Berita Nganjuk
Ikuti Skill Keprotokolan Dan Medsos, Perangkat Daerah dan Pemuda Nganjuk Diharapkan Sadar Informasi
selain bidang keprotokolan, di era digital seperti sekarang ini, semuanya harus bijak dalam bermedia sosial.
Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO.ID, NGANJUK - Pemkab Nganjuk membuka bimbingan teknis untuk meningkatkan skill keprotokolan untuk setiap OPD dan bijak bermedia sosial bagi pemuda Anjuk Ladang (Gampang) 2.0 tahun 2023.
Hal itu dilakukan melalui bimbingan teknis Keprotokolan dan Gathering Pemuda Anjuk Ladang untuk perangkat daerah dan siswa SMA/SMK/MA se-Kabupaten Nganjuk.
Plt Asisten Administrasi Umum Pemkab Nganjuk, Suharono menjelaskan, para peserta Bimtek diharapkan menjadi tenaga handal di bidang media sosial, keprotokolan atau MC pada kegiatan di masing-masing OPD maupun sekolahan.
"Dengan Gathering Muda Anjuk Ladang itu, diharapkan meningkatkan kesadaran informasi saat bermedia sosial dan meningkatkan potensi pemuda Anjuk Ladang di bidang MC dan keprotokolan," kata Suharono, Selasa (14/11/2023).
Sementara PJ Bupati Nganjuk, Sri Handoko Taruna mengatakan, ada dua poin yang harus dimiliki oleh admin atau kontributor sebagai protokoler dan pelaksana konten media.
Protokoler adalah pengatur pelaksanaan suatu kegiatan baik dalam kedinasan/kantor maupun masyarakat. Mereka menjadi garda terdepan dalam mengawal dan memastikan kegiatan dapat berjalan baik dan lancar.
Karena itu, dikatakan Sri Handoko, para protokol harus mampu dengan benar memahami dan mengerti aturan atau tata cara dalam suatu susunan acara kegiatan.
"Terkadang kalau tidak mengetahui hal–hal tersebut, merasa sudah melakukan dengan benar. Tetapi ada aturan atau tata cara yang harus dilalui. Jadi ini penting untuk dipelajari," kata Sri Handoko.
Diiakui Sri Handoko, saat ini kader protokol di Kabupaten Nganjuk mulai terbatas. Dan melalui bimtek tersebut diharapkan bisa menjadi support, supply atau penambah kekuatan baru di Nganjuk untuk bidang keprotokolan.
Selanjutnya, ungkap Sri Handoko, selain bidang keprotokolan, di era digital seperti sekarang ini, semuanya harus bijak dalam bermedia sosial.
"Kita tidak boleh mudah meng-share atau melanjutkan informasi yang belum tahu akan kebenarannya. Apakah informasi berita itu sudah benar atau salah, ini yang perlu di jaga betul," ucap Sri Handoko.
Akan tetapi, menurut Sri Handoko, era digital, era industri 4.0 yakni era di mana mau tidak mau harus dilewati dan harus dirasakan juga memiliki dampak positif. Dampak positif tersebut yakni memudahkan dalam aktifitas, memudahkan dalam berkomunikasi, serta memudahkan dalam meningkatkan kinerja.
"Namun dampak negatifnya yakni yang paling tidak sadar kita laluinya adalah tentang berita bohong atau hoaks, tentang ujaran kebencian. Tentang sesuatu yang sebenarnya tidak benar, tetapi karena diulang-ulang di media sosial, akhirnya seakan menjadi benar. Karena itu kami berpesan untuk sama-sama bijak dalam bermedia sosial," tutur Sri Handoko. *****
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/latihan-protokoler-di-Nganjuk.jpg)