Berita Sidoarjo

Sepanjang Tahun 2023 Ini, Pemkab Sidoarjo Suah Rehab 451 Rumah Tidak Layak Huni

Menurut Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor, program bedah rumah menjadi salah satu komitmen Pemkab Sidoarjo menyejahterahkan masyarakat.

Penulis: M Taufik | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/M Taufik
Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor saat menyerahkan rumah kepada Tohari, warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Waru, Sidoarjo yang mendapat program bedah rumah. 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik warga Sidoarjo terus berjalan.

Sepanjang tahun 2023 ini, terhitung ada 451 RTLH yang tersebar di seluruh kecamatan di Sidoarjo menjadi sasaran program tersebut.

Menurut Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor, program bedah rumah menjadi salah satu komitmen Pemkab Sidoarjo menyejahterahkan masyarakat.

Program bedah rumah tersebut, melibatkan lintas sektor, karena selain dilakukan Pemkab Sidoarjo, program serupa juga datang dari Provinsi Jawa Timur dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI.

"Program rehab RTLH Pemkab Sidoarjo merenovasi 116 RTLH, kemudian Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur melalui Program pembangunan Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu) memperbaiki 165 rumah warga Sidoarjo. Dari Kementerian PUPR akan merenovasi 170 rumah warga Sidoarjo melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS)," urai Bupati Gus Muhdlor.

Baznas Sidoarjo juga tidak ketinggalan melaksanakan program bedah rumah bagi warga kurang mampu, karena Baznas Sidoarjo sudah melaksanakan perbaikan rumah sebanyak 108 unit.

"Jumlah tersebut, dipastikan bertambah, karena Baznas sudah memverifikasi jumlah pengajuan bedah rumah sebanyak 250 unit dari 400 pengajuan," ujarnya.

Tahun ini, ada sebanyak 116 unit RTLH yang mendapatkan bantuan perbaikan dari APBD Kabupaten Sidoarjo dan setiap tahun diupayakan program tersebut berjalan.

"Setiap tahun kami usahakan program ini ada, karena merupakan salah satu program prioritas kami. Bahkan, sasaran penerima manfaatnya akan coba kami tingkatkan jumlahnya," lanjut Gus Muhdlor.

Disampaikannya, saat ini sudah hampir separuh pelaksanaan program rehab rumah itu sudah selesai.

Rinciannya, ada 46 unit rumah yang 100 persen selesai pengerjaannya, dan 16 unit rumah sudah mencapai 50 persen tahap pengerjaannya.

"Sedangkan 54 unit rumah masih dalam proses perencanaan. Pelaksanaan pengerjaannya sendiri dimulai bulan Mei 2023 lalu. Kami targetkan akhir tahun seluruh pekerjaan program bedah rumah ini akan selesai," ucapnya.

Gus Muhdlor mengatakan, pihaknya berharap, dukungan pemerintah desa juga terus ada untuk ikut menyukseskan program bedah rumah tersebut.

Gus Muhdlor juga meminta kepala desa proaktif dalam program bedah rumah tersebut, dengan menyampaikan usulan penerima manfaat dari program ini supaya Pemkab Sidoarjo dapat segera membantu kesulitan warga.

Pemkab Sidoarjo sendiri juga akan proaktif terhadap bantuan bedah rumah dari lembaga lainnya, seperti halnya bantuan serupa dari Provinsi Jawa Timur dan Kementerian PUPR serta Baznas Sidoarjo.

Dalam program bedah rumah RTLH ini, Pemkab Sidoarjo menetapkan beberapa kriteria kondisi rumah yang berhak mendapatkan bantuan.

Di antaranya bangunan rumah lokal atau tradisional, pondasi rumahnya sudah rusak sebagian atau keseluruhan, tembok rusak atau tidak standar (belum diplester) serta struktur atapnya rusak sebagian atau keseluruhan.

Selain itu, dilihat dari kondisi penutup atap rumah rusak, lantai minimal rusak sebagian atau belum keramik serta sanitasi belum layak (tidak punya WC) dan ventilasi kurang memadai.

Perbaikan dilakukan mulai dari pondasi, atap, dinding, jendela, ventilasi, MCK, tangki septik. Juga perbaikan penutup atap, dinding terluar serta lantainya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved