Berita Blitar

Kekeringan di Kabupaten Blitar Meluas, 435 KK di Desa/Kecamatan Wonotirto Krisis Air Bersih

Jumlah warga yang mengalami krisis air bersih dampak kemarau panjang di Kabupaten Blitar terus bertambah.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: irwan sy
samsul hadi/surya.co.id
BPBD Kabupaten Blitar dropping air bersih untuk warga Desa/Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar. 

SURYA.co.id | BLITAR - Jumlah warga yang mengalami krisis air bersih dampak kemarau panjang di Kabupaten Blitar terus bertambah.

Sekarang, sebanyak 435 kepala keluarga (KK) di Desa/Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar juga mengalami krisis air bersih.

"Krisis air bersih di Kabupaten Blitar meluas. Sekarang ada empat desa di tiga kecamatan mengalami krisis air bersih," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Ivong Bettryanto, Rabu (11/10/2023).

Ivong mengatakan empat desa di tiga kecamatan yang mengalami krisis air bersih, yaitu, Desa Tugurejo Kecamatan Wates sebanyak 215 KK, Desa Sumberkembar Kecamatan Binangun ada 295 KK, Desa Sukorejo Kecamatan Wates ada 138 KK dan Desa/Kecamatan Wonotirto ada 435 KK.

"Wilayah yang menyusul mengalami krisis air bersih di Desa/Kecamatan Wonotirto," ujarnya.

Dikatakannya, sejumlah desa yang mengalami krisis air bersih karena debit air sumur menurun dampak kemarau panjang.

Akibatnya, ketersediaan air di lokasi tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari warga.

"Untuk mencukupi kebutuhan air bersih warga, kami melakukan dropping air bersih ke sejumlah desa itu tiap hari," ujarnya.

Tiap desa yang mengalami krisis air bersih mendapatkan pasokan satu tangki air bersih kapasitas 6.000 liter per hari.

"Bantuan air bersih tidak hanya dari BPBD saja, tapi juga dari PMI dan lembaga lain. Tiap hari kami dropping satu tangki air bersih ke desa yang mengalami krisis air," katanya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved