Berita Nganjuk
Beri Pendidikan Kependudukan di MTs, Cegah Pernikahan Dini, Seks Pranikah dan Napza di Nganjuk
SSK bisa digunakan sebagai materi pembelajaran. Juga sebagai ruang untuk memahami tentang pendidikan kepedudukan.
Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO.ID, NGANJUK - Dinas Pengendalian Kependudukan dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Nganjuk menggelar advokasi, sosialisasi dan fasilitasi pendidikan kependudukan. Kali ini kegiatan tersebut dilakukan kepada para pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) se-Kabupaten Nganjuk.
Kepala Dinas PPKB Kabupaten Nganjuk, Nafhan Tohawi menjelaskan, tujuan kegiatan tersebut untuk memberikan pemahaman, juga memberikan kesadaran tentang perkembangan pendidikan dan kependudukan bagi satuan pedidikan MTs di seluruh Nganjuk.
"Dengan demikian, peserta didik memiliki tanggung jawab dan ikut peduli dengan kualitas hidup generasi yang akan datang. Karena program kependudukan melalui pendidikan kependudukan sejak dini diperlukan bagi peserta didik,” kata Nafhan, Minggu (10/9/2023).
Dijelaskan Nafhan, Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) bisa digunakan sebagai materi pembelajaran. Juga sebagai ruang untuk memahami tentang pendidikan kepedudukan. Dan dengan advokasi, anak-anak bisa mengetahui setiap masalah kependudukan serta mencari solusi yang baik di satuan pendidikan MTs.
Di samping itu, Nganjuk memiliki Duta Generasi Berencana (GenRe) yang keberadaannya sangat bermanfaat dalam mensosialisasikan materi terkait Pendidikan Kependudukan. Melalui program GenRe tersebut, para remaja diajarkan menjauhi pernikahan dini, seks pranikah dan Napza (narkotika, psikotropika dan zat adiktif).
"Dan GenRe kami mengajak peserta didik menjadi generasi berencana, yakni merencanakan pernikahan, menciptakan lingkungan sehat, komunikasi yang benar, pola hidup sehat dan lain sebagainya. Dan itu sangat berkaitan juga dengan penurunan angka stunting,” ujar Nafhan.
Sementara Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Toma Afriandi mengatakan, sekarang perlu mengintegrasikan kependudukan ke dalam mata pelajaran serta membentuk pojok kependudukan di lingkup sekolah.
"Dengan begitu, berbagai permasalahan kependudukan saat ini termasuk pernikahan dini, seks pranikah dan Napza dapat dihindari melalui Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) yang mengintegrasikan muatan materi Kependudukan, Keluarga Berencana dan pembangunan keluarga," tutur Toma. ******
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/edukasi-kependudukan-di-sekolah-Nganjuk.jpg)