Berita Gresik
Identitasnya Dibajak Pihak Lain Untuk Pencairan PKH, Warga Gresik Tidak Bisa Membuka Buku Tabungan
tidak bisa membuka buku tabungan karena datanya diduga dicatut orang lain untuk menerima bansos Program Keluarga Harapan (PKH).
Penulis: Sugiyono | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO.ID, GRESIK – Dugaan penyalahgunaan data dan identitas untuk menerima bantuan sosial dari pemerintah terjadi di Gresik.
Ini setelah Eliyah Rosyidah (45), warga Dusun Kauman Barat, Desa Pangkah Kulon, Kecamatan Ujungpangkah tidak bisa membuka buku tabungannya, karena datanya diduga dicatut orang lain untuk menerima bansos Program Keluarga Harapan (PKH).
Dari informasi yang dihimpun, suami Eliyah Rosyidah yaitu Nur Hasim (46) kaget ketika datang di bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) di wilayah Kecamatan Bungah.
Sebab data Nomor Induk Kependudukan (NIK) miliknya sudah dipakai orang lain yang menerima bantuan PKH. Sehingga ia tidak bisa membuka tabungan secara mandiri.
Setelah ditelusuri Nur Hasim, NIK-nya telah digunakan membuka rekening bank untuk program PKH sejak tahun 2016. Dan pemilik nama yang memakai NIK dan nama ibu kandungnya, adalah orang yang menerima PKH.
“Ternyata, NIK data istri saya tidak bisa digunakan untuk membuat buku tabungan di bank tersebut. Sebab, NIK sudah dipakai orang lain penerima PKH sejak tahun 2016 sampai sekarang,” kata Nur Hasim, Kamis (23/11/2023).
Atas penyalahgunaan data tersebut, Nur Hasim berharap bisa segera diselesaikan sehingga NIK bisa digunakan untuk membuka tabungan secara mandiri.
Sementara Koordinator PKH Kabupaten Gresik Diana Tri Ratnaningtias mengatakan sedang rapat di Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. “Saya masih di ruang rapat, nanti saya telepon. Saya sedang rapat di Dinsos Provinsi,” kata Dian melalui telepon selulernya. *****
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/bantuan-PKH-Gresik-dipakai-orang-lain.jpg)