Persebaya Surabaya

Cerita Bonita Asal Krian Sidoarjo yang Cinta Persebaya Surabaya Sejak Kecil

Resa Zamora sudah mantap memutuskan jadi Bonita Persebaya Surabaya. Perempuan yang kini meginjak usia 20 tahun itu bukanlah Bonita karbitan

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Fatkhul Alami
Dok Resa Zamora
Resa Zamora sudah mantap memutuskan jadi Bonita Persebaya Surabaya. Perempuan yang kini meginjak usia 20 tahun itu bukanlah Bonita karbitan 

SURYA.co.id | SURABAYA - Resa Zamora sudah mantap memutuskan jadi Bonita Persebaya Surabaya. Perempuan yang kini meginjak usia 20 tahun itu bukanlah Bonita karbitan.

Reza mengenal Persebaya sejak masih kecil. Orang yang memperkenalkannya dengan Bajul Ijo, yakni tetangganya.

Resa dulu kecil tinggal di Krian, Sidoarjo. Namun sekarang menetap di Blitar. Dulu ketika masih di Krian, setiap Persebaya tanding, sering diajak tetangganya untuk berangkat ke stadion. Entah karena serunya pertandingan atau keriuhan suporternya. Itulah yang lantas membuat perempuan itu tumbuh dewasa cinta dengan Persebaya.

"Setiap kali Persebaya main itu rasanya hati tergerak buat berangkat, sekalipun sekarang sudah tidak tinggal di Krian. Makanya buat ngobatin rindu nribun beberapa kali saya ke Surabaya lihat Persebaya tanding," aku Resa.

Kecintaannya kepada Persebaya itu pun mendapat restu dari orang tuanya. Resa sering mendapat uang khusus untuk membeli tiket nonton Persebaya. Kalau sudah begitu, Resa pasti ke Krian lalu bersama tetangganya berangkat ke stadion.

Baginya suporter Persebaya merupakan pendukung yang kreatif dan kompak. Dulu suporter Persebaya dikenal urakan. Kini anggapan tersebut sudah luntur. Bonek di mana-mana menghapus stigma itu dengan menggelar bakti sosial. Resa sendiri tergabung komunitas Bonek-Bonita di Blitar.

Sebagai Bonita, dia merasa memiliki tanggung jawab bahwa nama baik Persebaya perlu diserukan seluas-luasnya. Contohnya, dengan menggelar bakti sosial sambil menceritakan hal-hal yang berhubungan dengan Persebaya ata bonek dan bonita.

Disinggung apakah Bonek dan Bonita harus orang-orang yang lahir atau berasal dari Surabaya, Resa menyebut tidak harus. Menurut Resa, mencintai klub sepak bola tidak terikat tempat seseorang dilahirkan. Namun, rasa cinta terhadap klub kebanggaan bisa muncul karena faktor lain.

"Semua bisa cinta Persebaya karena Jawa Timur is Green. Bonek ada di mana-mana. Bisa jadi tidak hanya di Jawa Timur saja, karena beberapa kali saya tahu ada komunitas Persebaya di luar negeri," ucapnya.

Dia berharap bisa terus mengawal Persebaya sampai kapan pun dan di mana pun. Di samping itu, ia ingin Persebaya serius meraih prestasi. Misalnya finish di Liga 1 menyandang status juara.

"Pasti seru, Bonek juga pasti makin meriah. Saya tidak sabar menantikan momen Persebaya juara," pungkasnya. 

 

 

Sumber: Surya Cetak
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved