Jumat, 8 Mei 2026

Berita Viral

WASPADA Viral Kasir Toko Nekat Palsukan Kode QRIS, Ini Cara Mendeteksinya Agar Tak Salah Bayar

Waspada, Kasir Toko di Jakarta Nekat Palsukan Kode QRIS. Berikut Cara Mendeteksinya Agar Tak Salah Bayar.

Tayang:
kolase SURYA.co.id
ilustrasi kode QRIS. Viral Kasir Toko Nekat Palsukan Kode QRIS, Simak Cara Mendeteksinya Agar Tak Salah Bayar. 

SURYA.co.id - Metode pembayaran menggunakan kode QRIS memang memudahkan saat berbelanja.

Tapi apa jadinya kalau kode QRIS yang diberikan malah kode palsu.

Seperti yang baru-baru ini viral terjadi di Jakarta.

Seorang kasir toko es krim di Lippo Mall Puri, Kembangan, Jakarta Barat, berinisial AS nekat memberikan kode QRIS palsu kepada para pembeli.

Kode QRIS yang diberikan adalah miliknya, sehingga otomatis uang pembayaran masuk ke rekening pribadinya.

Selama memalsukan QRIS dari akhir Juli 2023 lalu, ia rupanya telah mengantongi keuntungan mencapai Rp 45 juta.

Per harinya, A mengaku mendapatkan uang dari toko tersebut berkisar Rp 500 ribu.

Baca juga: Aksi Kasir Toko Es Krim di Jakarta Nekat Palsukan Kode QRIS, Cara Manipulasi Laporan Keuangan Cerdik

Lantas, seperti apa cara mendeteksi kode QRIS palsu?

Konsumen harus membudayakan untuk menggunakan pembayaran QR dan memverifikasi keakuratan tiap kali melakukan pembayaran.

Jangan sampai transfer uang justru masuk ke rekening pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Oleh karena itu, penting untuk mendeteksi QRIS "palsu".

Melansir dari Kompas.com, cara pertama yakni saat memindai QRIS, konsumen harus menggunakan aplikasi PJSP yang resmi sesuai petunjuk masing-masing PJSP, misalnya aplikasi mobile banking yang resmi.

Menurut Bank Indonesia, aplikasi PJSP memiliki fitur keamanan untuk membantu mendeteksi dan mencegah fraud transaksi ke merchant palsu.

Kedua, setelah memindai QRIS, konsumen harus memeriksa bahwa nama merchant yang ditampilkan pada aplikasi pembayaran cocok dengan nama merchant yang ditampilkan di atas label QRIS.

Ketiga, setelah pembayaran berhasil, cek notifikasi pembayaran karena setiap konsumen akan menerima notifikasi.

Hal yang sama bisa dicek ke merchant, sebab jika dana sudah masuk, merchant juga akan menerima notifikasi.

Jika konsumen mencurigai adanya penipuan atau permasalahan dalam melakukan transaksi, segera hubungi PJSP terkait.

Diberitakan sebelumnya, seorang kasir toko es krim di Lippo Mall Puri, Kembangan, Jakarta Barat, berinisial AS melakukan aksi penipuan. 

Ia nekat memalsukan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang digunakan untuk alat pembayaran digital. 

Kasus pemalsuan ini terungkap saat pemilik toko es krim, Riantiana Eteng menjebak AS.

Dalam video yang diunggah di akun Instagram @ristianaeteng, Senin (9/10/2023), memperlihatkan AS tengah mempersiapkan rincian belanjaan pelanggan.

Pada unggahan tersebut tertulis sosok yang merekam video tersebut merupakan orang suruhan dari yang pemilik agar berbelanja di tokonya.

Tak hanya itu saja, bahkan yang lebih mengejutkannya lagi, nama QRIS tersebut justru tertera namanya, AS.

Ia pun mengaku kaget mengetahui kasirnya sendiri justru berani menipunya.

“Jadi tim Legato itu bingung banget kok sales di 1 store ini 3 bulan terakhir menurun jauh, cuma biar kita bisa dapet kesimpulan dari data kalau ini ada yang aneh kan ga bisa cuma liat angka dari 1-2 hari aja."

"Tim kita sampe discuss hal ini lumayan lama di rapat pleno dan kita jg sampe chat mall nya apakah ada penurunan traffic,” tulis keterangan dalam unggahan terebut.

Selama memalsukan QRIS dari akhir Juli 2023 lalu, ia rupanya telah mengantongi keuntungan mencapai Rp 45 juta.

Per harinya, A mengaku mendapatkan uang dari toko tersebut berkisar Rp 500 ribu.

Dalam unggahan tersebut juga memperlihatkan beberapa transaksi yang masuk ke rekening AS, mulai dari Rp 8 ribu hingga Rp 94 ribu.

Personal Asisstant (PA) dari Legato Gelato, Velisha mengaku geram lantaran A bermain licik.

Bagaimana tidak, meski telah mengantongi uang puluhan juta dari toko tersebut, namun laporan keuangan dari wanita 19 tahun tak pernah keliru.

"Ternyata si A ini ambilin cash yang masuk, customernya tetap dapat struk tapi dikasih struk yang dia re-print (cetak ulang) dari transaksi sebelumnya."

"Makanya laporan keuangannya balance (sesuai)," kata Velisha, Rabu (11/10/2023), dikutip dari Wartakotalive.com

Menurutnya, A setiap hari menyiapkan dua QR code untuk pelanggan yang terdiri dari miliknya pribadi dan QR Store.

Sehingga, apabila ada pelanggan yang curiga dengan gelagat A, dia akan segera menukar QR code tersebut dengan QR store Legato Gelato.

Padahal, tepat di meja kasir, pihak toko telah memberikan kamera CCTV.

Untuk itu ia mengaku heran dengan A yang begitu berani melakukan hal tersebut.

Pihak toko secara tegas telah memecat A secara tidak hormat.

Tidak hanya itu saja, pihaknya juga meminta ganti rugi atas aksi nekat wanita tersebut.

Diakui Velisha, keluarga A telah bersedia ganti rugi.

"Kami minta ganti rugi, karena keluarganya juga bertanggung jawab ingin membayar utangnya. Apabila keluarganya tidak membayar, baru kami bawa ke pihak berwajib," ujarnya.

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google SURYA.co.id 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved