Mudik Lebaran 2024
Dengan Ditandu Mbok Yem Pun Mudik Turun Dari Gunung Lawu Magetan, Pertanda Idul Fitri Kian Dekat
Perempuan usia 80 tahun tersebut, menempuh perjalanan dari ketinggian 3170 mdpl Gunung Lawu. berangkat pada pukul 07.00 WIB, sampai jam 11.00
Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Wiwit Purwanto
SURYA.CO.ID, MAGETAN - Beberapa pria menandu Mbok Yem alias Wakiyem secara bergantian. Seperti lebaran tahun lalu, Mbok Yem mudik turun gunung dari warungnya, Hargo Dalem Gunung Lawu via Cemorosewu, Sabtu (6/4/2024).
Mbok Yem yang duduk di kursi, hanya membawa sedikit bekal makan minum untuk perjalanan. Setibanya di pos pendakian sudah ada keluarga telah menunggu Mbok Yem, pulang ke Dusun Bedagung Desa Gonggang Kecamatan Poncol.
Perempuan usia 80 tahun tersebut, menempuh perjalanan dari ketinggian 3170 mdpl Gunung Lawu. Dirinya mengaku berangkat pada pukul 07.00 WIB, serta tiba di pos sekitar jam 11.00 WIB, atau memakan waktu 4 jam.
“Saya pulang selama setengah bulan, lebaran bersama 4 anak, dan cucu. Ditandu karena sudah tua, tidak kuat, kalau harus berjalan,” ujar Mbok Yem, Minggu (7/4/2024).
Dirinya menambahkan, setahun sekali pulang dan berkumpul bersama keluarga jelang malam 27 Ramadhan. Ia mengaku akan kembali ke warungnya setelah Lebaran, jika kondisinya fit.
“Sudah tiga lebaran ini turun gunung dengan cara ditandu. Pulang dijemput naik mobil sama anak.Sebelum bertemu keluarga, mampir dulu ke Pasar Plaosan,” pungkasnya.
Maryono dan Jarwo, dua orang yang mengusung tandu Mbok Yem, menuturkan, selama perjalanan sempat beristirahat empat kali.
“Medan yang terjal dan berbahaya harus berhati-hati. Mbok Yem sudah 5 tahun ini hanya pulang setahun sekali karena usianya sudah lansia,” tutur Maryono.
“Sebelumnya memang sering turun gunung, setahun bisa tiga kali lebih. Tapi, karena Mbok Yem sudah sepuh sekarang tinggal setahun sekali saja pas waktu mau lebaran,” tutupnya.
Sementara itu, kehadiran Mbok Yem menarik perhatian seorang Wisatawan yang sedang camping di area Pos Pintu masuk Cemorosewu, Muhlas.
Pemudik dari Purwakarta ini terlihat gembira saat mengetahui Mbok Yem turun gunung. Ia bersama keluarganya bersalaman dan berfoto dengan Mbok Yem.
“Tahu Mbok Yem dari pemberitaan di media hingga medsos teman saya. Baru pertama kali ketemu Mbok Yem secara langsung, rasanya sangat senang,” ungkapnya.
Muhlas yang hendak mudik ke Ngawi sengaja mampir mendirikan kemah di area pos pintu masuk pendakian tersebut.
“Senang sekali kami sekeluarga akhirnya bisa ketemu Mbok Yem. Momen yang langka, mudah mudahan Mbok Yem sehat selalu,” tandasnya.
Keterangan foto: Muhlas bersama keluarga mendatangi dan berfoto bersama Mbok Yem, setelah menempu perjalanan turun gunung dengan cara ditandu dari Hargo Dalem
Mbok Yem alias Wakiyem saat ditandu oleh beberapa pria, mudik turun gunung dari warungnya, Hargo Dalem Gunung Lawu via Cemorosewu, tiba di pos pendakian
Kepadatan Penumpang di Terminal Arjosari Kota Malang Diprediksi Hingga Akhir April 2024 |
![]() |
---|
Volume Penumpang Masih Tinggi, KAI Daop 8 Surabaya Perpanjang Operasional KA Tambahan |
![]() |
---|
Penumpang Arus Balik Lebaran 2024 Masih Tinggi di Stasiun Malang dan Terminal Arjosari |
![]() |
---|
Polres Lamongan Wujudkan Mudik Lebaran Berkualitas, Angka Kecelakaan Turun 65 Persen |
![]() |
---|
180 Pemudik Tujuan Jakarta dan Banyuwangi Diberangkatkan dari Malang, Ada Kuis Berhadiah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.