan peristiwa itu. Namun, karena saat kejadian perahu masih berada di wilayah Taman Sidoarjo. Pihaknya saat ini masih berkoordinasi dengan Polsek Krian.
"Kami tetap mem-back up pencarian korban, karena masuk wilayah dari Polsek Krian," ujarnya.
Bapak dan Anak Balitanya Hanyut
Perahu Tambangan Di Kalimas Gresik
surabaya.tribunnews.com
jasa perahu Tambangan
Gresik
| Guru Yogi ASN Jombang Ajukan Banding Usai Dipecat, Ada Dugaan Ketidakadilan |
|
|---|
| Alasan Politisi PSI Bro Ron Berdamai dengan 2 Orang yang Memukulnya, Pelaku Bantah Preman Bayaran |
|
|---|
| Nasib Pilu Korban Pelecehan Seksual Kiai Ashari di Pati, Masih Nangis, Jijik dan Takut Jelang Nikah |
|
|---|
| Bantahan Kuswandi Bantu Pelarian Kiai Ashari Tersangka Pencabulan di Pati, tapi Terima Rp 150 Juta |
|
|---|
| Tegas Tolak Rencana BGN Jadikan Kampus Dapur MBG, Ini Sosok Presiden BEM IPB Muhammad Abdan Rofi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/anak-dan-balita-tenggelam.jpg)