Berita Pasuruan

Ulama dan Warga NU Pasuruan Dukung Arahan Kapolri untuk Antisipasi Sel Tidur Terorisme

Sejumlah ulama, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat di Pasuruan siap mendukung Polri.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: irwan sy
galih lintartika/surya.co.id
Ketua PAC Anshor Kecamatan Kejayan Pasuruan Fathurrohman dan KH Muhammad Imam Haromain Syibromulis. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Gelombang dukungan untuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit menjaga NKRI terus berdatangan.

Sejumlah ulama, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat di Pasuruan siap mendukung Polri.

Beberapa waktu lalu, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut, perang Israel dan Hamas dapat membangkitkan sel-sel terafiliasi teroris di Indonesia.

Selanjutnya, Kapolri menginstruksikan jajarannya untuk mewaspadai dampak eskalasi di tingkat global terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat di dalam negeri.

Arahan Kapolri itu dianggap sejumlah pihak diartikan berbeda.

Apa yang disampaikan Kapolri itu adalah upaya untuk mengalihkan isu yang sedang ramai di Indonesia ini.

KH Muhammad Imam Haromain Syibromulis menyatakan dukungan penuh kepada Kapolri dan seluruh anggota Polri di seluruh Indonesia untuk terus bersemangat menjaga keamanan dan ketertiban NKRI.

“Kami juga mengecam siapapun anda yang menyatakan berstatemen atau menggiring opini membenturkan polri dan Pemerintah Indonesia. Hentikan, karena opini anda dan statemen anda akan berpotensi memecah bangsa ini,” katanya, Minggu (5/11/2023).

Gus Romy, sapaan akrab Pengasuh Pondok Pesantren Daruttauhid Canga'an Bangil ini mendukung terus Kepolisian RI untuk maju terus.

“Semangat terus Kapolri dan seluruh anggota Polri menjaga kesatuan NKRI. Bravo Polri, dan salam presisi. Jangan pedulikan pihak - pihak yang tidak suka dengan kinerja Polisi,” paparnya.

Fathurrohman, Ketua PAC Anshor Kecamatan Kejayan menambahkan, kader NU yang ada di Kabupaten Pasuruan mendukung penuh Polri.

“Siapapun yang akan memecah belah bangsa Indonesia. Saya minta, hangan benturkan Kapolri dengan Pemerintah,” tambahnya.

Dia mengatakan, arahan Kapolri itu jelas yakni mewaspadai sel-sel tidur terorisme akibat dampak Israel-Hamas.

Tujuannya, untuk menjaga keutuhan NKRI.

”Ini kan ada beberapa pihak yang gagal paham mengartikan arahan Kapolri. Jadi, jangan dijadikan seolah - olah arahan ini disebut sebagai pengalihan isu,” paparnya.

Menurut dia, masyarakat bersama Polri, termasuk warga Nahdliyin.

“Kami mendukung Kapolri menjaga NKRI. Bravo dan Jaya Polri,” tutup dia.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved