Berita Surabaya
Pria di Surabaya Ditusuk Teman di Hadapan Anak Bawah Umur
Peristiwa penganiayaan terjadi di Lebak Timur Surabaya. Edi Santoso menjadi korban penusukan oleh teman lamanya saat berada di rumahnya
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Fatkhul Alami
SURYA.co.id | SURABAYA - Peristiwa penganiayaan terjadi di Lebak Timur Surabaya. Edi Santoso menjadi korban penusukan oleh teman lamanya saat berada di rumahnya, Senin (25/12/2023).
Edi Santoso menjadi korban penusukan saat berada di rumah dan pristiwa terjadi di depan anaknya.
Akibatnya, RF, anak korban yang masih berusia 10 tahun ini sangat trauma. Setiap ada orang lewat depan rumahnya, raut wajahnya seperti ketakutan. Dia selalu meminta ibunya untuk menutup dan mengunci pintu agar ayahnya tidak lagi dianiya orang.
Warga Lebak Timur Surabaya ini belum lama mengalami peristiwa mengerikan. Edi Santoso yang merupakan ayah RF ditusuk dua orang tamu. RF menyaksikan kejadian itu secara langsung.
Saat ditemui di rumah, Edi Santoso membeberkan kalau mengenal dua pelaku. Mereka merupakan teman lamanya. Dulu mereka kerap bareng-bareng pesta miras.
"Lima tahun terakhir mereka tidak pernah ketemu," sebut Edi santoso.
Peristiwa penusukan itu terjadi pada Senin (25/12). Sekira pukul 17.30 petang, korban keluar dari kamarnya hendak menuju lemari es untuk mengambil air mineral. Tiba-tiba dia melihat dua pelaku sudah masuk di pelataran rumah.
"Saya sempat kaget. Sempat tanya kok tumben main ke rumah," ucar Edi Santoso.
Belum terjawab pertanyaan tersebut, pelaku bernama Arif mencekik lehernya. Sedangkan Adjie menusuk perutnya memakai pisau. Adjie pun mengalami dua luka tusuk di perut sebelah kanan. Setelah itu Arif dan Adjie kabur.
Penganiayaan itu membuat Edi Santoso harus dirawat di Rumah Sakit Soewandhie selama tiga hari. Dia mengaku tak tahu alasan dua temannya menusuknya. Dia hanya menyesalkan mengapa perbuatan itu harus dialami di depan anaknya.
"Saya heran, sudah 5 tahun gak ketemu kok datang langsung menusuk. Yang lebih disayangkan kenapa harus terjadi di depan anak saya," keluhnya.
Nyoman, ketua RT setempat membenarkan dua pelaku merupakan warga Lebak Timur. Terutama Arif yang sejak kecil tinggal di Lebak Timur Gang III.
“Memang benar Arif warga sini, tapi kartu keluarganya menumpang ke ketua RT yang lama, karena masih ada ikatan saudara,” ujar Nyoman.
Nyoman menceritakan, Arif sudah lama pergi dari kampung. Arif telah diusir warga. Alasannya penduduk geram lantaran Arif kerap membuat onar di kampung.
“Dulu Arif masih berumur 10 tahun atau sekitar tahun 1998, orang tuanya sering ribut. Karena orang tuanya seperti itu, sehingga Arif menjadi brutal. Saat dewasa Arif kerap melakukan perbuatan premanisme dan diusir oleh warga ,”tambah Nyoman.
Sementara Adjie merupakan warga pendatang, namun secara administrasi kependudukan sudah pindah di Lebak Timur.
“Untuk Adjie biasa-biasa saja. Tidak ada kerjaan, hanya luntang-lantung. Mungkin karena menganggur, sehingga terbawa arus pergaulan Arif,” tutup Nyoman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Edi-Santoso-menjadi-korban-penusukan-oleh-teman-lamanya.jpg)