Jumat, 24 April 2026

Inilah Waktu Terbaik Mengerjakan Sholat Hajat

Hajat bisa dikerjakan kapan saja, namun waktu terbaik mengerjakan Sholat Hajat adalah pada sepertiga malam terakhir

|
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Musahadah
Canva
Ilustrasi mengerjakan Sholat Hajat 

SURYA.CO.ID - Sholat Hajat merupakan sholat sunnah yang dikerjakan umat Islam ketika memiliki hajat, agar hajat yang diharapkannya dikabulkan oleh Allah SWT.

Lantas kapan waktu terbaik mengerjakan Sholat Hajat? Berikut ulasannya lengkap.

Salah satu dalil amalan mengerjakan Sholat Hajat didasarkan pada hadist.

Nabi Muhammad SAW bersabda apabila mempunyai hajat khusus dianjurkan untuk mendirikan sholat, kemudian Sholat tersebut dikenal dengan Sholat Hajat.

“Barangsiapa mempunyai hajat (kepentingan) terhadap Allah atau sesama manusia hendaklah berwudu dengan baik kemudian shalat dua rakaat, kemudian memuji (mengagungkan) Allah kemudian membaca shalawat untuk Nabi saw.” [H.R. at-Tirmidzi dan an-Nasa’i].

Waktu Terbaik Sholat Hajat

Melansir buku Menjemput Berkah Lewat: Shalat Hajat, Sholat Hajat bisa dikerjakan kapan saja, namun waktu terbaik mengerjakan Sholat Hajat adalah pada sepertiga malam terakhir yakni sebagai bagian dari sholat malam.

Sementara waktu terlang Sholat Hajat adalah setelah Sholat Ashar dan setelah Sholat Subuh.

Tata Cara Sholat Hajat

Sebaiknya Sholat Hajat dilakukan sendiri, tidak berjamaah.

Sementara banyaknya rakaat Sholat Hajat adalah minimal dua rakaat dan maksimal dua belas rakaat.

Dalam pelaksanaannya, jika dikerjakan pada malam hari, setiap dua rakaat sekali salam dan jika dilaksanakan pada siang hari, boleh empat rakaat dengan sekali salam, dan seterusnya.

1. Melafalkan Niat Sholat Hajat

Shalat Hajat didahului dengan membaca niat, disertai dengan maksud hajatnya (dalam hati).

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal haajati rak‘ataini adaa’an lillaahi ta‘aala (menyebut hajatnya dalam hati)

Artinya, “Aku menyengaja shalat sunnah hajat dua rakaat tunai karena Allah SWT.”

2. Takbiratul ihram pada rakaat pertama

3.  Membaca doa iftitah (sunnah)

4. Dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah

5. Dilanjutkan dengan membaca surat pendek dalam Al Quran, dianjurkan membaca Ayat Kursi (Al Baqarah ayat 255) pada rakaat pertama dan Surat Al Ikhlas pada rakaat kedua.

6. Ruku'

7. I'tidal

8. Sujud

9. Duduk di antara dua sujud

10. Sujud kedua

11. Bangun untuk rakaat kedua, sebagaimana rakaat pertama

12. Terakhir duduk tasyahud akhir

13. Salam

Doa Sholat Hajat

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الحَلِيْمُ الكَرِيْمُ ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْم ، الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ ، أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Lâ ilâha illallâhul halîmul karîm. Subhânallâhi rabbil ‘arsyil karîmil ‘azhîm. Alhamdulillâhi rabbil ‘âlamîn. As’aluka mûjibâti rahmatik, wa ‘azâ’ima maghfiratik, wal ghanîmata min kulli birrin, was salâmata min kulli itsmin. La tada‘ lî dzanban illâ ghafartah, wa lâ hamman illâ farrajtah, wa lâ hâjatan hiya laka ridhan illâ qadhaitahâ ya arhamar râhimîn.

Artinya, “Tiada Tuhan selain Allah yang maha lembut dan maha mulia. Maha suci Allah, penjaga Arasy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta. Aku mohon kepada-Mu bimbingan amal sesuai rahmat-Mu, ketetapan ampunan-Mu, kesempatan meraih sebanyak kebaikan, dan perlindungan dari segala dosa. Janganlah Kau biarkan satu dosa tersisa padaku, tetapi ampunilah. Jangan juga Kau tinggalkanku dalam keadaan bimbang, karenanya bebaskanlah. Jangan pula Kau telantarkanku yang sedang berhajat sesuai ridha-Mu karena itu penuhilah hajatku. Hai Tuhan yang maha pengasih.”

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved