Rotasi Ketua PWNU Jatim

Rekam Jejak KH Abdul Hakim Mahfudz, Kandidat Ketua PWNU Jatim Pengganti KH Marzuki Mustamar

Inilah rekam jejak KH Abdul Hakim Mahfudz jadi sorotan setelah menjadi kandidat kuat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim

Penulis: Arum Puspita | Editor: Musahadah
KOLASE SURYA.CO.ID
KH Abdul Hakim Mahfudz 

SURYA.CO.ID - Selain biodata, rekam jejak KH Abdul Hakim Mahfudz jadi sorotan setelah menjadi kandidat kuat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, pengganti KH Marzuki Mustamar

Seperti diketahui, saat ini posisi Ketua PWNU Jawa Timur belum terisi setelah keputusan Syuriah PWNU Jatim untuk memberhentikan KH Marzuki Mustamar sejak 16 Desember 2023 lalu.

Kini, nama KH Abdul Hakim Mahfudz pun mencuat sebagai salah satu kandidat Ketua PWNU Jatim

Hal ini bermula setelah Ketua PBNU KH Ahmad Fahrur Rozi mengungkapkan bahwa sosok Ketua PWNU yang akan dipilih merupakan seorang pengasuh pesantren asal Jombang.

Terpisah, Ketua PBNU Umarsyah tidak membantah bahwa nama KH Abdul Hakim Mahfudz yang akrab disapa Gus Kikin masuk dalam salah satu kandidat Ketua PWNU Jatim yang akan dibahas.

"Sudah ada beberapa nama alternatif yang dibicarakan. Tinggal menunggu keputusan rapat saja."

"(Gus Kikin) termasuk di antaranya. Namun, sabarlah. Tunggu saja, agak siangan sudah ada keputusan," kata ulama yang saat ini juga menjadi Ketua Pengurus Cabang (PC) NU Surabaya ini, Rabu (3/1/2024).

Lantas, bagaimana rekam jejak KH Abdul Hakim Mahfudz?

KH Abdul Hakim Mahfudz lahir di Pondok Pesantren Sunan Ampel, Kabupaten Jombang, Jawa Timur pada 17 Agustus 1958.

Pria yang akrab disapa Gus Kikin ini merupakan putra pasangan K.H. Mahfudz Anwar dan Nyai Hj. Abidah Ma'shum.

Gus Kikin lahir di lingkungan Pondok Pesantren Sunan Ampel Jombang, pesantren yang didirikan ayahnya.

Selain menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Sunan Ampel, Gus Kikin juga belajar di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Seblak, Jombang, yang didirikan oleh kakeknya.

Gus Kikin menempuh pendidikan formal di Madrasah Ibtida'iyah Parimono tahun 1963–1970.

Kemudian ia melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri 1 Jombang pada tahun 1971–1973, kemudian SMA Negeri 2 Jombang pada tahun 1974–1977.

Setelah selesai Sekolah Menengah Atas, Gus Kikin melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta pada tahun 1975–1979.

Kemudian pada tahun 2013, Gus Kikin melanjutkan pendidikan di Universitas Terbuka jurusan komunikasi.

Pemilik Puluhan Perusahaan

Dikutip dari wikipedia, setelah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta dan menempuh praktik pelayaran selama 3 tahun, Gus Kikin menjadi pegawai di Djakarta Lloyd.

Pada tahun 1988, saat usianya 30 tahun, Gus Kikin menjadi kepala Djakarta Lloyd cabang Kota Cilegon.

Pada tahun 1998, Gus Kikin mendirikan 5 perusahaan di Kota Surabaya, dan pada tahun 2000 ia mendirikan kantor di Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Perusahaan yang ia dirikan di antaranya, Bama Buana Sakti di bidang transportasi, Bama Bhakti Samudra di bidang pelayaran, Bama Bumi Sentosa di bidang kontraktor migas, Bama Bali Sejahtera di bidang teknologi informasi, Bama Berita Sarana di bidang media televisi.

Hingga kini, perusahaan yang didirikan Gus Kikin berjumlah 22 perusahaan.

Adapun usaha di bidang minyak dan gas bumi, sumur gas pertamanya berada di Kabupaten Sumenep.

Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas bumi merupakan PT. Energi Mineral Langgeng.

Pengasuh Pesantren Tebuireng

Pada tahun 2016, Gus Kikin dipercaya menjadi Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng.

Kemudian setelah K.H. Salahuddin Wahid atau yang lebih dikenal sebagai Gus Solah, sebagai Pengasuh Tebuireng saat itu, wafat pada tahun 2020, Gus Kikin dipercaya memimpin pesantren sebagai pengasuh.

Pemilihan Gus Kikin sebagai pemimpin baru Pondok Pesantren Tebuireng sudah dipersiapkan Gus Solah pada tahun 2016 melalui musyawarah keluarga yang melibatkan seluruh keturunan K.H. Muhammad Hasyim Asy'ari, selaku pendiri pesantren.

Sebanyak 200 lebih anggota keluarga Pesantren Tebuireng dikumpulkan untuk diminta menyampaikan usulan soal siapa sosok yang tepat menjadi Pengasuh Tebuireng selanjutnya.

Berbagai usulan sekaligus kriteria calon pengasuh dibahas oleh tim khusus yang terdiri dari sembilan orang perwakilan keturunan K.H. Hasyim Asy’ari.

Di sana kemudian diputuskan siapa yang akan mempimpin menjadi Pengasuh Pesantren menggantikan Gus Solah.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved