Berita Viral
KONDISI Guru Korban Pembacokan Murid MA Yasua Terkini, Alami Luka Serius di Leher dan Kedua Tangan
Beginilah kondisi terkini guru Fathur, korban pembacokan yang dilakukan murid Madrasah Aliyah (MA) Yasua, yang mana juga tempatnya mengajar.
Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.CO.ID - Beginilah kondisi terkini guru Fathur, korban pembacokan yang dilakukan murid Madrasah Aliyah (MA) Yasua, yang mana juga tempatnya mengajar.
Setelah dibacok oleh muridnya, guru Fathur langsung dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan pertolongan sebab luka cukup serius di leher dan tangannya.
Bahkan, guru Fathur sempat dirawat di IGD Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Kariadi Kota Semarang.
Baca juga: GELAGAT Siswa MA Yasua Demak Sebelum Bacok Guru Terekam CCTV: Sembunyikan Celurit, Ucapkan Salam
Kini, kondisi guru Fathur disebut makin membaik oleh pihak rumah sakit.
Dia pun telah dipindahkan, dari IGD ke ruang rawat inap yang berada di lantai dua rumah sakit.
Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Kemenag Demak Afief Mundzier. Dia mengatakan untuk saat ini guru Fatkur kondisinya semakin membaik.
"Kaitan dengan perkembangan terbaru untuk pak fatkur hari ini kami sudah mendapatkan progres laporan, alhamdhulilah sudah bisa pindah ke ruangan merak lantai dua," kata Afief, melansir Tribun Jateng, Selasa (26/9/2023).
Dia menjelaskan bahwa sebelum Fatkur dirawat di IGD terlebih dahulu, namun korban sudah dipindahkan ke ruangan Merak.
"Tentu ini progres luar biasa, semalam IGD saat ini sudah ada di ruang merak lantai dua rumah sakit Dr Kariadi Semarang," ungkapnya.
Dengan dipindahkannya Fatkur kata Kemenag Demak, kondisi korban semakin hari mulai membaik.
"Maknanya berarti yang bersangkutan progres recovery kesehatan semakin meningkat dan baik," ujarnya.
Afief meminta kepada masyarakat untuk mendoakan kesembuhan kepada Fatkur.
"Kami berharap berdoa bersama yang bersangkutan proses recoverynya bisa lebih cepat ," tutupnya.

Hal serupa juga disampaikan, Kasat Reskrim Polres Demsk, AKP Winardi menambahkan, saat ini korban masih mendapat perawatan serius di RS Kariadi Semarang akibat perbuatan muridnya itu.
"Alhamdulillah, menurut informasi dari keluarga korban, perkembangan korban sangat baik setelah di rujuk di RS Kariadi Semarang, korban saat ini sudah dapat diajak komunikasi," kata Kasat Reskrim kepada Tribunjateng.
Pelaku Murid MA Yasua Telah Ditangkap
Tak sampai 24 jam, MAR, pelaku pembacokan ada guru MA Yasua pun berhasil ditangkap di tempat persembunyiannya, di sebuah rumah kosong wilayah Desa Rowosari, Kecamatan Gubug, Grobogan, pada pukul 23.30 WIB.
Dalam video detik-detik penangkapan MAR yang beredar di media sosial Instagram, tampak mobil putih milik anggota reserse yang berhenti di Depan sebuah rumah.
“Ini sudah ketemu, langsung dibawa ke Polsek Gubug,” ucap perekam video.
Kemudian dalam video berikutnya, pelaku digiring masuk ke dalam mobil dengan kendisi tangan diborgol di depan.
Saat ditanya petugas di dalam mobil, pelaku mengaku dirinya tak diberi kesempatan untuk sekolah.
Ceritane piye ndek ingi? (Ceritanya gimana kemarin?)” tanya petugas.
Pelaku mengatakan jika ia sudah tak diberi kesempatan lagi untuk sekolah.

“Ceritane yo aku ogak dikek i kesempatan maneh pak.(Ceritanya aku sudah tidak diberi kesempatan untuk sekolah),” jawab R.
“Kesempatan apa?” Tanya petugas lagi.
“Kesempatan sekolah gitu,”
Meningar itu, petugas pun laget.
“Lho ora diwenei kesempatan sekolah? (Lho nggak dikasih kesempatan sekolah?)”
“Kan udah terlalu banyak kesempatane nggo aku,” ucap R dengan suara lírih.
Barang Bukti Disita Polisi
Dalam penangkapan itu, polisi menyita barang bukti berupa sebilah sabit atau clurit dengan panjang sekitar 40 cm yang memiliki gagang besi.
Selanjutnya pakaian seragam sekolah pelaku yang digunakan saat pembacokan dan sepeda motor Supra X berwarna hitam dengan nomor polisi H 2241 BW.
Motif Pembacokan
Kasatreskrim AKP Winardi, mengungkapkan bahwa pelaku adalah seorang siswa kelas X di MA Yasua.
Motif pelaku melakukan pembacokan karena merasa tidak diberi kesempatan oleh korban untuk menyelesaikan tugas persyaratan kenaikan kelas.
Tugas tersebut seharusnya dikumpulkan paling lambat pada hari Sabtu (23/9/2023).
Menurut keterangan korban, guru-guru yang lain sudah mencoba untuk membujuk korban agar memberi kesempatan kepada pelaku.
Namun, korban tetap bersikeras tidak memberikan kesempatan tersebut dengan alasan bahwa waktu pengumpulan tugas telah berakhir.
"Dalam situasi seperti ini, perlakuan korban telah menyakitkan hati pelaku, yang kemudian mendorongnya untuk merencanakan dan melaksanakan serangan terhadap korban," kata AKP Winardi, dikutip dari Tribun Jateng.
berita viral
Murid Bacok Guru di Demak
kondisi guru Fathur
MA Yasua Demak
Guru Ali Fatkhur Dibacok Murid
surabaya.tribunnews.com
SURYA.co.id
Tabiat Abay Fotografer yang Tewas saat Gedung DPRD Makassar Dibakar, Ada Video Detik-detik Terakhir |
![]() |
---|
Gelagat Bripda Rohmat Sopir Rantis Brimob Sebelum Lindas Affan Driver Ojol hingga Tewas, Fokus Ini |
![]() |
---|
Arti Tulisan ACAB dan 1312 yang Viral di Medsos, Berawal dari Inggris hingga Jadi Slogan Global |
![]() |
---|
Ucapan Ini Buat Penculik Bos Bank Plat Merah Minta Bayaran Naik, Singgung Institusi Penegak Hukum |
![]() |
---|
Usai Affan Driver Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob, Prabowo Beri Rumah, Dedi Mulyadi Asuh Adiknya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.