Sabtu, 11 April 2026

Berita Olahraga

Perbasi Jatim Minta Anggota Tertib saat Gelar Event Bola Basket

Ketua Perbasi Jatim, Grace Evi Ekawati mengatakan, Pengkab/Pengkot, klub, event organizer (IO) dan semua anggota Perbasi Jatim harus tertib

Editor: Fatkhul Alami
Dok Perbasi Jatim
Ketua Perbasi Jatim, Grace Evi Ekawati (kanan) dan Ketua KONI Jatim, M Nabil ketika memberi keterangan kepada wartawan di Gedung KONI Katim. 

SURYA.co.id l SURABAYA - Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Jawa Timur (Jatim) bersikap tegas terhadap semua event bola baseket yang jadi ada diwilayahnya. Semua event bola basket harus mendapat rekomendasi alias izin dari PerbasiA.

Ketua Perbasi Jatim, Grace Evi Ekawati mengatakan, Pengkab/Pengkot, klub, event organizer (IO) dan semua anggota Perbasi Jatim harus tertib mematuhi aturan yang berlaku. Jika tidak tertib, maka Perbasi Jatim bersikap tegas seperti sebuah kejuaraan bola basket 3x3 di Tulungagung belum alama ini yang terpaksa dihentikan.

"Saya sebagai Ketua Perbasi Jatim baru menghentikan kejuaran antar klub se Jatim di Tuluangagung. Karena panitianya atau EO-nya tidak meminta izin ke Perbasi Jatim," sebut Evi Ekawati di KONI Jatim akhir pekan ini.

Evi Ekawati menuturkan, tindakan tegas yang ia lakuan dengan tujuan supaya anggota tertib dan menaati aturan dari Perbasi. Jika kejuaraan itu anatarsekolah atau klub lokal harus izin ke Perbasi Kabupaten/Kota. Kalau pesertanya antarkabupaten dan kota dalam provinsi, maka izin ke Perbasi Provinsi.

"Saya melakuan ini semata-mata untuk melindungi pemain atau atlet supaya lebih aman, sehingga jika terjadi masalah ada pihak yang bertanggung jawab," tutur Evi Ekawati.

Mama Evi -panggilan Evi Ekawati- ini mengungkapkan, semua anggota atau EO yang mengadakan turnamen atau kompetisi harus bersikap disiplin. Semua kegiatan atau event basket harus mendapat rekomndasi dari Perbasi.

"Saya melakukan ini untuk edukasi, pembelajaran dan pembinaan kemajuan bola baseket Jatim," tutur Mama Evi.

Jika tidak ada atau kuarang dana, lanjut Mama Evi, dirinya siap memberi solusi dengan memberi bantuan.

"Sumenep, mislanya. Mereka menggelar event baseket, saya bantu pendanaan hingga menyediakan hadiah," terangnya.

Sebagai bentuk hukumannya, kata Mama Evi, yakni tidak diperkenankan menggelar acara atau pertandingan basket selama dua tahun.

"Untuk panitia, karena itu wasit FIBA yang dimiliki Perbasi Jatim kami hanya memperingatkan untuk tidak mengulangi perbuatan seperti pertandingan tanpa rekomendasi dari pengurus Perbasi kabupaten dan kota atau provinsi," bebernya.

Ketau KONI Jatim M Nabil mengaku langkah yang dilakukan Perbasi Jatim cukup bagus karena sebagai bentuk baiknya administratif.

"Semua harus mendapatkan rekomendasi dari induk organisasinya. Saya memberi apresiasi yang dilakukan Perbasi Jatim," ucap Nabil.

Nabil menilai, langkah yang dilakukan Perbasi Jatim sudah cukup tepat dengan menghentikan event basket di Tulungagung yang tidak meminta rekomendasi dari induk oraganisasinya.

"Semua induk organisasi akan melakukan hal serupa, bahkan Perbasi Jatim setahu saya akan memberikan secara gratis kepada pengurus kota dan kabupaten yang ingin menggelar pertandingan," jelas Nabil.

Semua induk organisasi, lanjut Nabil, sudah menjadi kewajiban dimintai izin jika anggotanya mengadakan kegiatan dengan mengelar turnamen.

"Jadi kalau ada apa-apa ada yang bertangung jawab dan tida liar," tegas Nabil.

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved