Senin, 20 April 2026

Niat Puasa Nisfu Syaban, Beserta Keutamaan

Malam Nisfu Sya'ban 1443 H jatuh pada Sabtu (24/2/2024) setelah matahari tenggelam (waktu Sholat Maghrib). Berikut bacaan niat puasanya

Penulis: Arum Puspita | Editor: Musahadah
Canva
Ilustrasi - Malam Nisfu Syaban 

SURYA.CO.ID - Malam Nisfu Sya'ban 1443 H jatuh pada Sabtu (24/2/2024) setelah matahari tenggelam (waktu Sholat Maghrib).

Sebelum menyambut malam pengampunan dosa tersebut, terdapat anjuran melaksanakan Puasa Nisfu Syaban.

Puasa Nisfu Syaban 2024 cukup istimewa, karena bertepatan dengan jadwal Puasa Ayyamul Bidh hari kedua.

Oleh karenanya, jika melaksanakan puasa di hari tersebut bisa mendapatkan sejumlah keutamaan sekaligus. 

Membaca niat Puasa Nisfu Syaban pun boleh dibaca pada siang hari, asal tidak melakukan hal-ha yang membatalkan puasa sejak waktu Subuh. 

Niat Puasa Syaban

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnati Sya'bana lillâhi ta'âlâ

Aku berniat puasa sunah Syaban esok hari karena Allah ta'ala.

Niat puasa Ayyamul Bidh

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma ghadin ayyamal bidhi sunnatan lillahi ta'ala

"Saya niat berpuasa besok pada Ayyamul Bidh sunnah karena Allah Ta'ala."

Keutamaan Puasa Nisfu Syaban

Anjuran melaksanakan Puasa Nisfu Syaban, didasarkan pada hadist berikut:

Dari [Ali bin Abu Thalib] ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila malam nisfu Sya’ban (pertengahan bulan Sya’ban), maka shalatlah di malam harinya dan berpuasalah di siang harinya. Sesungguhnya Allah turun ke langit bumi pada saat itu ketika matahari terbenam, kemudian Dia berfirman: “Adakah orang yang meminta ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya Adakah orang yang meminta rizki maka Aku akan memberinya rizki Adakah orang yang mendapat cobaan maka Aku akan menyembuhkannya Adakah yang begini, dan adakah yang begini…hingga terbit fajar." (Dalam Kitab Sunan Ibn Majah juz 1 halaman 444, hadits nomor 1388)

Hadist lain yang menjelaskan anjuran melaksanakan Puasa Syaban:

Dalil pelaksanaan puasa Sya’ban adalah hadits shahih dari Nabi Muhammad saw: “Diriwayatkan dari ‘Aisyah ra, ia berkata: ‘Rasulullah saw sering berpuasa sehingga kami katakan: ‘Beliau tidak berbuka’; beliau juga sering tidak berpuasa sehingga kami katakan: ‘Beliau tidak berpuasa’; aku tidak pernah melihat Rasulullah saw menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali Ramadlan; dan aku tidak pernah melihat beliau dalam sebulan (selain Ramadhan) berpuasa yang lebih banyak daripada puasa beliau di bulan Sya’ban’." (Muttafaqun ‘Alaih. Adapun redaksinya adalah riwayat Muslim).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved