Berita Tulungagung
3 Titik Rawan Kecelakaan di Tulungagung, Satlantas Pasang Papan Peringatan Agar Pengendara Waspada
Pemasangan papan peringatan ini bagian upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas, terutama di daerah-daerah rawan
Penulis: David Yohanes | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Satlantas Polres Tulungagung memasang sejumlah papan peringatan di daerah rawan kecelakaan, Senin (27/11/2023). Pemasangan papan peringatan ini bagian upaya preventif dan meningkatkan kesadaran keamanan berkendara.
Ketiga titik yang menjadi perhatian adalah Jalan Nasional Desa Pojok, Kecamatan Ngantru; Jalan Provinsi di Desa Srikaton Kecamatan Ngantru; dan Jalan Ki Mangun Sarkoro, Desa Beji, Kecamatan Boyolangu.
“Pemasangan papan peringatan ini bagian upaya kami untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, terutama di daerah-daerah rawan kecelakaan,” tegas Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP Jodi Indrawan.
Papan peringatan itu diharapkan bisa membuat masyarakat yang melintas lebih berhati-hati. Setidaknya mereka tidak melakukan tindakan yang beresiko memicu kecelakaan, seperti memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.
Lebih dari itu, tertib berlalu lintas ini diharapkan tumbuh dengan kesadaran pribadi, bukan karena ada petugas di jalan. “Jika pengendara tertib, maka resiko kecelakaan bisa kita tekan. Harapannya angka kecelakaan lalu lintas bisa kita turunkan dengan signifikan,” ujar Jodi.
Khusus jalan raya Desa Pojok menjadi perhatian karena adalah jalur utama Tulungagung-Kediri. Kondisi jalan yang lebih mulus dan aspal yang baik kerap memicu pengendara adu kecepatan.
Sementara Jalan Ki Mangunsarkoro sebenarnya jarang terjadi kecelakaan lalu lintas. Namun jalan ini sangat vital karena menjadi akses sejumlah sekolah, seperti SMKN 1 Boyolangu, SMKN 2 Boyolangu, SMKN 3 Boyolangu, SMAN 1 Boyolangu, MAN 1 Tulungagung, MAN 2 Tulungagung dan MTsN 1 Tulungagung.
Setiap hari ratusan pelajar melewati jalan ini sehingga menjadi perhatian khusus kepolisian. Sedangkan Jalan Raya Desa Srikaton jadi atensi khusus karena menjadi lokasi kecelakaan fatal secara beruntun.
Dalam dua kecelakaan di jalan ini, lima orang meninggal dunia di lokasi ini. Jumat (17/11/2023) malam, empat remaja meninggal dunia setelah berboncengan satu motor dan bertabrakan dengan dump truck.
Keesokan harinya masih di lokasi yang sama, seorang warga Kediri meninggal karena terjatuh, usai bersenggolan dengan sesama pemotor. “Kami selalu mengimbau masyarakat selalu berhati-hati saat berkendara di daerah rawan kecelakaan,” ucap Jodi.
Selain di Jalan Raya Srikaton, kecelakaan fatal juga terjadi di Jalur Lintas Selatan Desa Besuki, Kecamatan Besuki, Selasa (21/11/2023) sore. Dua orang meninggal setelah sebuah pikap Daihatsu Gran Max bertabrakan dengan truk.
Kedua korban adalah sopir dan penumpang pikap Gran Max. Selang dua hari kemudian satu penumpang truk yang dirawat juga meninggal dunia. ******
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Tulungagung-daerah-rawan-kecelakaan.jpg)