Senin, 1 Juni 2026

Kapan Puasa Rajab 1445 H? Lihat Jadwal dan Keutamaannya

Amalan Puasa Rajab dapat dikerjakan kapan saja selama Bulan Rajab. Ada sebagian ulama menganjurkan Puasa Rajab pada 10 hari pertama Bulan Rajab.

Tayang:
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Musahadah
Canva
Kapan Puasa Rajab 1445 H? Berikut Jadwal dan Keutamaannya 

SURYA.CO.ID - Puasa Rajab adalah puasa sunnah di Bulan Rajab, bulan ke-7 dalam Kalender Hijriyah. Ada banyak pahala bagi umat Islam yang mengerjakannya.

Amalan Puasa Rajab dapat dikerjakan kapan saja selama Bulan Rajab. Ada sebagian ulama menganjurkan Puasa Rajab pada 10 hari pertama Bulan Rajab.

Menurut Riwayat al-Thabarani dari Sa'id bin Rasyid:

“Barangsiapa berpuasa sehari di bulan Rajab, maka ia laksana berpuasa setahun, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya pintu-pintu neraka jahanam, bila puasa 8 hari dibukakan untuknya 8 pintu surga, bila puasa 10 hari, Allah akan mengabulkan semua permintaannya....."

Sementara jika tidak bisa mengerjakannya, dapat memilih tanggal 1 dan tanggal 10 Rajab saja.

Kapan Puasa Rajab 1445 H atau 2024 M?

Menurut Kalender 1445 Hijriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), tanggal 1 Rajab jatuh pada Sabtu, 13 Januari 2024. Namun hal ini akan diputuskan lagi setelah pengamatan hilal.

Sementara Muhammadiyah juga menetapkan tanggal 1 Rajab 1445 H jatuh pada Sabtu, 13 Januari 2024.

Niat Puasa Rajab

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ فِى شَهْرِ رَجَبِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu sauma ghadin fi syahri rojabi sunatan lillahi ta'alaa.

Niat Puasa Rajab Siang Hari

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati Rajaba lillâhi ta‘âlâ.

Artinya, “Aku berniat puasa sunah Rajab hari ini karena Allah SWT.”

Perbanyak Amalan di Bulan Rajab

Almarhum Syekh Ali Jaber dalam ceramahnya pernah menyampaikan bahwa dianjurkan memperbanyak amalan di bulan Rajab dan Sya'ban.

Hal ini karena bisa saja umur kita tidak sampai di Bulan Ramadhan.

"Mari kita sama sama menikamati 2 bulan Rajab dan Sya'ban, dan kemudian menyambut bulan Suci Ramadhan. Mari sama-sama menikmati Rajab dan Syaban yang penuh berkat dan rahmat dari Allah swt, mempersiapkan jiwa kita hati kita, agar kita mampu menyambut Ramadhan dengan penuh keyakinan, taqwa iman dan beramal shalih. Jangan menunggu, Ramadhan akan datang atau kita menunggu menyambut Ramdhan, karena belum tentu kita punya umur sampai Ramadhan," jelas almarhum Syekh Ali Jaber.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved